Loading...

Padi Sawah Di Dki Jakarta Masih Ada

Padi Sawah Di Dki Jakarta Masih Ada
Padi Sawah di Jakarta Masih Ada. Demikian pernyataan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta dalam acara panen bersama padi sawah di Kelompok tani Maju Bersama di Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara pada tanggal 22 Januari 2020. Luas Panen padi sawah yang dipanen 100 Ha lebih, sedangkan luas baku tanam padi sawah di Jakarta Utara sebanyak 380 Ha. Jadi sawah di Jakarta ternyata masih ada. Selanjutnya Kepala Dinas menegaskan bahwa sisa luas baku padi sawah ini akan diupayakan semaksimal untuk menghasilkan padi dengan kualitas yang unggul dan dengan inovasi yang modern. Beberapa upaya yang akan dilakukan oleh pemerintah Provinsi antara lain memperlancar aliran air dalam saluran primer, sekunder dan tersier dikawasan padi sawah dengan membebaskan lahan yang menjadi hambatan aliran air, selanjutnya untuk kepastian benih unggul, akan diupayakan bantuan benih unggul sesuai dengan anjuran dari Kementerian Pertanian, untuk Inovasi teknologi pertanian diharapkan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jakarta akan melakukan beberapa uji adaptasi beberapa varietas unggul dengan menerapkan beberapa teknologi baru, dalam rangka meningkatkan produktifitas padi serta meningkatan Indeks Pertanaman (IP) . Dalam pertemuan tersebut diharapkan juga dukungan dari Direktorat Jendral Sarana Pertanian, Kementan dalam memenuhi kebutuhan peralatan tanam dan mesin perontok padi dilahan petani. Upaya yang akan dilakukan itu didasarkan atas kebutuhan dan masalah-masalah yang dihadapi oleh para anggota kelompok tani yang berjumlah 8 kelompok dalam kawasan tersebut. Hal tersebut terungkap dalam diskusi antara Kepala DInas dengan para petani yang ada seperti misalnya masalah saluran air yang sering menghambat, jika musim hujan terjadi kebanjiran dan pada waktu musim kemarau kekurangan air. Masalah lain adalah ketersediaan benih unggul yang siap tanam masih kurang dan kurangnya tenaga kerja waktu tanam (tandur) dan pada waktu pemeliharaan tanaman. Hal ini mengakibatkan tidak serempaknya waktu tanam antar kelompok dalam kawasan tersebut. Dampak lanjutannya adalah serangan hama dan penyakit yang terus menerus menyerang, seperti hal serangan hama burung, ketika masa panen tiba seperti sekarang ini. Acara panen bersama ini diisi dengan pemberian bantuan berupa benih unggul kepada para kelompok tani terutama yang mengalami bencana banjir yang terjadi baru-baru ini. Acara berlangsung cukup meriah dan memberikan motivasi bagi para anggota kelompok tani ini dihadiri oleh Wakil Walikota Jakarta Utara, Bappeda, Biro Perekonomian para Kepala Suku Dinas dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, serta para anggota kelompok tani yang berada dalam kawasan pertanaman padi di Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. (Didi Setiabudi, Penyuluh Pertanian Madya, Dinas KPKP 2020)