Loading...

Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dan pengaruh iklim pada Tanaman Padi

Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)  dan pengaruh iklim pada Tanaman Padi
Berbagai upaya dilakukan untuk mendapatkan hasil budidaya tanaman padi yang sehat, hasil panen optimal tanpa gangguan yang dapat menurunkan produktivitasnya. Namun pada pelaksanaannya banyak faktor yang mempengaruhi tingkat produksi padi, diantaranya adalah adanya gangguan hama dan penyakit pada tanaman padi atau yang biasa dikenal dengan istilah organisme pengganggu tanaman (OPT). Ada tiga kelompok OPT yang sering ditempatkan pada status OPT utama atau dijadikan sasaran utama di dalam pelaksanaan pengendalian OPT, yaitu yang endemik, sporadik, dan migran. Pencegahan serangan OPT dan penciptaan keseimbangan umum hanya dapat terlaksana jika unsur-unsur yang terlibat di dalamnya saling mendukung. Salah satu faktor yang mempengaruhi serangan OPT adalah kondisi iklim. Memasuki awal musim penghujan serangan OPT perlu diwaspadai mulai dari awal budidaya tanaman padi hingga menjelang masa panen, pengamatan rutin pun harus terus dilaksanakan agar kondisi tanaman terus terpantau dan dapat dilakukan usaha preventif untuk pengendalian sedini mungkin. Pada dasarnya penyakit hanya dapat terjadi jika ketiga faktor yaitu patogen, inang dan lingkungan mendukung, perubahan sala satu komponen akan berpengaruh terhadap intensitas penyakit yang muncul.Selain kondisi iklim, kelembaban pun berpengaruh pada perkembangan organisme Pengganggu Tanaman (OPT), Tanaman dengan jarak tanam yang lebih rapat, air lebih tergenang cenderung kelembabannya tinggi. Kondisi seperti ini yang kemudian mengakibatkan kelembaban meningkat, populasi dan kerusakan akibat penyakit menjadi semakin tinggi. Sehingga tak heran jika pada musim ini serangan penyakit seperti blast, keresek pada tanaman padi pun meningkat. Dengan meningkatnya kelembaban udara di area budidaya tanaman padi, maka suhu pun akan menjadi lebih rendah, kondisi seperti ini yang disukai oleh serangga karena dalam siklus hidupnya serangga membutuhkan kondisi lingkungan (kelembaban dan suhu) yang menunjangnya untuk berkembang biak.Kondisi lingkungan yang selanjutnya adalah adanya hembusan angin yang cukup besar. Asngin berperan dalam perpindahan serangga dari suatu tempat ke tempat lainnya. Selain daripada itu, dengan adanya hembusan angin yang kencang akan mengakibatkan gesekan pada daun tanaman padi dan mengakibatkan luka, hal ini dimanfaatkan oleh bakteri untuk masuk dan akhirnya akan membuat tanaman menjadi sakit. Sebagai contoh penyakit kresek. Untuk meminimalisir hal tersebut diatas, dapat dilakukan beberapa hal seperti penggunaan metode tanam jajar legowo super, dimana adanya pemilihan benih yg baik, jarak tanam yang tdak terlalu rapat hingga penanggulangan OPT dengan pendekatan Pengendalian Hama Terpadu (PHT), mengurangi penggunaan pestisida kimia yang berlebihan, tidak berambisi untuk membunuh OPT yang kurang mempertimbangkan aspek ekologinya melainkan mulai bersahabat dengan alam dengan memanfaatkan musuh alami sehingga dengan demikian keseimbangan alam terjaga.