Loading...

PAKAN ALTERNATIF TERNAK RUMINANSIA

PAKAN ALTERNATIF TERNAK RUMINANSIA
Oleh : Bisri Mustopa, S.ST Kec. STL Ulu Terawas Pendahuluan Daging sapi adalah salah satu komoditas peternakan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia. Permintaan konsumen rumah tangga dan industri berbasis daging sapi dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang signifikan, hal ini disebabkan laju pertumbuhan jumlah penduduk, dan peningkatan taraf hidup masyarakat. Rendahnya produksi daging sapi di Indonesia, karena peternakan sapi umumnya masih dilakukan secara ekstensif dan belum memanfaatkan limbah pertanian sebagai pakan ternak. Aneka Pakan Alternatif Ketersediaan pakan dalam jumlah yang cukup dan berkualitas sangat menentukan kesuksesan budidaya sapi potong, Limbah hasil pertanian dan perkebunan cukup tersedia di Indonesia, namun potensinya belum dimanfaatkan secara optimal sebagai pakan ternak. Pemanfaatan limbah pertanian dan perkebunan sebagai pakan ternak baru mencapai 30-40% dari potensi yang tersedia saat ini Potensi ketersediaan beberapa limbah pertanian dan perkebunan yang dapat digunakan sebagai pakan alternatif ternak ruminansia antara lain adalah: Jerami Padi Memiliki protein kasar hanya (3 – 4%) dan tingginya kandungan serat kasar (32 – 40%) sehingga memiliki tingkat kecernaan yang rendah yaitu berkisar antara 35 – 37%. Beberapa penelitian melaporkan bahwa bahwa kandungan protein kasar pada jerami padi fermentasi meningkat dari 5,36% menjadi 6,78%. Kandungan protein tersebut ternyata cukup untuk memenuhi kebutuhan sapi potong. Fermentasi dengan urea ternyata bisa juga memperbaiki daya cerna pakan. Cara Membuat Jerami Fermentasi Sediakan bahan bahan dan peralatan Jerami padi (Usahakan bersih dan tidak basah/berembun) Dedak (atau sumber karbohidrat lain) Urea (6kg/ton) dan Tetes tebu (1ltr/ton) diencerkan dengan 15ltr air Cara pembuatan jerami fermentasi atau silase jerami dengan menggunakan bahan tambahan urea adalah : Jerami padi ditambahkan urea sebanyak 4 % dalam 100 kg jerami. Urea padatan sebanyak 4% dilarutkan dengan sedikit air supaya lebih merata saat disemprotkan. Jerami ditumpuk, lalu baru disemprotkan larutan urea diatasnya dan kembali diberi jerami, dan seterusnya hingga jerami habis. Setelah selesai jerami tadi ditutup agar terjadi reaksi anaerob dan didiamkan selama 2 -3 minggu Setelah 2 -3 minggu, jerami fermentasi sudah dapat diberikan. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa proses fermentasi dapat menurunkan kandungan residu pestisida golongan organokhlorin (OC) Contoh :(Aldrin, Dieldrin, Chlordane, DDT, Kepone) maupun organofosfat (OP) Contoh : Parathion, Malathion, Methylparathion, Leptophos, Diazinon, dll., yang mana keberadaan residu pestisida dalam pakan dapat membahayakan kesehatan ternak dan produk ternak yang dihasilkan. Daun dan Pelepah Kelapa Sawit Pelepah Sawit (OPF) dapat menggantikan fungsi rumput sebagai hijauan karena kandungan gizi yang terdapat pada OPF tidak terlalu jauh beda dengan rumput, OPF dari hasil penelitian sebaiknya OPF dikupas kulit luarnya dan hanya mengambil isinya yang berwarna putih dari dua pertiga bagian ujung pelepah ke tandan, untuk tahap awal sebaiknya pemberian OPF diberikan 50% dari pakan hijauan dan akan lebih baik hasilnya jika didampingkan pemberiannya dengan pakan konsentrat. Bungkil inti sawit / BIS (Palm kernel cake) Adalah hasil ikutan pada proses pemisahan minyak inti sawit yang diperoleh secara kimiawi (ekstraksi) atau dengan proses fisik (expeller). Mengandung kadar protein yang cukup tinggi yaitu sekitar 15,73-17,19% (Chong et al., 1998). Jika dibandingkan dengan jenis pakan konsentrat lain, kandungan protein yang terdapat pada BIS jauh lebih tinggi dibanding Fermentasi Kulit Kakao (9,2%) dan dedak padi (9,8%). Lumpur Sawit (Solid) Solid merupakan sumber daya yang cukup potensial sebagai pakan ternak, murah, tersedia dalam jumlah besar dan relatif tersedia sepanjang waktu, Kandungan proteinnya yang mencapai 14% sangat membantu peningkatan produktivitas berat badan sapi Jerami Jagung Limbah jagung yang dimanfaatkan sebagai bahan pakan atau pakan ternak masih belum optimal berkisar 50% dari total limbah yang dihasilkan, Untuk meningkatkan kualitas bahan pakan jerami jagung, dapat dilakukan dengan fermentasi. Limbah Tebu Limbah utama dari tanaman tebu yang potensial untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak adalah pucuk tebu/daun, molases, ampas tebu dan empulur (pith). Pemberian pucuk tebu pada sapi perah dan sapi potong dapat meningkatkan pertambahan produksi susu sebesar 2 kg susu per hari pada sapi perah dan berat badan sebesar 0,25 kg/hari pada sapi potong. Molases dapat memberikan hingga 80% energy metabolisibel untuk sapi potong dan pertambahan berat badan harian antara 0,7– 0,9/kg/hari pada saat persediaan rumput terbatas Limbah Kulit Kakao Limbah kulit buah kakao (KBK) merupakan pakan yang potensial karena tersedia sepanjang tahun, mudah diperoleh dan mengandung nutrisi tinggi, Kulit buah dengan kandungan protein kasar sebesar 6 – 9 % sangat baik dimanfaatkan sebagai pakan ternak ruminansia Pohon Pisang Pohon Pisang adalah tanaman yang sangat tahan terhadap musim kemarau, limbah dari perkebunan pisang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak alternatif dikala musim kemarau baik itu pakan ternak sapi, Pemanfaatan limbah perkebunan pisang ini untuk pakan mulai dari bonggol pisang, batang pisang, jantung pisang, tandan pisang, pelepah dan daun pisang. Cara Pembuatan Fermentasi Gedebog Pisang Untuk Pakan Ternak : Potong kecil-kecil gedebog pisang agar kambing dapat memakan dan mencerna lebih mudah kumpulkan jadi satu di plastik/terpal dan aduk rata dengan bekatul. Tuangkan dan campuran larutan SOC 1 tutup botol, 1 sachet kecap manis, dan 1 sendok makan gula pasir ke dalam wadah plastik aduk hingga rata. Tuangkan larutan SOC yang telah diaduk rata dengan bahan lainnya ke dalam campuran gedebog dan bekatul Masukan semua campuran gedebog pisang, bekatul/dedak yang telah dituang larutan SOC, kecap,dan gula pasir ke dalam ember besar/wadah plastik dan tutup rapat ember besar/wadah plastiknya Proses fermentasi paling cepat 2 jam sampai 4 jam. setelah melalui proses fermentasi maka gedebog pisang siap diberikan ke kambing sebagai pakan ternak. Pelepah dan daun Kelapa Pelepah dan daunnya dapat kita gunakan sebagai alternatif pakan ternak sapi disaat musim pacekelik pakan terutama pada musim kemarau yang panjang. Daunnya bisa langsung diberikan pada ternak sapi namun pada bagian pelepahnya harus dikupas kulit pelindungnya yang keras baru kemudian pada bagian dalam kulit tersebut diberikan pada ternak sapi. Buah Jambu Mente/Jambu Monyet Daging buah yang berserakan di bawah pohon mente dapat dijadikan alternatif pakan ternak di musim kemarau, baik secara langsung diberikan kepada ternak atau dengan melalui fermentasi dengan menggunakan aspergillus nigger sehingga dapat disimpan dan tahan lebih lama.