Loading...

Padi di Kabupaten Sumbawa memasuki masa panen, Pertanian Tidak Berhenti.

Padi di Kabupaten Sumbawa memasuki masa panen, Pertanian Tidak Berhenti.
Terkait Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh belahan bumi, Petani di Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa Propinsi Nusa Tenggara Barat tetap melaksanakan kegiatannya di lapangan. Beberapa hari belakangan ini, pertanaman padi di Kecamatan Buer telah memasuki musim panen untuk yang ditanam pada awal Musim Penghujan. Buruh tani, penggarap, pemilik lahan dan Petugas Pertanian Lapangan terus bergerak memanen kebutuhan dasar manusia yang menjadi sumber karbohidrat bagi tubuh tersebut. Seorang Buruh Tani bernama Ahmad menjelaskan tentang kekhawatirannya akan pandemi Covid 19 yang terus menularkan penyakitnya di seluruh dunia, melalui siaran televisi dan anjuran kesehatan yang disuluhkan oleh PPL di Desa, beliau menyadari bahwa ada dua cara untuk memutus mata rantai penyebaran penyakit yang mengerikan itu, yakni dengan berdiam di rumah saja atau dengan menggunakan prosedur perlindungan diri ketika keluar rumah. Pemilik lahan bernama H. Rusdi mengaku mengetahui status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang di umumkan oleh Bapak Presiden Jokowi dan diterapkan sejak 2 April 2020 Lalu, namun keadaan pertanaman memerlukan penanganan yang sifatnya segera dan untuk memenuhi kebutuhan hajat hidup orang banyak, maka prosedur keluar rumah yang dianjurkan oleh WHO harus di terapkan. “yang penting kerjanya jaga jarak.”. Pungkas Beliau. Penggarap lahan bernama Mansyur menuturkan bahwa PPL sedari pagi telah datang pagi buta untuk mengarahkan prosedur keluar rumah sesuai standar WHO, dalam ceramahnya tadi pagi PPL berujar bahwa kearifan lokal di Sumbawa yang diistilahkan dengan “Bisik” (Risih) memiliki kedekatan dengan standar standar WHO, yakni risih jika disekitar kita ada yang tidak berperilaku hidup bersih, risih jika mengkonsumsi makanan di mana peralatan makannya belum terlalu bersih, risih jika mencuci tangan belum bersih, risih jika terlalu dekat secara fisik dengan orang lain ketika berkomunikasi. Jadi menurut hemat beliau, istilah “Bisik” yang banyak diterapkan oleh orang Sumbawa sangat baik dalam mencegah terjadinya penularan Covid-19. Menteri Pertanian Bapak Dr. Syahrul Yasil Limpo menyampaikan dalam pidatonya saat peluncuran Kostratani Tahun 2019 lalu, bahwa Pertanian sebagai penyedia bahan pangan pokok bagi 267 Juta Masyarakat Indonesia, sebagai penyerap tenaga kerja terbesar, penyedia bahan baku industri dan senantias menjaga stabilitas negara kesatuan Republik Indonesia. Tampaknya, Peran Pertanian tersebut harus semakin digiatkan sebagai logistik menghadapi perang melawan Covid-19 sekarang ini. Kerja kerja lapangan di bidang pertanian menurut dr. Erlina Burhan ( Ketua Pkja Infeksi Pengurus Pusat PDPI) dapat mendukung pencegahan penyebaran Covid-19 selama prosedur perlindungan diri tetap digunakan, sehingga muncul pernyataan yang sifatnya positif bahwa pertanian dapat mencegah Covid-19. Sebagai bukti dari hal tersebut bahwa lahan pertanian termasuk sebagai zona hijau (aman), Sinar matahari di lahan Pertanian yang berlimpah menyebabkan virus Covid-19 bersifat tidak aktif, dan asupan gizi dari bahan pangan segar dapat meningkatkan kekebalan terhadap Covid-19. “Ayo genjot terus produksi pertanian.”. Ujar beliau sambil mengepalkan tangan ke atas di sela sela pertemuan di gedung kementan beberapa hari lalu. Menurut PPL, Petani Kecamatan buer telah menuntaskan Kegiatan Panen seluas 80 Ha hingga Akhir Maret 2020 dari 260 Ha Zona A. Setiap hari, luasan panen terus bertambah dan disusul kemudian dengan persiapan tanam MK I oleh petani. “Di tengah hantaman Pandemi Covid-19, Pertanian Harus Terus Bergerak.” Menutup pembibicaraan dengan optimis.