Loading...

PADANG PENGGEMBALAAN ALAM

PADANG PENGGEMBALAAN ALAM
Area padang penggembalaan yang masih tersedia luas berada di luar Pulau jawa, yang sebagian besar atau dapat dikatakan semuanya merupakan padang pengembalaan alam, yang didominasi oleh rumput alam atau alang-alang. Jenis padang penggembalaan seperti ini mempunyai kapasitas tampung yang rendah. Luas padang penggembalaan saat ini makin berkurang, karena banyak yang sudah beralih fungsi untuk kepentingan lain. Diharapkan alih fungsi ini tidak akan terjadi lagi, namun sampai saat ini pengembangannya dalam pemanfaatannya masih tidak optimal. Perbaikan padang penggembalaan perlu dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas tamping dan kualitas hijauannya sehingga produksi ternak meningkat tanpa merusak habitat dan lingkungan. Perbaikan padang penggembalaan meliputi perbaikan teknis dan nonteknis. Perbaikan yang bersifat teknis antara lain perbaikan vegetasi (introduksi rumput unggul dan leguminosa) kombinasi dengan pemupukan, penyediaan sumber air (embung-embung), pemagaran (bila diperlukan) dan tak kalah pentingnya adalah manajemen penggembalaan untuk menjamin keanekaragaman tanaman tetap terjaga, tidak overgrazing (penggembalaan yang berlebihan) atau undergrazing (penggembalaan kurang). Pada kasus overgrazing, padang rumput menjadi gundul dan rumput sulit untuk tumbuh kembali dan lama kelamaan yang tumbuh adalah gulma berbatang keras atau gulma beracun. Sementara itu pada kasus undergrazing dimana ada sektor-sektor padang rumput yang tidak pernah diinjak oleh ternak, rumput akan tumbuh semakin tua dank eras, sehingga ternak tidak akan menyentuhnya, dan pada akhirnya rumput berubah menjadi gulma. Untuk menghindari overgrazing atau undergrazing, padang penggembalaan di bagi menjadi paddock-paddock, ternak digembala secara rotasi dan dengan stocking rate yang tepat. Dalam rangka mengoptimalkan hasil dan kualitas hijauan pakan suatu pasture harus digembala dengan frekuensi, intensitas dan durasi yang tepat, untuk memungkinkan tanaman tetap sehat dan secara kontinyu menghasilkan produksi hijauan dengan kualitas tinggi.Sebagian besar padang rumput alam telah mengalami degradasi sehingga daya dukung padang rumput yang tidak terpelihara dan terdegradasi ini sangat rendah. Jenis hijauan yang cocok dibudidayakan di padang rumput atau padang penggembalaan harus emiliki perakaran yang kuat, tahan pijakan, tahan rengutan, dan toleran terhadap kekeringan. Beberapa jenis hijauan unggul yang cocok untuk padang penggembalaan:Penggembalaan ringan: Rumput Beha, Gamba, Pangola, Buffel, stilo dan Siratro. Penggembalaan sedang :Rumput Rhodes, Malela, Star grass, Setaria, Desmodium dan Sentro. Penggembalaan berat: Rumput Signal, Australi, Bahia, Kawat, Kalopo dan Puero.Dengan kapasitas tamping 0,5 satuan ternak per hektar (ST/ha), ternak yang digembalakan tidak mampu meningkatkan bobot badannya. Padahal di padang-padang rumput yang ditanami rumput unggul dan dipelihara dengan baik, seperti di Negara-negara yang peternakannya sudah maju., kapasitas tamping dapat ditingkatkan. Pola pemeliharaan ternak dengan cara penggembalaan ini cocok untuk wilayah padat ternak tetapi jarang penduduk seprti di Indonesia bagian timur khususnya di NTT. (Penulis : Suwarna)Sumber : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian," Sumber daya Genetik Tanaman Pakan Ternak Adaptif Lahan Kritis", 2012.