Loading...

PADI VARIETAS UNGGUL hasil kombinasi teknik mutasi radiasi dan persilangan

PADI VARIETAS UNGGUL hasil kombinasi teknik mutasi radiasi dan persilangan
Seperti yang kita ketahui, masalah utama yang dihadapi pemerintah dalam produksi bahan pangan, terutama beras adalah semakin berkurangnya lahan sawah subur. Berkurangnya lahan ini antara lain dipergunakan untuk daerah pemukiman, jalan, kawasan industri, dan lain-lain. Jumlahnya dari tahun ke tahun terus meningkat, tercatat lebih dari 50.000 hektar lahan pertanian mengalami alih fungsi menjadi lahan non pertanian. Di samping itu masalah lainnya kejadian alam seperti pengaruh iklim, banjir dan kekeringan serta adanya serangan hama dan penyakit menyebabkan berkurangnya produktivitas lahan dan tanaman. Selain ketersediaan lahan, upaya peningkatan produksi padi nasional tidak dapat dipisahkan dari inovasi teknologi. Untuk itu, pemerintah berupaya menghasilkan berbagai terobosan teknologi untuk peningkatan produksi padi, terutama varietas unggul berdaya hasil tinggi dan tahan terhadap hama penyakit, yang diyakini mampu meningkatkan produktivitas padi nasional. Peningkatan produksi pangan khususnya padi terus dilaksanakan dalam upaya mencapai kemandirian pangan, menjamin ketahanan pangan masyarakat dan pencapaian swasembada pangan dan swasembada berkelanjutan untuk memenuhi surplus 10 juta ton beras tahun 2014 seeara nasional. Realisasi tahun 20 I0 produksi padi nasional mencapai 66,41 juta ton gabah kering giling, sedangkan tahun 2011 produksi beras diperkirakan mencapai 67,31 juta ton gabah kering giling yang setaradengan 37,8 juta ton beras. Minimnya sarana pengairan saat ini menjadi salah satu hambatan besar dalam peningkatan produksi padi di Indonesia. Pemerintah berharap setiap tahunnya ada kenaikan dalam produksi bahan pangan terutama beras.Potensi Teknologi ; Penggunaan varietas unggul merupakan salah satu cara yang handal untuk meningkatkan produksi pangan. Cara ini lebih aman, ramah lingkungan dan lebih murah biayanya. Oleh karena itu, usaha untuk mendapatkan varietas unggul baru harus dilakukan secara intensif sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada. Penciptaan varietas baru dapat dilakukan dengan meningkatkan keragaman genetik dengan cara persilangan antar spesies, introduksi genotip, kultur jaringan dan pemuliaan mutasi dengan teknik iradiasi. Diskripsi Padi Varietas Unggul Hasil Litbang BATAN :1. Diah Suci : Asal padi seleksi pedigree dari radiasi benih F1 (Cilosari/IR-74) dengan sinar gamma dosis 0,2 kGy, nomor seleksi Obs-1659/PsJ, umur tanaman 115-120 hari, produksi 6-9,4 ton/ha GKG, rasa nasi sangat pulen, bentuk gabah ramping, ketahanan hama wereng coklat biotipe 1 tahan biotipe 2 tahan biotipe 3 agak tahan – penyakit Hawar daun strain III tahan strain IV agak tahan, keterangan Sk Mentan No. 386/Kpts/SR.240/7/2003.2. Mira-1 : Asal padi seleksi pedigree dari radiasi Cisantana dengan sinar gamma dosis 0,2 kGy, nomor seleksi Obs-1688/PsJ, umur tanaman 115-120 hari, produksi 6,29-9,20 ton/ha GKG, rasa nasi pulen, bentuk gabah ramping, ketahanan hama wereng coklat biotipe 2 tahan biotipe 3 agak tahan – penyakit Hawar daun strain III tahan strain IV agak tahan, keterangan Sk Mentan No. 134/Kpts/SR.120/3/2006.3. Bestari : Asal padi seleksi pedigree dari radiasi benih F1 (Cilosari/IR-74) dengan sinar gamma dosis 0,2 kGy, nomor seleksi Obs-1692/PsJ, umur tanaman 115-120 hari, produksi 6,56-9,42 ton/ha GKG, rasa nasi pulen, bentuk gabah ramping, ketahanan hama wereng coklat biotipe 2 tahan biotipe 3 agak tahan – penyakit Hawar daun strain III tahan strain IV agak tahan, keterangan Sk Mentan No. 1012/Kpts/SR.120/2/2008.4. Inpari Sidenuk : Asal padi Diah Suci diradiasi sinar gamma dengan dosis 0,2 kGy dari 60CO, nomor seleksi Obs-1703/PsJ, umur tanaman +/- 103 hari, produksi 6,9-9,1 ton/ha GKG, rasa nasi pulen, bentuk gabah ramping, ketahanan hama wereng coklat biotipe 1 agak tahan biotipe 2 agak tahan biotipe 3 agak tahan – penyakit Hawar daun strain III agak tahan strain IV agak tahan, strain VIII rentan, keterangan Sk Mentan No. 2257/Kpts/SR.120/5/2011.5. Mugibat : Asal padi Cimelati diradiasi sinar gamma dengan dosis 0,2 kGy dari 60CO, nomor seleksi Obs-1740/PsJ, umur tanaman +/- 119 hari setelah sebar, produksi 6,1-8,2 ton/ha GKG, rasa nasi pulen, bentuk gabah panjang dan ramping, ketahanan hama wereng coklat biotipe 1 agak tahan biotipe 2 agak tahan biotipe 3 agak tahan – penyakit Hawar daun strain III agak tahan strain IV rentan strain VIII rentan, keterangan Sk Mentan No. 2419/Kpts/SR.120/1/2012 Penulis : Agus Sutarman, Penyuluh Pertanian Pusat.Email : agussutarman56@gmail.comSumber Tulisan : Media Informasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nuklir, BATAN