Loading...

OLAHAN KULIT SAPI

OLAHAN KULIT SAPI
Montasik - Pengolahan hasil pertanian atau peternakan merupakan potensi yang cukup menguntungkan bagi masyarakat tani di desa. Khususnya daerah aceh besar yang sumber daya alam pertanian dan peternakannya cukup baik khususnya hasil alam dari ternak sapi. Apalagi didaerah kecamatan Montasik yang merupakan kawasan produksi ternak sapi yang cukup baik serta ada rumah potong hewan di pasar yang tidak jauh dari kawasan peternakan yang limbah pemotongan ternak tersebut berupa kulit dapat dimanfaatkan untuk pembuatan kerupuk kulit. Wilayah kerja BPP Montasik merupakan wilayah yang hasil produk peternakan yang berupa limbah hasil yaitu kulit sapi cukup tersedia, maka diharapkan petani didesa bisa memanfaatkan limbah produksi peternakan berupa kulit yang ada dengan mengolah produk peternakan tersebut menjadi kerupuk kulit yang menguntung dan bernilai jual tinggi. Selain bernilai jual tinggi juga sangat disukai oleh masyarakat Indonesia dan juga rakyat Aceh.Oleh karena itu penyuluh (PPL) di Kecamatan Montasik, yang di koordinasi oleh BPP Montasik dan Ketua Kelompok Tani Al-Ikhlas melakukan kegiatan demonstrasi cara pembuatan kerupuk kulit kepada masyarakat tani pada tanggal 29 Oktober 2018 didesa Cot Seunong Kecamatan Montasik sehingga masyarakat tani dapat memanfaatkan limbah kulit ternak sapi yang diolah menjadi kerupuk kulit yang renyah, disukai konsumen dan mengandung nilai gizi yang cukup baik serta bermanfaat bagi tubuh. Dari hasil pengamatan didapatkan bahwa kerupuk kulit memiliki manfaat yaitu :Memiliki kandungan protein yang cukup tinggiDapat menyembuhkan penyakit maagBaik untuk kesehatan dan juga pertumbuhan tulangMengurangi rasa pedasSebagai campuran bahan makananSebagai cemilan yang enak dan renyahKegiatan pengolahan kerupuk kulit dari kulit sapi didesa Cot Seunong diutamakan kepada masyarakat tani khususnya ibu-ibu rumah tangga yang dapat memanfaatkan waktu luangnya untuk kegiatan home industry atau (Industri Rumahan), apalagi di Aceh Besar pada saat Qurban atau hari Megang Hari Raya selalu dilakukan pemotongan ternak sapi, yang limbah kulit sapi tersebut dibagi kepada ibu-ibu rumah tangga untuk dijadikan kerupuk kulit yang diolah sebagai lauk makan dan juga makanan ringan. Tetapi kebanyakan ibu-ibu masih bingung cara pengolahan kulit sapi yang baik dan benar. Oleh karena itu, pada kesempatan ini PPL desa Cot Seunong Kecamatan Montasik menggunakan kesempatan ini untuk melakukan demonstrasi cara pengolahan kulit sapi menjadi kerupuk kulit.Untuk mendapatkan tekstur kerupuk kulit yang renyah dan gurih diperlukan tehnik pengolahan yang baik serta ada penambahan bahan baku lain serta cara pembuatannya yang terkontrol dan teliti sehingga menghasilkan kerupuk yang enak. Berikut cara pembuatan kerupuk kulit :Alat dan BahanAlat : Pisau tajam, Ember, Wajan dan tempat jemuran.Bahan : Kulit, Kapur, Air cuka dan Penyedap rasa secukupnya, 3 sendok makan garam / Kg Kulit Sapi, 15 siung bawang putih/ Kg Kulit sapi, 2 sendok makan gula pasir /Kg Kulit sapi.Cara pembuatan kerupuk KulitBersihkan kulit sapi yang masih segar dari darah dan lendir dan dicincang sesuai selera.Rendam kulit sapi ke dalam ember yang berisi air kapur selama kurang lebih 2-3 hari. Lalu bersihkan bulu-bulu kulit sapi, lendir dan lemak pada kulit menggunakan pisau yang tajam (pastikan benar-benar bersih).Rendam kulit sapi dalam air cuka selama ½ jam dan dicuci kembali dengan air bersih.Rebus kulit yang sudah kering bersama bumbu yang sudah dihaluskan (penyedap rasa, gula, bawang putih dan garam) hingga matang.Angkat dan tiriskan. Kemudian kulit sapi yang sudah kering dipotong-potong sesuai selera (umumnya persegi panjang atau kotak-kotak kecil)Jemur hingga benar-benar keringRendam Kuliat Sapi dalam Minyak Goreng selama 5 s/d 10 Menit. Siapkan penggorengan untuk tahap pertama. Goreng kerupuk kulit atau kerupuk rambak kering dalam minyak dengan suhu sedang dan menggunakan api kecil sampai kerupuk kulit sapi agak mekar, lalu angkat dan tiriskan.Siapkan penggorengan tahap kedua. Goreng kembali kerupuk kulit rambak tadi dalam minyak panas menggunakan api besar hingga kerupuk kulit sapi atau kerupuk rambak mekar, lalu angkat dan tiriskan.Biarkan sampai dingin, lalu masukkan dalam toples yang tertutup rapat.Kegiatan demonstrasi cara pembuatan kerupuk kulit yang diikuti oleh ibu-ibu masyarakat tani di desa Cot Seunong yang diketuai oleh Bapak Supardi, Sekretarisnya Aisyah, serta diikuti oleh 2 kelompok tani yang beranggota 40 orang peserta, yang sangat antusias diikuti oleh masyarakat tani dan kerupuk kulit yang dihasilkan juga sangat baik dan enak dan kegiatan pembuatan kerupuk kulit dari sosialisasi kepada petani, persiapan alat dan bahan, proses pengolahan dan penjemuran menghabiskan waktu selama ± 8 hari karena pada saat penjemuran yang panas matahari sanagat dibutuhkan penyinaran yang baik. Bila panasnya baik 3 hari bisa kering, apabila panas matahari kurang maka membutuhkan waktu yang lama 5 – 7 hari penjemuran.Demonstrasi cara pengolahan kerupuk kulit ini diharapkan dapat menjadi wadah dan ilmu pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat tani khususnya ibu-ibu rumah tangga di desa untuk diterapkan dikegiatan rumah tangga dari limbah kulit sapi sehingga dapat diolah sendiri sebagai makanan ringan produk rumahan dan dengan potensi yang ada serta sumber daya alam yang tersedia dapat dikembangkan sebagai home industry yang menguntungkan bagi masyarakat tani untuk meningkatkan kesejahteraan petani. (Yulia Fitri, A.Md / PPL Montasik )