Loading...

OPTIMALISASI LAHAN PEKARANGAN DIPERKOTAAN

OPTIMALISASI LAHAN PEKARANGAN DIPERKOTAAN
OPTIMALISASI LAHAN PEKARANGAN DIPERKOTAAN Permasalahan diperkotaan kaitannya dengan dunia pertanian antara lain penduduknya sangat padat, hunian atau perumahannya sangat rapat, lahan untuk budidaya atau menanam sangat sempit dan terbatas bahkan tidak ada lahan sama sekali.Namun demikian tidak menyurutkan niat kita untuk melakukan kegiatan menanam utamanya sayuran dan buah, karena di kota SDM nya sangat banyak, mulai bermunculan kelompok masyarakat, kelompok tani, KWT yang semuanya mengusahakan budidaya tanaman pertanian. Daya dukung yang lain kita tahu kota merupakan tempat pemasaran atau jual beli hasil pertanian seperti sayur, buah dan juga tempat agrobisnis. Pertumbuhan ekonomi masyarakat perkotaan juga sangat pesat, sehingga keinginan untuk mengkonsumsi hasil pertanian baik sayuran atau buah juga semakin meningkat.Melihat itu semua maka Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Surakarta melalui Petugas Penyuluh Lapangan ikut memberdayakan masyarakat yang ada di kota ini dengan memberikan sosialisasi, pendampingan dan pelatihan mengenai cara budidaya yang baik dengan mengenalkan teknik budidaya seperti potisasi, vertikultur dan hidroponik. Dengan cara itu maka masyarakat atau kelompok akan tahu cara budidaya yang baik, mampu melaksanakan kegiatan budidaya sendiri dan akhirnya mau melakukan sehingga dengan harapan akan dapat tambahan hasil baik untuk meningkatkan gizi keluarga maupun meningkatkan nilai ekonomi dalam keluarga.Dengan adanya program KRPL ( Kawasan Rumah Pangan Lestari ) menambah semangat kelompok tani / KWT yang ada di Kota Surakarta khususnya wilayah Kecamatan Laweyan. Mau tidak mau program ini sangat membantu dalam meningkatkan kegiatan kelompok wanita tani yang ada di kecamatan Laweyan. Kegiatan kelompok lebih komplek disamping pertemuan rutin kelompok juga ada kegiatan lain seperti membuat bibit sayuran sendiri, membuat demplot tanaman sayuran. Membentuk satu kawasan tanaman sayuran. Setiap anggota diwajibkan untuk memelihara tanaman sayuran dalam plastik polibag yang terbagi dalam sayuran daun dan sayuran buah. Kelompok juga mengusahakan tanaman toga seperti : jahe, kunir, sere, laos.Tidak hanya terbatas pada menanam sayuran, buah dan toga, kelompok sudah mulai menjual hasil budidaya kelompok pada event pameran di Kota Surakarta, carfree day dan pada kegiatan lainnya. Kegiatan kelompok juga sudah mulai membuat olahan pangan sebagian bahan dari hasil budidaya sendiri seperti peyek dan jahe instan.Tidak hanya sampai disitu kelompok tani atau Kelompok Wanita Tani sering mengikuti kegiatan yang diadakan oleh pemerintah Kota Surakarta maupun Provinsi Jawa Tengah.Disusun oleh : Anang Dwinanto. B ( Penyuluh Kota Surakarta ) OPTIMALISASI LAHAN PEKARANGAN DIPERKOTAAN Permasalahan diperkotaan kaitannya dengan dunia pertanian antara lain penduduknya sangat padat, hunian atau perumahannya sangat rapat, lahan untuk budidaya atau menanam sangat sempit dan terbatas bahkan tidak ada lahan sama sekali.Namun demikian tidak menyurutkan niat kita untuk melakukan kegiatan menanam utamanya sayuran dan buah, karena di kota SDM nya sangat banyak, mulai bermunculan kelompok masyarakat, kelompok tani, KWT yang semuanya mengusahakan budidaya tanaman pertanian. Daya dukung yang lain kita tahu kota merupakan tempat pemasaran atau jual beli hasil pertanian seperti sayur, buah dan juga tempat agrobisnis. Pertumbuhan ekonomi masyarakat perkotaan juga sangat pesat, sehingga keinginan untuk mengkonsumsi hasil pertanian baik sayuran atau buah juga semakin meningkat.Melihat itu semua maka Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Surakarta melalui Petugas Penyuluh Lapangan ikut memberdayakan masyarakat yang ada di kota ini dengan memberikan sosialisasi, pendampingan dan pelatihan mengenai cara budidaya yang baik dengan mengenalkan teknik budidaya seperti potisasi, vertikultur dan hidroponik. Dengan cara itu maka masyarakat atau kelompok akan tahu cara budidaya yang baik, mampu melaksanakan kegiatan budidaya sendiri dan akhirnya mau melakukan sehingga dengan harapan akan dapat tambahan hasil baik untuk meningkatkan gizi keluarga maupun meningkatkan nilai ekonomi dalam keluarga.Dengan adanya program KRPL ( Kawasan Rumah Pangan Lestari ) menambah semangat kelompok tani / KWT yang ada di Kota Surakarta khususnya wilayah Kecamatan Laweyan. Mau tidak mau program ini sangat membantu dalam meningkatkan kegiatan kelompok wanita tani yang ada di kecamatan Laweyan. Kegiatan kelompok lebih komplek disamping pertemuan rutin kelompok juga ada kegiatan lain seperti membuat bibit sayuran sendiri, membuat demplot tanaman sayuran. Membentuk satu kawasan tanaman sayuran. Setiap anggota diwajibkan untuk memelihara tanaman sayuran dalam plastik polibag yang terbagi dalam sayuran daun dan sayuran buah. Kelompok juga mengusahakan tanaman toga seperti : jahe, kunir, sere, laos.Tidak hanya terbatas pada menanam sayuran, buah dan toga, kelompok sudah mulai menjual hasil budidaya kelompok pada event pameran di Kota Surakarta, carfree day dan pada kegiatan lainnya. Kegiatan kelompok juga sudah mulai membuat olahan pangan sebagian bahan dari hasil budidaya sendiri seperti peyek dan jahe instan.Tidak hanya sampai disitu kelompok tani atau Kelompok Wanita Tani sering mengikuti kegiatan yang diadakan oleh pemerintah Kota Surakarta maupun Provinsi Jawa Tengah.: Anang Dwinanto. B ( THL - TBPP Kota Surakarta )