12.00 1024x768 OFTIMALISASI PEMANFAATAN PEKARANGAN MELALUI KONSEP KAWASAN RUMAH PANGAN LESTERI ( KRPL ) DINAS PERTANIAN KOTA SORONG TAHUN 2014 Kota Sorong tahun 2013 melalui Program Peningkatan Diversivikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Mendapat kegiatan P2KP yaitu Optimalisasi Pemanfaatan Pekarangan melalui konsep Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Kegiatan (KRPL) yaitu gerakan yang melibatkan Perempuan yang terlibat dalam kelompok wanita tani, PKK dan Anak Sekolah. Disamping untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, gerakan P2KP ini juga ditujukan untuk meningkatkan keragaman dan kualitas konsumsi pangan masyarakat agar lebih beragam, bergizi seimbang dan aman guna menunjang hidup sehat yang aktif dan produktif. Ruang lingkup kegiatan P2KP tahun 2013 Dinas Pertanian Kota Sorong Provinsi Papua Barat yairu Optimalisasi Pemanfaatan Pekaranagan Melalui Konsep ( KRPL ), Optimalisasi pemanfaatan pekarangan dilakukan melalui upaya pemberdayaan wanita untuk mengoptimalkan manfaat pekarangan sebagai sumber pangan keluarga. Upaya ini dilakukan dengan membudidayakan berbagai jenis tanaman sesuai kebutuhan keluarga seperti aneka umbi, sayuran, buah, serta budidaya ternak dan ikan sebagai tambahan untuk ketersediaan sumber karbohidrat, vitamin, mineral, dan protein bagi keluarga pada suatu lokasi kawasan perumahan/warga yang saling berdekatan. Dengan demikian akan dapat terbentuk sebuah kawasan yang kaya akan sumber pangan yang diproduksi sendiri dalam kawasan tersebut dari optimalisasi pekarangan. Kelompok sasaran kegiatan optimalisasi pemanfaatan pekarangan adalah kelompok wanita dan Anak - anak Sekolah. Setiap Kelompok Wanita tani beranggotakan 30 - 40 rumah tangga yang berdomisili berdekatan dalam satu RT atau satu RK sehingga membentuk kawasan. Jumlah Kelompok sasaran Wanita tani 6 ( enam ) Kelompok dan 6 Sekolah yang tersebar di 6 ( enam ) Kelurahan dan 3 ( tiga ) Distrik. Sitim budidaya Oftimalisasi pemanfaatan tanah pekarangan yang diterapkan di kelompok KRPL yaitu ; I. Budidaya Vertikultur Model Talang Sistim Rak. 1.1. Persiapan tempat Tanam. 1. Membuat serangkaian rak - rak tinggi 0,5 - 1,5 m, lebar 1 - 1,5 m, panjang 2 - 4 meter dapat disesuaikan dengan luas halaman atau kebutuhan. 2. Mengatur 3 - 4 rangkaian rak - rak csecara merunduk/tangga dengan jarak antara undukan atau tangga 30 - 40 Cm dan lebar 25 - 35 cm. 3. Potong talang di sesuaikan dengan ukuran panjang rak, masing -masing ujung ditutup dengan menggunakan penutup talang kemudian dilekatkan dengan lem perekat besi. 4. Lubangi dasar talang dengan bor atau paku dengan diameter 1 - 1,5 cm dengan jarak 15 - 20 Cm. 5. Isi talang dengan media tanam tanah gembur/ humus 2 ( dua ) bagian, pupuk kandang ( kotoran Ayam atau kotoran Sapi ) 1 ( satu ) bagian dan kompos atau Petroganik 1 ( bagian ) atau perbandingan 2 : 1 : 1. 6. Media tanam yang sudah tercampur di beri Furadan 3G dan dilakukan penyemprotan pestisida Regen. 