Kecamatan Bayongbong memiliki varietas padi unggul yang menjadi ciri khas dan salah satu komoditas unggulan, yaitu padi Sarinah. Varietas ini memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi dibandingkan varietas lainnya karena memiliki tekstur yang pulen dan rasa yang enak.Padi varietas Sarinah diluncurkan pada tahun 2006 dengan deskripsi (sumber : Balitbangtan)� Umur tanaman 110 � 125 hari� Rata-rata hasil 6,98 ton/Ha� Potensi hasil 8 ton/Ha� Kerentanan terhadap hama wereng coklat biotipe 1, 2, 3 dan penyakit tungro� Bisa ditanam di lahan sawah dataran sedang sampai tinggi.Saat ini diperlukan upaya pemuliaan padi varietas Sarinah, karena dengan kondisi lahan dan cara budidaya petani menyebabkan kemurnian varietas Sarinah semakin menurun. Hal ini berdasarkan pengamatan lapangan dan informasi dari petani pembudidaya bahwa mereka memerlukan padi varietas lain yang lebih unggul.Pada tahun 2017, Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) menawarkan kerjasama penyebaran benih padi varietas Inpari Sidenuk. Varietas tersebut telah dilepas sejak tahun 2011 dengan keluarnya SK Menteri Pertanian No. 2257 Tahun 2011 dengan deskripsi sebagai berikut Sumber : Balitbangtan) :� Umur tanaman 103 hari� Rata-rata hasil 6,9 ton/Ha� Potensi hasil 9,1 ton/Ha� Agak tahan terhadap wereng batang coklat biotipe 1, 2 dan 3, Rentan terhadap tungro� Cocok ditanam di ekosistem sawah dataran rendah sampai ketinggian 600 m dpl� Tekstur nasi pulenUntuk tahap pertama, BATAN bekerjasama dengan kelompok tani Karya Muda, desa Sirnagalih Kecamatan Bayongbong, dengan volume benih yang dikirimkan sebanyak 200 Kg untuk lahan sawah seluas 2 Ha.Kegiatan penanaman padi sawah Inpari Sidenuk di kelompok tani Karya Muda mulai pada bulan April 2017 dan dipanen pada bulan Agustus 2017 dengan hasil ubinan seberat 6,3 kg, jika dikonversi mengasilkan produktivitas sebesar 10,08 ton/Ha. Jumlah anakan produktif 23 � 35 /rumpun, jumlah gabah/malai 228 bulir dengan bulir padi bernas sebanyak 221 bulir. Sebagai pembanding, produktivitas padi varietas sarinah pada saat itu sebesar 6,9 ton/Ha, jumlah anakan produktif 20 � 30/rumpun, dan jumlah gabah/malai sebanyak 160 bulir.Petani demonstrator sangat puas dengan hasil yang diperoleh dari budidaya padi varietas Inpari Sidenuk tersebut, dan melakukan upaya penyebaran di kelompok tani yang memiliki potensi lahan seluas 30 Ha.Tahun 2018, BATAN kembali menawarkan kerjasama penyebaran padi varietas Inpari Sidenuk. Pada kemitraan tahap 2 ini bekerja sama dengan Gapoktan Sauyunan desa Salakuray kecamatan Bayongbong, dengan jumlah benih yang diberikan sebanyak 100 Kg untuk lahan seluas 4 Ha. Benih padi diterima pada 28 Februari 2018, dan Gapoktan bersama penyuluh melakukan distribusi ke anggota gapoktan pada tanggal 5 Maret 2018. Pelaksanaan budidaya benih padi varietas Sidenuk di Gapoktan Sauyunan dimulai pada akhir Maret 2018. Ketua Gapoktan Sauyunan, Yayat Hidayat, mewakili anggota berharap dengan kerjasama ini mereka mendapat keuntungan dari produktifitas yang lebih tinggi dan kualitas yang lebih baik, sehingga selanjutnya program penyebaran benih padi varietas Inpari Sidenuk bisa berhasil dengan baik. ( Lia Indria P)