Loading...

NUTRISI MIKRO: KUNCI TERSEMBUNYI KESEHATAN DAN PRODUKTIVITAS TANAMAN

NUTRISI MIKRO: KUNCI TERSEMBUNYI KESEHATAN DAN PRODUKTIVITAS TANAMAN

Dalam dunia pertanian, kita sering mendengar tentang pupuk NPK (Nitrogen, Fosfor, Kalium). Namun, di balik dominasi unsur makro tersebut, terdapat kelompok unsur yang disebut nutrisi mikro (micronutrients). Meskipun dibutuhkan dalam jumlah yang sangat sedikit, ketiadaan unsur mikro dapat menyebabkan kegagalan panen yang fatal.

Apa Itu Nutrisi Mikro?

Nutrisi mikro adalah unsur hara esensial yang diperlukan tanaman dalam konsentrasi yang sangat rendah, biasanya kurang dari 100 bagian per juta (ppm) dalam jaringan tanaman. Unsur-unsur ini berfungsi sebagai katalisator dan penyusun enzim yang mengatur metabolisme tanaman.

7 Unsur Mikro Utama dan Perannya

Setiap unsur memiliki tugas spesifik yang tidak bisa digantikan oleh unsur lain:

  1. Besi (Fe): Berperan vital dalam pembentukan klorofil dan proses pernapasan tanaman.
  2. Mangan (Mn): Membantu proses fotosintesis (fotolisis air) dan asimilasi nitrogen.
  3. Seng (Zn): Penting dalam pembentukan hormon pertumbuhan (auksin) dan perkembangan biji.
  4. Tembaga (Cu): Berfungsi dalam aktivasi enzim dan memperkuat dinding sel.
  5. Boron (B): Mengatur transportasi gula, pembentukan bunga, dan penyerbukan.
  6. Molibden (Mo): Diperlukan oleh bakteri pengikat nitrogen dan untuk mengubah nitrat menjadi protein.
  7. Klor (Cl): Mengatur tekanan osmosis dan pembukaan stomata (mulut daun).

Mengenali Gejala Defisiensi (Kekurangan)

Karena mobilitas unsur mikro di dalam tanaman berbeda-beda, gejala kekurangan biasanya muncul pada bagian tertentu:

Unsur

Gejala Utama

Lokasi Gejala

Besi (Fe)

Klorosis (daun menguning) tetapi tulang daun tetap hijau

Daun muda

Seng (Zn)

Ruas batang memendek, daun menjadi kecil dan kerdil

Daun muda/menengah

Boron (B)

Ujung titik tumbuh mati, buah pecah, atau batang berlubang

Pucuk/Buah

Mangan (Mn)

Bintik-bintik kuning di antara tulang daun

Daun muda

Faktor yang Mempengaruhi Ketersediaan Unsur Mikro

Seringkali, unsur mikro ada di dalam tanah tetapi tidak bisa diserap oleh tanaman. Faktor utamanya adalah pH Tanah:

  • pH Tinggi (Alkali): Pada tanah dengan pH di atas 7.0, unsur seperti Besi, Mangan, dan Seng menjadi terikat dan tidak tersedia bagi tanaman.
  • pH Rendah (Asam): Molibden justru menjadi sulit diserap pada tanah asam.

Kesimpulan

Pemberian nutrisi mikro yang tepat waktu dan dosis (seringkali melalui pemupukan daun atau foliar spray) dapat meningkatkan daya tahan tanaman terhadap penyakit dan meningkatkan kualitas hasil panen secara signifikan.

Daftar Pustaka

  1. Brady, N. C., & Weil, R. R. (2017). The Nature and Properties of Soils. Pearson Education. (Membahas interaksi kimia tanah dan ketersediaan mikronutrien).
  2. Marschner, P. (2012). Marschner's Mineral Nutrition of Higher Plants. Academic Press. (Referensi standar internasional untuk fungsi fisiologis mineral pada tanaman).
  3. Fageria, N. K. (2016). The Use of Nutrients in Crop Plants. CRC Press. (Fokus pada aplikasi praktis dan manajemen pemupukan mikro).
  4. Balitbangtan (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian). Pedoman Umum Pemupukan Berimbang. (Referensi lokal mengenai manajemen hara di Indonesia).