1.2. Penanaman. Penanaman budidaya Vertikultur model talang dilakukan setelah talang diisi media tanam dan di biarkan selama 7 - 10 hari, baru dilakukan penanaman. Penempatan rak - rak pada tempat terbuka dan mendapat sinar matahai penuh terutama pada pagi hari dan siang hari. Ada beberapa cara penanaman yang dapat dilakuka yaitu : 1. Cara tanam langsung yang pertama, jenis sayuran Kangkung darat/ cabut, Bayam dan Sawi dengan cara benih dihambur atau ditanam kemudian ditutup dengan media tanam. Setelah penanaman dilakukan penyiraman pagi dan sore dilanjutkan sampai masa pertumbuhan di sesuaikan kebutuhan tanaman. 2. Cara tanam langsung yang kedua, Benih sayuran Kangkung darat/ cabut, Bayam dan sawi ditanam dengan sistim larikan atau sistim tugal kemudian tutup dengan media tanam. Setelah penanaman dilakukan penyiraman pagi dan sore dilanjutkan sampai masa pertumbuhan di sesuaikan kebutuhan tanaman. 2. Budidaya Vertikultur model Pot atau Polybag. Jenis Pot yang digunakan yaitu dari Pot bunga/timba plastik. Polibag yang digunakan yaitu Polybag ukuran sedang ( 5 - 10 Kg ) dan polybag ukuran besar ( 15 - 25 Kg ). Pot atau polybag pada prinsipnya dapat menampung media tanam dalam jumlah cukup untuk persediaan unsur hara yang dibutuhakan dalam pertumbhan tanaman. Jenis tanaman yang dibudidayakan yaitu Tomat, Terong, Cabe, Seledri, Bawang Pre/ Bawang daun dan Petsai. Jenis Tanaman Obat Keluarga ( Toga ) yaitu Jahe, Kencur, Lengkuas, Kunyit, Temu lawak, Sereh, Sambiloto dan Kumis. Pot dan polybag ditaruh pada Rak - rak dan dihalaman disesuaikan dengan model dan luasan pekarangan di usahakan pada tempat terbuka dan tidak kena naungan dari bangunan maupun dari tanaman. Penemapatan Pot dan polybag diusahakan mendapat penyinaran matahari secara penuh terutama pada pagi dan siang. 2.1. Persiapan tempat tanam. 1. Membuat serangkaian rak - rak dengan tinggi antara 0,5 - 1,5 meter, lebar 30 - 40 Cm, panjang 2 - 4 meter dapat diseuaikan dengan kebutuhan. 2. Mengatur 2 - 4 rangkaian rak secara merunduk/ tangga. 3. Isi Pot dan Polybag dengan media tanam tanah gembur/ humus 2 bagian, Pupuk kandang ( Kotran Ayam atau Sapi ) 1 bagian dengan perbandingan 2 : 1. Atau Tanah Gembur/ humus 3 bagian dan Pupuk Kompos/ Petroganik 1 bagian dengan perbandingan 3 :1. 4. Media tanam kemudian di beri Furadan 3 G dan di campur/ diaduk secara merata dan dilakuka penyemprotan pestisida Regen. 5. Masukan media tanam kedalam Pot atau Polybag ¾ bagian. 6. Polybag yang sudah diisi media tanam dibiarkan selama 7 - 10 hari, baru dilakukan penanaman. 2.2. Penanaman. Penanaman yang dilakukan dalam budidaya sayuran sistim vertikultur dalam polybag/ pot sistim tegak tanam tidak langsung/pemindahan benih hasil dari pesemaian dari kebun bibit kelompok yaitu : 1. Pilih bibit yang sehat pertumbuhanya, tidak cacat dan seragam. 2. Bibit sudah berumur 10-14 hari mempunyai 4 - 5 helai daun. 3. Keluarkan bibit dari tempat pesemaian dengan hati -hati agar akar dan batang tidak rusak. 4. Buat lubang tanam ditengah polybag. 5. Penanaman dengan cara memasukan bibit sampai batas leher/pangkal akar kemudian ditekan dan ditutup dengan media tanam. 6. Penanaman dilakukan pada pagi atau sore hari. 7. Dilakukan penyiraman pagi dan sore hari pada awal pertumbuhan dan dilanjutkan disesuaikan kebutuhan pertumbuhan tanaman. 