OPTIMALISASI PEMANFAATAN PEKARANGAN DENGAN BUDIDAYA SAYURAN ORGANIK OLEH KWT MORAMAY DESA MENGERUDA
Ketidakcukupan pemenuhan kebutuhan pangan akan mengancam kondisi kesehatan, kelangsungan hidup dan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, upaya- upaya penanganan dan pemantapan ketahanan pangan perlu terus mendapat perhatian dari pemerintah. Kelompok Wanita Tani Mora May di desa mengeruda Kecamatan Soa, Kabupaten Ngada dengan dampingan penyuluh pertanian setempat berupaya untuk memanfaatkan dan membudayakan pola konsumsi pangan yang beraneka ragam dan seimbang serta aman guna memenuhi kebutuhan gizi keluarga agar dapat hidup sehat. Dengan memanfaatkan pekarangan dengan budidaya sayuran organik diharapkan dapat meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat untuk membentuk pola konsumsi pangan yang baik. Kegiatan ini merupakan model pemanfaatan setiap jengkal lahan termasuk lahan kosong dipekarangan, sebagai penghasil pangan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga. Kegiatan ini juga dilaksanakan dalam rangka mendukung program pemerintah untuk penanganan daerah STUNTING, daerah rawan pangan dan daerah destinasi wisata. Tujuan dari pemanfatakan pekarangan ini adalah : Mengembangkan kawasan rumah pangan lestari yang berbasis sumber daya lokal Meningkatkan partisipasi kelompok wanita dalam penyediaan sumber pangan dan gizi keluarga melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan. Meningkatkan motivasi, partisipasi dan aktivitas masyarakat dalam penganekaragaman konsumsi pangan. Menyediakan sumber pangan Gizi keluarga. Meningkatkan produksi ternak unggas untuk memenuhi konsumsi protein keluarga. Untuk kebutuhan benih sayuran didapatkan dari kebun bibit yang secara bersama- sama disemai dan dikoker oleh semua anggota KWT yang nantinya bibit ini dbagikan kepada anggota untuk dibudidayakan di pekarangannya masing- masing. Sedangkan untuk pola tanamannya dipakai dalam beberapa metode diantaranya pola vertikultur, dan bedengan. Jenis tanaman Tanaman Hortikultura seperti : Sawi bungkus Cabe keriting Terung Tomat Kubis Brokoli Seledri Menurut Ketua kelompok Wanita Tani Mora May ibu Erni Malelak mengatakan bahwa dengan adanya dampingan dan bimbingan penyuluh dalam memanfaatkan pekarangan maka untuk kebutuhan sayur dalam rumah tangga ibu-ibu sudah tidak membelinya lagi karena dapat langsung dipanen dari perangannya sendiri, disamping itu produk sayuran yang dihasilkan aman untuk dikonsumsi karena menggunakan input pupuk dan pestisida organik. Untuk memenuhi kebutuhan protein hewani maka dengan bantuan dari dinas terkait di hibahkan ayam jenis Bangkok untuk dipelihara anggota KWT. Diharapkan dengan bantuan bibit ayam ini dapat memenuhi kebutuhan daging dan telur dalam keluarga.