Loading...

NUTRISI DALAM PAKAN UNGGAS

NUTRISI DALAM PAKAN UNGGAS
Pakan digunakan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ternak yang nantinya akan berpengaruh pada produktivitas ternak serta pertumbuhan dan perkembangan ternak. Pakan yang dibutuhkan harus memiliki kualitas baik yaitu pakan yang mengandung seluruh nutrisi yang dibutuhkan oleh ternak. Setiap bahan baku makanan ternak unggas secara umum harus bisa diperoleh zat-zat makanan yang diklasifikasikan menjadi 6 golongan, yakni: air, hidrat arang, protein, lemak,vitamin, dan mineral. Bahan baku makanan ternak unggas terbagi menjadi 2 golongan: 1). Bahan baku makanan asal tumbuh-tumbuhan dan hasil ikutannya; 2). Bahan baku makanan asal hewan dan hasil ikutannya. Bahan baku makanan asal tumbuh-tumbuhan dan ikutannya, merupakan bahan baku yang banyak memberikan energi karena secara umum diketahui kaya akan pati. Dalam penyusunan makanan ternak unggas penggunaan campuran dua macam bahan baku akan lebih baik karena karena saling mengisi dan menutup kekurangan yang ada. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan suatu bahan pakan, seperti jumlah ketersediaan, kandungan gizi, harga, kemungkinan adanya faktor pembatas seperti zat racun atau zat anti nutrisi serta perlu tidaknya bahan tersebut diolah sebelum dapat digunakan sebagai pakan ternak.Agar produksi daging dan telur ternak unggas sesuai dengan yang diharapkan, dibutuhkan kualitas pakan yg lebih baik dibandingkan dengan pakan ternak unggas yang sekedar dipelihara untuk hobi. Pakan ternak membutuhkan lemak dalam jumlah yang cukup seperti asam lemak tidak jenuh linoleik, linolenik dan arakhidonik. Asam lemak tidak jenuh perlu disediakn dalam pakan ternak unggas karena ternak unggas tidak dapat membuatnya. Oleh karena itu, asam lemak demikian disebut asam lemak esensial. Dalam metabolism lemak mempunyai energy 2,25 kali lebih banyak daripada karbohidrat. Sifat lemak ditentukan oleh susunan asam lemaknya. Asam lemak tidak hanya terdapat pada lemak, tetapi merupakan zar antara dari metabolism karbohidrat, lemak dan protein. Lemak dalam tubuh ternak unggas dipengaruhiu oleh sifat sumber pakannya. Pada pakan yang banyak mengandung bungkil kedelai atau kacang tanah, untuk ternak tipe daging akan mempengaruhi karkas menjadi rendah kualitasnya. Sebaliknya, bungkil kelapa akan menghasilkan karkas yang keras.Jadi semakin tinggi derajat tak jenuh dari lemak, makin tinggi bilangan iodiumnya dan makin lunak pula lemaknya. Pada periode pertumbuhan, ternak tipe daging dapat diberi pakan yang berlemak tak jenuh iodium tinggi, selanjutnya dalam periode penggemukkan, pakan mulai diganti dengan bahan baku yang lemak iodium rendah sehingga lemak yang ditimbun pada masda periode pertumbuhan menjadi keras dan diperoleh nilai karkas yang baik. Beberapa sumber asam lemak esensial dalam bahan baku pakan diantaranya ; (1).jagung kuning sebagai sumber utama sama linoleic dan dipergunakan sebagian besar dalam komposisi pakan; (2). Jagung kuning bersama bungkil kedelai, cukup mengandung asam linoleic yang sempurna ; (3). Minyak ikan, sumber asam linoleic dan relative kecil asam arakhidonik.Disamping lemak, protein dalam pakan ternak unggas sangat penting bagi ternak. Nilai yang terkandung dalam protein pakan ternak unggas, secara umum merupakan zat organic yang mengandung karbon, hydrogen., nitrogen, oksigenm sulfur serat fosfor. Dengan memperoleh protein dari pakan, ternak sanggup memperbaiku jaringan, pertumbuhan jaringan baru, metabolisme zat-zat vital dalam fungsi tubuh. Tinggi rendahnya protein dalam bahan baku makanan tergantung dari asam-asam amino. Ternak unggas membuat protein jaringan tubuhnya terutama dari asam-asam amino hasil pencernaan protein dan makanannya. Sebelum protein dalam bahan makanan diserap dan digunakan oleh unggas, zat tersebut harus dirombak menjadi asam-asam amino. Untuk membuat molekul suatu protein tubuh diperlukan berbagai asam amino. Pemberian protein dalam pakan ternak unggas hendaknya seimbang dengan kadar asam amino esensial. Protein hewan dan ikutannya mempunyai kualitas tinggai, misalnya tepung bulu unggas hidrolisa dan susu bubuk. Sedangkan protein pada tumbuh-tumbuhan dan ikutannya umumnya mempunyai kualitias rendah kecuali bungkil kedelai diketahui mempunyai kulaitas tinggi. Pakan ternak unggas perlu mengandung mineral kalsium (Ca) dan fosfor (P) dalam jumlah yang cukup. Peranan kalsium dalam tubuh ternak unggas tercermin bahwa 70% - 80% tubuh terdiri dari kalsium dan fosfor. Untuk menjaga kesinambungan agar kalsium dalam tubuh tetap normal, maka perlu dipenuhi kebutuhan ternak unggas melalui pakan yang dikonsumsi dalam jumlah yang cukup. Komposisi pakan ternak unggas yang mengandalkan kadar kalsium dan fosfor dari bahan baku butiran dan tanpa diberikan bahan baku seperti tepung tulang, mempunyai pengaruh negatif, karena ternak akan terserang rakhitis. Hal ini disebabkan bahan baku jenis butiran terdapat fitin yang sulit diserap ternak unggas. Penyerapan kalsium diperngaruhi beberapa faktor diantaranya jenis pakan yang diberikan, perbandingan kalsium dengan fosfor dalam pakan, kadar protein dan asam-asam amino esensial dan kadar asam fitat, oksalat dan fosfat. Dalam pembentukan kulit telur, paling tidak diperlukan kalsium 2,2 gram sehingga untuk dapat berproduksi optimal, minimal ternak unggas membutuhkan dua kali lebih besar. Kebutuhan kalsium dipengaruhi oleh kadar energi pakan, suhu lingkungan, tingkat produksi telur, tingkat pertumbuhan, usia, dan berat badan ternak unggas. Diketahui bahwa ransum normal yang mengandung vitamin D cukup untuk pertumbuhan ternak unggas dan dibutuhkan 0.8% kalsium dan 0,5% fosfor. Untuk ternak unggas petelur produktif dibutuhkan 2,75% kalsium dan 0,6% fosfor. Pada kondisi lingkungan tidak normal seperti di lingkungan tropis, kebutuhan kalsium harus lebih tinggi dan jumlahnya berkisar 4% sampai 4,5% untuk mempertahankan kualitas kulit telur. Kebutuhan kalsium dan fosfor yang disarankan untuk ternak tipe daging dalam masa pertumbuhan kalsium 1 % dan fosfor 0,5%, dalam masa penggemukkan kalsium 0,8% dan fosfor 0,5%. Untuk tipe petelur kalsium dan fosfor memiliki perbandingan 2 : 1, meski perbandingan ini bergantung pada kadar vitamin D dalam pakan. ( Ir. Amirudin Aidin Beng, MM (Penyuluh Pertanian)) Sumber :1. Murtidjo,Bambang Agus.1987. Pedoman Meramu Pakan Unggas. Yogyakarta : Kanisius