Dalam pencapaian target swasembada pangan terutama beras, BPP Boliyohuto melaksanakan musyawarah hambur, ini adalah langkah awal dalam memaksimalkan dan mendorong percepatan tanam padi sawah di wilayah Kecamatan Boliyohuto Kabupaten Gorontalo. Koordinator BPP Kecamatan Boliyohuto Abdul Gias Sila, SP menyampaikan, dengan melihat potensi lahan sawah yang ada di Kecamatan Boliyohuto kurang lebih 1.454 Ha, dan hampir keseluruhannya panen, maka dapat dipastikan target LTT untuk Tahun 2018 yang dibebankan seluas 250 Ha untuk Bulan Pebruari dapat tercapai bahkan dilampaui. Kami juga selaku penyuluh menyadari pekerjaan untuk membangun kesadaran petani tidaklah mudah, mengingat pemahaman yang terbentuk telah terjadi cukup lama dan sistematis terstruktur. Disamping itu juga permasalahan teknis yang meliputi ketersediaan benih, pupuk dan air serta sarana prasara penunjang lainnya juga harus di atasi dan dicarikan solusi. Ujar Abdul Gias Sila, SP pada kegiatan Musyawarah hambur yang bertempat di aula BPP Kecamatan Boliyohuto (07/02/2018) Beliau menambahkan musyawarah hambur tanam adalah salah satu strategi dalam percepatan tanam, dimana semua Pemangku kepentingan dihadirkan, mulai dari Dinas Instasi terkait ; Kepala UPTD BPTP Provinsi Gorontalo, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo yang diwakili oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan, Koordinator POPT Wilayah Kabupaten Gorontalo, Koordinator BPSB Wilayah Kabupaten Gorontalo, KTNA Kabupaten dan Kecamatan Boliyohuto, Kepala bpp dan UPTD Kecamatan Boliyohuto, Juru Pengairan wiayah Boliyohuto, Pengecer Pupuk, Petugas PHP Kecamatan Boliyohuto, Penyuluh, pengurus Gapoktan dan seluruh pengurus kelompok tani se Kecamatan Boliyohuto. Fonny Tangahu SP, Kepala Bidang Tanaman pangan Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo menyatakan, Kabupaten Gorontalo merupakan Daerah yang memiliki potensi lahan sawah terluas di Provinsi Gorontalo, dan Boliyohuto cs termasuk Kecamatan yang memiliki potensi terluas. Di ingatkan juga kepada penyuluh agar bekerja secara maksimal dan melaporkan hasil pekerjaannya.Sementara itu Kepala Balai Perlindugan dan Proteksi Tanaman, Rina A. Tayeb, SP.MM, menyampaikan dalam melaksanakan kegiatan usaha tani padi sawah diharapkan petani tidak tergantung pada bantuan terutama pupuk subsidi kimia , yang secara tidak langsung dapat merusak kondisi tanah. Banyak potensi yang tersedia disekitar kita untuk dijadikan pupuk organik. Beliau menambahkan dalam hal pengendalian hama dan penyakit, kita dapat memanfaatkan bahan-bahan alami untuk dijadikan pestisida nabati, dan sekarang ini yang lagi trend dan sudah banyak dikembangkan dipulau jawa adalah dengan menanam tanaman refugia yang secara tidak langsung dapat mengendalikan hama, karena tanaman refugia merupakat tempat perlindungan, atau pun sumber pakan bagi musuh alami seperti predator dan parasitoid.Musyawarah hambur ditutup dengan diskusi dan tanya jawab, dengan hasil kesimpulan kesepakatan hambur untuk wilayah Kecamatan Boliyohuto ditetapkan tanggal 23 Pebruari 2018. Penulis : Abdul Gias Sila, SPPenyuluh BPP Kecamatan Boliyohuto