Selain ditanam pada lahan sawah tanaman padi juga bisa dibudidayakan pada lahan kering atau sering kita sebut dengan budidaya padi gogo. Budidaya padi gogo rancah dilakukan pada lahan sawah yang ditanam sebelum lahan sawah diberi air (diairi 30 – 40 HST). Kelebihan sistem tanam gogo rancah diantaranya adalah penghematan tenaga kerja ; pengolahan tanah, penyemaian, pencabutan bibit, penyiangan, dan tentunya lebih menghemat waktu. Penyiapan Lahan Pengolahan tanah dapat dilakukan secara olah tanah sempurna (OTS), olah tanah minimum (OTM), dan atau tanpa olah tanah (TOT). Untuk meningkatan produktivitas, tanah perlu diberi bahan organik (pupuk hijau, pupuk kandang, kompos) sebanyak 5-10 ton/ha. Pengendalian gulma pada kondisi kering sebelum musim hujan. Penanaman Waktu tanam secara tepat dengan memperhitungkan hujan karena akan menentukan keberhasilan padi gogo rancah (kapasitas lapang). Penanaman dilakukan dengan cara tugal (3-5 biji/lubang). Benih yang dibutuhkan adalah 40 kg/ha untuk monokultur. Jarak tanam 40 x 15 cm atau 30 x 30 cm. Lokasi baru yang banyak terdapat ulat grayak, uret, dan lalat bibit, benih perlu dicampur dengan insektisida butiran Furadan atau Regent dengan takaran 2 kg/20 kg benih. Benih yang ditanam akan mulai tumbuh setelah umur 10-20 hari setelah tanam. Pemupukan Urea, SP36, dan KCl sesuai kesuburan tanah setempat. Urea diberikan ½ bagian pada saat tanaman berumur 14 hari setelah tugal bersama dengan keseluruhan takaran SP36 dan KCl. Sisa urea diberikan saat tanaman berumur + 40 hari setelah tugal. Pemberian pupuk disertai dengan penyiangan. Seluruh pupuk diisikan dalam larikan yang dibuat sepanjang baris tanaman pada saat tanah dalam kondisi lembab, kemudian tutup kembali dengan tanah atau dengan cara tugal pada jarak + 5 cm dari lubang tanam sedalam 7 cm. Pengendalian Gulma Sebelum pengolahan tanah. Bila dalam beberapa hari tumbuh gulma adakan penyemprotan ulang. Penyiangan manual secara rutin menggunakan sabit, koret. Penggunaan herbisida. Untuk sistim pengolahan tanah sempurna gunakan juga herbisida pembeku biji gulma. Pengendalian Hama & Penyakit Hama : Lundi/uret, lalat bibit, penggerek batang, wereng coklat, walang sangit, dan tikus. Penyakit : Blas dan bercak coklat. Tanda-tanda serangan organisme pengganggu sama dengan tanda-tanda serangan pada padi sawah. Demikian pula cara-cara pengendaliannya mengikuti anjuran setempat. Panen Dilakukan sebaiknya pada fase masak panen dengan ciri kenampakan 90% gabah sudah menguning. Panen pada fase masak lewat panen, yaitu saat jerami mulai mengering, pangkal malai mulai patah, dapat mengakibatkan banyak gabah rontok saat panen. Sebaiknya panen dilakukan dengan sabit bergerigi dan perontokan dengan power tresher. Perontokan dengan memukul-mukul batang padi pada papan sebaiknya dihindari, karena menyebabkan kehilangan hasil yang cukup besar sampai 3,4%. Penulis : Sugiyanto, SP (PPL Kec. Metro Pusat) Sumber : Modul Pelatihan Penyuluh