Loading...

Optimalkan Limbah Padat Sapi Menjadi Pupuk Organik

Optimalkan Limbah Padat Sapi Menjadi Pupuk Organik
PENGELOLAAN DAN PENGOLAHAN LIMBAH PADAT TERNAK SAPI Bahan organik dalam bentuk padat merupakan Kompos yang berguna sebagai bahan untuk memperbaiki tekstur, struktur tanah, mendukung kehidupan mikro dan makro organisme serta sebagai sumber nutrisi bagi tanaman.Kompos adalah bahan alami yang telah lapuk melalui proses penghancuran/penguraian oleh mikro organisme (bakteri) dengan waktu dan cara cara tertentu. Limbah merupakan bahan yang timbul setelah proses produksi selesai, yang umumnya dibuang. Limbah kandang dan tanaman dapat berbentuk padat, cair maupun gas. Limbah yang dihasilkan dari ternak sapi, kambing atau domba akan dapat menimbulkan polusi bau, kotoran mencemari lingkungan sekitarnya dan masih banyak masalah sosial yang ditimbulkan. Namun, hal tersebut bisa diatasi dengan dibuat kompos. Dengan pengolahan kompos bisa mengurangi polusi dan bahkan menghasilkan uang yang tidak sedikit nilainya. Pengolahan limbah ternak kotoran sapi menjadi pupuk organik/kompas sudah dilaksanakan di Kelompok Tani " Tani Makmur" dan Kelompok Tani "Ngudi Rejeki" Sumberharjo Prambanan Sleman Pupuk yang berasal dari sisa tanaman atau/dan kotoran hewan yang telah melalui proses rekayasa, berbentuk padat atau cair dan dapat diperkaya dengan mineral dan/atau mikroba yang bermanfaat memperkaya hara, bahan organik tanah dan mempebaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Prinsip pengomposan atau komposting adalah proses merubah limbah organik menjadi pupuk organik secara biologis dibawah kondisi yang terkontrol. Tujuan pengomposan limbah ternak adalah untuk membuat keseimbangan proses pembusukan bahan organik dalam limbah, mengurangi bau membunuh biji-biji gulma dan organisme pathogen sehingga menjadi pupuk yang sesuai dengan lahan pertanian. Pengolahan kotoran sapi yang memiliki kandungan N, P dan K tinggi sebagai pupuk kompos bisa memenuhi unsur hara yang dibutuhkan oleh tanah dan memperbaiki struktur tanah agar menjadi lebih baik. Tanah yang baik atau sehat, kelarutan unsur-unsur anorganik akan meningkat. Ketersediaan asam amino, vitamin, zat gula dan zat-zat bioaktif hasil dari aktivitas mikroorganisme efektif pada tanah akan bertambah, menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi semakin maksimal. Manfaat penggunaan pupuk organik Memperbaiki struktur tanah berlempung sehingga menjadi ringan Memperbesar daya ikat tanah berpasir sehingga tanah tidak berderai Menambah daya ikat air pada tanah Memperbaiki drainase dan tata udara dalam tanah Mempertinggi daya ikat tanah terhadap zat hara Mengandung hara yang lengkap, walaupun jumlahnya sedikit Membantu proses pelapukan bahan mineral Memberi ketersediaan bahan makanan bagi mikrobia Bahan yang disiapkan Kotoran sapi minimal 80 – 83% dan lebih bagus jika bercampur dengan urin. Serbuk gergaji atau sekam atau jerami Abu dapur 10% Kapur pertanian 2% Bahan pemacu mikroorganisame / biostarter 0,25%. Cara pembuatan pupuk organik Tumpuk bahan berlapis dimulai dari bahan yang paling banyak. Hamparkan kotoran dengan ketebalan 25-30 cm, lalu tumpuk diatasnya sekam/gergajian, kemudian abu, kapur, biostarter lalu ciprati air secukupnya. Bila kotoran mengandung kadar air yang tinggi tidak perlu ditambah air. Taburi bahan dengan biostaterUlangi proses diatas berulang-ulang sampai semua bahan habis. Tumpukan semakin tinggi semakin baik. Dan dilanjutkan pemasangan pralon yang sudah diberikan lubang. Tujuan pemasangan pralon yaitu untuk mengeluarkan suhu panas saat proses pengomposan,sehingga kompos tidak perlu dibolak balik. Ditutup menggunakan terpal. Kompos akan baik bila dibongkar setelah ±35 hari. Kompos digiling/diayak, disaring lalu dikemas (packing). Ciri Kompos yang Sudah Jadi : Warna : warna kompos coklat kehitaman Aroma : kompos tidak mengeluarkan aroma menyengat, aroma lemah seperti bau tanah atau bau humus Apabila dikepal, kompos akan mengg bila ditekan, gumpalan kompos akan hancur dengan mudah. Cara Penyimpanan Kompos Jaga kelembabanya jangan sampai kurang 20 % dari bobot. Jangan sampai kena matahari atau air/hujan secara langsung. Jika hendak dikemas pilih kemasan yang kedap udara dan tak mudah rusak. Kompos sebaiknya disimpan tidak terlalu lama untuk mengurangi sedikit penurunan unsur hara Penulis : Desi Erawati,STP (PPL Prambanan -DIY)