OLAH TANAH DAN SISTEM PENANAMAN PADI JAJAR LEGOWO SUPER KEGIATAN SEKOLAH LAPANG (SL) WKPP SAPENG
Kegiatan utama dari penyiapan lahan adalah pengolahan lahan hingga kedalaman lumpur minimal 25 cm, pembersihan lahan dari gulma, pengaturan pengairan, perbaikan struktur tanah dan peningkataan ketersediaan unsur hara bagi tanaman padi, penanaman bibit lebih mudah dan pertumbuhan lebih optimal. Tahapan olah tanah dilahan basah terdiri dari 1). Lahan sawah digenangi setinggi 2-5 cm diatas permukaan selama 2-3 hari sebelum tanah dibajak 2). Pembajakan tanah pertama sedalam 15-20 cm menggunakan traktor/ hand traktor dan di diamkan/ diinkubasi selama 3-4 hari 3). Perbaikaan pematang yang dibuat lebar untuk mencegah terjadinya rembesan air dan pupuk, sebaiknya dipinggir petakan dan sekitar pematang dicangkul sedalam 20 cm dan lahan digenangi selama 2-3 hari dengan kedalaman 2-3 cm 4). Pembajakan tanah kedua tujuannya untuk pelumpuran tanah, pembenaman gulma dan aplikasi biodekomposer 5). Perataan tanah menggunakan garu atau papan yang ditarik tangan, sisa gulma dibuang, tanah dibiarkan dalam kondisi lembab dan tergenang. Sedangkan pengolahan tanah dilahan kering lebih baik menggunakan traktor roda 4 yang dilengkapi dengan bajak piringan dan garu piringan, tanah dibajak sedalam 20 cm, kemudian digaru untuk menghancurkan bongkahan tanah dan diratakan pada saat air tersedia. Sistem tanam jajar legowo 2:1 merupakan sistem tanam pindah antara dua barisan tanaman terdapat lorong kosong memanjang sejajar dengan barisan tanaman dan dalam barisan menjadi setengah jarak tanam antar baris. Kerapatan tanam merupakan salah satu komponen dalam teknologi budidaya untuk memanipulasi tanaman dan mengoptimalkan hasil. Penerapan sistem tanam jajar legowo 2:1 dengan jarak tanam 25 cm x 12,5 cm dan jurong 50 cm. Penanaman dapat menggukanan mesin tanam jarwo stranspanter atau secara manual. Kondisi air pada saat tanam macak-macak untuk menghindari selip roda dan memudahkan pelepasan bibit dari alat tanam. Penanaman secara manual dilakukan dengan bantuan caplak guna untuk membuat "tanda" jarak tanam dan populasi tanam per satuan luas. Jarak antar baris dibuat 25 cm, kemudian antar dua barisan dikosongkan 50 cm. Jarak tanam dalam barisan dibuat sama dengan setengah jarak tanam antar baris (12,5). Tanam dengan cara manual menggunakan bibit muda (umur 15-18 hari setelah sebar), ditanam 2-3 batang per rumpun. Acara pertemuan ini difasilitasi dan penyampaian materi langsung oleh PPL Pendamping Marzuki, SP pada tanggal 10 Mei 2017 di WKPP Sapeng Kecamatan Seunagan Timur yang dihadiri oleh Koordinator BPP Seunagan Timur dan perwakilan POKTAN dalam WKPP Sapeng (Mangat Beusare A, Mangat Beusare B, Ubah Nasib dan Ingin Mandiri) By. BPP Seunagan Timur Kabupaten Nagan Raya