2.3. Pemupukan. Pemupukan bertujuan menambah unsur hara yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman, karena media tanam dalam polybag/pot setelah 20 hari persediaan unsur hara semakin berkurang dan perlu penambahan unsur hara dalam jumlah yang cukup. Cara pemupukan sistim budidaya dalam polybag/ pot yang dilkukan oleh kelompok KRPL yaitu: 1. Pemupukan dasar pupuk yang digunakan Pupuk dari Kotoran ternak Ayam, Ternak sapi, pupuk kompos dan Petroganik diberikan bersamaan waktu pencampuran media tanam. 2. Pemupukan susulan ke 1 dan sete rusnya menggunakan pupuk Mutiara Yaramilla dan Phonska ( NPK ). 3. Cara pemberian pupuk Phonska dan Mutiara Yaramilla cara pertama yaitu pupuk dilarutkan kedalam air dengan perbandingan 100 gram pupuk dengan 10 liter air, diberikan 250 - 300 cc pertanaman dan dapat diberikan sekitar 40 tanaman dalam polybag. 4. Cara pemberian yang kedua pupuk Mutiara Yaramilla dan Phonska diberikan disekitar dengan jarak sekitar 5 - 7 Cm dari pangkal tanaman dosis 2- 3 gram pertanaman. 5. Pemupukan pertama dilakukan setelah tanaman berumur 10 -15 hari dan pemupukan seterusnya dilakukan setiap 10 harisekali disesuaikan dengan umur tanaman. 2.4. Pengendalian Hama dan Penyakit. Pengendalian Hama dan Penyakit bertujuan untuk mencegah dan mengendalikan serangan dari hama dan penyakit, sehingga tanaman dapat hidup normal dan dapat menghasilkan sayuran daun dan sayuran buah yang segar sehingga aman untuk dikonsumsi. Pengendalian Hama dan penyakit dilakukan dengan cara mekanik dan kimia. Pengendalian secara kimia dilakukan apabila ada serangan yang lebih berat. Pengendalian Hama dan penyakit menggunakan jenis pestisida Prefaton,Curacron, Regen, Furadan 3G dan Antracol. Cara pengunaanya disesuaikan dengan anjuran petunjuk dari petugas pendamping lapangan. 2.5. Panen. Hasil dari panen Kebun KRPL untuk mencukupi kebutuhan Gizi keluarganya dan ada juga beberapa anggota yang menjual hasilnya sehingga dapat mendapat tambahan pendapatan. a. Budidaya model Talang. Jenis sayuran Bayam cabut dipanen umur 24 - 28 hst, tinggi tanaman 20 - 30 cm. Jenis sayuran Kangkung cabut dipanen umur 26 -30 hst dan sayuran sawi dipanen umur 35 - 40 hst. b. Budidaya model Polybag/pot. Beberapa jenis sayuran yang dibudidayakan model polybag/pot yaitu : 1. Tomat. Tomat dapat dipanen 4 - 6 kali, interval waktu panen 5 - 7 hari, tergantung kebutuhan untuk dikonsumsi keluarga. Tanda - tanda buah tomat siap panen warna kekuningan, merah muda atau merah. 2. Terung. Panen pertama buahTerung dapat dilakukan tanaman berumur 70 -80 hari, panen berikutnya berselang 5 -7 hari sekali. Selama pertumbuhanya erung dapat dipanen 10 -15 kali. 3. Cabe. Cabe dapat dipanen pertama berkisar umur 8 - 9 minggu setelah tanam. Panen cabe berikutnya berselang 5 - 7 hari sekali. Panen cabe disesuaikan dengan kebutuhan ada yang dipanen warna buah masih hijau dan warna buah kekuningan sampai warna buah merah. v Penulis : Samani,SP/PP Madya dan Sahbudin, S.ST/PP Pelaksana Lanjutan Kota Sorong. Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman","serif";}