Loading...

MUSYAWARAH TURUN SAWAH MT. ASEP 2019 DESA SIDOMUKTI

MUSYAWARAH TURUN SAWAH MT. ASEP 2019 DESA SIDOMUKTI
Kegiatan Musyawarah Turun Sawah yang dikenal dengan nama “ BUKA BUMI “ dilakukan sebelum periode tanam April – September. Kegiatan “ BUKA BUMI “ merupakan suatu tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Desa Sidomukti Kecamatan Bone-Bone Kab. Luwu Utara sebelum masuk periode tanam untuk menentukan rencana pelaksanaan kegiatan turun sawah setelah panen serta menjaga tradisi yang selama ini telah dilaksanakan untuk mempererat tali silaturahmi antar masyarakat Desa Sidomukti dan pemerintah setempat. Musyawarah “ BUKA BUMI “ Desa Sidomukti dilaksanakan pada hari Jumat, 19 Juli 2019. Kegiatan ini dihadiri oleh Bapak Syahruddin, S.Sos (Camat Bone-Bone), Bapak Sem Marannu, SP (Kepala BPP Bone-Bone), Bapak Sabir, SP (Fungs. Kabupaten Lutra), Bapak Samino ( Kepala Desa Sidomukti, Ibu Hasnawati Darlis, SP (PPL Desa Sidomukti), dan Bapak Ruslan (Babinsa Desa Sidomukti) serta pengurus dan anggota kelompok tani Desa Sidomukti. Adapun hasil keputusan dalam musyawarah “ BUKA BUMI “ adalah sebagai berikut : Jadwal tutup tanam periode MT. ASEP 2019 adalah tanggal 15 September 2019. Varietas yang disepakati adalah varietas sedang yaitu ciherang. Jadwal gotong royong pembersihan saluran irigasi tersier dan kuarter tanggal 20 Juli 2019. Tutup ait tanggal 10 September 2019. Perawatan dilakukan mulai perlakuan awal hingga panen. Bagi anggota kelompoktani yang tidak mematuhi/melanggar kesepakatan akan dikenakan sanksi. Pada kesempatan itu Ibu Hasna selaku PPL Desa menyampaikan lebih lanjut terkait beberapa permasalahan yang dihadapi para petani padi sawah yang ada di Desa Sidomukti terkait pencapaian target produksi yaitu perubahan iklim dan serangan Organisme Penggangu Tanaman, pergiliran varietas perlu dilakukan, hal ini bermanfaat untuk memutus siklus perkembangan hama/penyakit yang sering muncul dilahan sawah. Pada kesempatan terakhir Pak Ruslan selaku Babinsa Desa Sidomukti menyampaikan bahwa agar petani bisa mengikuti hasil keputusan hari ini. Karena dengan melakukan tanam serentak petani memperoleh manfaat yang sangat besar misalnya mengurangi resiko gagal panen akibat serangan hama dan penyakit. Penulis : HASNAWATI DARLIS, SP