Loading...

Musyawarah Tani Appalili Tingkat Kecamatan Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan

Musyawarah Tani Appalili Tingkat Kecamatan Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan
Memasuki Musim Tanam seperti biasanya para Petani, Tokoh Masyarakat Petugas Penyuluh Petanian Lapangan, Pemerintah dan stake holder yang terkait didalamnya, mengadakan Musyawarah tani APPALILI yang sudah menjadi Tradisi yang bersama – sama duduk memusyawarahkan kegiatan yang terkait dalam usaha disektor Pertanian yang merupakan bagian dari penyuluhan yang membahas semua kegiatan yang dijalankan dalam usahatani, yakni penerapan teknologi pemilihan varietas unggul, Budidaya Tanaman, Pengolahan Tanah, penggunaan dan pemilihan pupuk untuk memacu pertumbuhan dan produksi harus dipertimbangkan secara bijak. gangguan organisme penganggu tanaman ( OPT ) merupakan factor penghambat dalam peningkatan produksi. Sektor pertanian mempunyai peranan strategis terutama sebagai penyedia pangan untuk Masyarakat, berkontribusi nyata dalam penyediaan bahan baku industry, penyerapan tenaga kerja yang berdampak pada penurunan tingkat kemiskinan. Dan sejalan dengan itu keberadaan sumber daya alam semakin meningkat dan kita dituntut untuk menjaga kelestarian alam disamping mengupayakan agar tetap memberi dan mendukung kebutuhan hidup, upaya mendayagunakan alam ini di mulai dari penggunaan Varietas unggul. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, dengan kemajuan Teknologi dan tuntutan zaman, keanekaragaman jenis Varietas, keragaman pupuk semakin bertambah, yang memiliki kemampuan pertumbuhan dan meningkatkan produksi, untuk mewujudkan semua itu diperlukan pelaku utama dan pelaku usaha yang berkemampuan membangun usahatani berdaya saing dan berkelanjutan, kemampuan dan kapasitas mereka harus terus ditingkatkan salah satunya melalui penyuluhan pertanian. Sehubungan dengan upaya pemenuhan kebutuhan pangan nasional, tugas dan tanggung jawab perlindungan tanaman dalam rangka pengamanan produksi untuk pencapaian produksi tanaman pangan sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan. Oleh karena itu perlu dilakukan pengawalan yang lebih intensif, tepat terintegrasi dan berkesinambungan yang melibatkan seluruh pihak yang terkait guna meminimalkan kehilangan hasil akibat gangguan organisme pengganggu tanaman ( OPT ) dan dampak perubahan iklim Salah satu kiat untuk mengatasi beberapa permasalahan tersebut dapat ditempuh dengan melalui perbaikan paket rekomendasi teknologi pertanian terutama yang berbentuk rakitan teknologi yang spesifik lokasi untuk dapat menciptakan peluang pasar, nilai tambah, peningkatan produktivitas, efisiensi produksi dan kualitas produksi dengan memperhatikan kelestarian lingkungan. Oleh karena itu perlu disusun paket rekomendasi teknologi tanaman padi sebagai acuan bagi petani, mitranya dan pihak lain yang memerlukannya. Komponen teknologi yang perluh dirakit dalam satu paket meliputi, Pola Tanam,( Waktu Tanam, dan Penggunaan Varietas yang dapat menekan serangan OPT diprediksi akan muncul )yang disesuaikan dengan sifat hujan dan pasca panen, dengan tetap memperhatikan kondisi wilayah, terutama di daerah sentra produksi padi. HASIL KEPUTUSAN MUSYAWARAH TANI APPALILI MT. RENDENG TINGKAT KECAMATAN POLONGBANGKENG UTARA KABUPATEN TAKALAR TAHUN 2019/2020 Sesuai dengan hasil musyawara Tani Appalili yang dilaksanakan pada Hari Selasa Tanggal 03 Desember Tahun 2019 bertempat di Rumah Ketua Gapoktan Desa Timbuseng Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar yang dihadiri oleh Kepala BPP Polongbangkeng Utara (Muhammad Amin, S.P) Pemerintah Sekertaris Dinas Pertanian Takalar ( Ir. H. IQBAL, M.M ), Koordinator Penyuluhan Takalar ( Ir. ANWAR M. HUSAIN, M.Adm, SDA ), Camat Polongbangkeng Utara dalm hal ini Diwakili Oleh Sekcam ( AJI SANGAJI, S.IP ) Pengamat Hama ( Ir. SYARIF ) Para Penyuluh Pertanian Lapangan ( PPL ) Sekecamatan Polongbangkeng Utara, para Ketua Gapoktan, Ketua Kelompok Tani dan anggotanya, Tokoh Masyarakat, Petugas P3A, Pengecer Pupuk, Babinsa dan Binmas dan Pelaku Usaha yang terkait didalmnya, Maka kami dapat memberikan suatu kesimpulan atas kesepakatan bersama bahwa memasuki Musim Tanam Rendeng tahun 2019 / 2020 ada beberapa tahap kegiatan yang penting di sepakati dalam menjalankan usahatani di lapangan yakni : Rumusan Musyawarah yang disepakati : Anjuran pola tanam secara monokultur dan tumpang sari Sistem tanam : Sistem tanam pindah sepenuhnya 100 % pada areal persawahan, Sistem tanam LEGOWO Jenis varietas yang digunakan adalah varietas unggul , punya potensi produktivitas yang tinggi seperti :CILIWUNG, MEKONGGA, CIEUGELIS, INPARI 4, 7, 13, 20, INPARI SIDENUK Waktu hambur Mulai tanggal 15 – 25 November 2019 WaktuTanam Mulai tanggal 3 / 10 Desember s/d 1-5 Januari 2020 Anjuran pemupukan: Urea 100-150 kg/Ha, ZA 50 kg/Ha, NPK 150-200 kg/Ha, SP36 150 Kg/Ha Jarak tanam yang dianjurkan adalah : Tandur jajar 20 x 20 cm dan 22,5 x 22,5 cm dengan 3 batang benih yang ditanam, Jarak tanam Legowo ukuran jarak tanamnya 20 x 10 x 40 cm dengan menggunakan Caplak atau tali Hama dan penyakit yang perluh di waspadai pada musim tanam rendeng adalah tikus, WBC, Keong Mas, penggerek batang, ulat grayak, kresek dan blas. kepala BPP Kecamatan Polongbangkeng Utara (Muhammad Amin, S.P) mengatakan bahwa dengan adanya hasil kegiatan musyawarah tani Appalili ini, diharapkan seluruh kelompok tani dan anggotanya dapat mengaplikasikan paket rekomendasi di usaha taninya yang di keluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Takalar sehingga meningkatkan produksi dan produktifitas hasil pertanian. Penulis: MUHAMMAD AMIN, S.P Diketahui oleh: An. Kepala dinas dan Ketahanan Pangan Koordinator Penyuluh Pertanian kab. Takalar Ir. ANWAR M. HUSAIN, M.Adm, SDA NIP. 19621231 199203 1 107