Visi Pembangunan Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat, adalah “NTT Bangkit Menuju Sejahtera dalam Bingkai Negara Kesatuan RI” dan salah satu Misi untuk mencapai visi tersebut adalah mewujudkan NTT bangkit menuju Masyarakat sejahtera berlandaskan pendekatan pembangunan Inklusif dan berkelanjutan. Dalam rangka mewujudkan misi tersebut maka Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melakukan gerakan Pembangunan Marungga (Moringa Oleifera L.) atau “Gerakan Revolusi Hijau” dengan memanfaatkan potensi lahan kering. Untuk mempercepat proses pengembangan kelor di NTT dilakukan dengan menggerakan semua sumber daya yang ada baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia termasuk aparat sipil Negara atau perangkat daerah yang ada di lingkup pemerintah provinsi NTT. Bentuk dukungan program Gubernur Nusa tenggara Timur, Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT, Ir. Yohanes Oktovianus, MM, bersama Kepala Bidang Perkebunan Ir. Abraham Y Letik, MSI, Kepala Seksi Tanaman Rempah dan Penyegar Maria Y. Da Santo, SP. Kepala Seksi Tanaman Semusim Afia Salama, STP, Kepala Seksi Hortikultura Tommy Johanis STP, Kepala Seksi Penyuluhan, Marselinus Ndarung, STP. bersama tim POKJA kelor pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur, selasa 17 maret 2020 melakukan survei lokasi sekaligus melaksanakan penanaman simbolis kelor (moringa) di lokasi pengembangan kelor Pola Inti Plasma di Desa Oefeto Kecamatan Amabi Oefeto Kabupaten Kupang. Lahan yang akan ditanam kelor seluas 15 ha dari total 50 ha, diharapkan dapat menjadi model pengembangan tanaman kelor organik yang memenuhi standar permintaan pasar dunia tandas, Oktovianus. Dari hasil survey dan identifikasi potensi pengembangan kelor terdapat 3 lokasi yang dapat dikembangkan yaitu 1), Lokasi Kolhua tanah milik biara SVD seluas 4 ha. 2) Nasipanaf, yang sudah ditanam seluas 2 ha dari rencana 7 ha 3) Desa Oefeto seluas 15 ha. Oktovianus berharap, agar peran POKJA kelor yang sudah dibentuk dan seluruh staf Dinas Pertanian dan elemen masyarakat untuk bahu membahu mengsuksekan progam Gubernur Nusa Tenggara Timur. Oleh : Bonefasius Rangga, S.ST. Penyuluh Pertanian Madya Provinsi NTT