Loading...

Pakan Ayam Buras Praktis

Pakan Ayam Buras Praktis
FORMULASI PRAKTIS PAKAN AYAM BURAS Oleh : Hanisar, SST Pakan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam pemeliharaan ternak termasuk ayam buras. Hal ini karena pakan merupakan sumber gizi dan energi sehingga ternak dapat hidup, tumbuh, berproduksi, dan bereproduksi. Ditinjau dari aspek ekonomi, biaya pakan merupakan komponen biaya yang paling tinggi dalam usaha peternakan. Pemeliharaan ayam secara intensif, biaya pakan dapat mencapai hingga 60%, oleh karena itu keuntungan usaha akan maksimal jika peternak memperhatikan kualitas dan harga pakan. Kenyataannya sebagian besar pemeliharaan ayam buras masih dilakukan secara tradisional. Ayam hanya diberi pakan ala kadarnya, pemberian pakan diberikan secara tidak menentu tanpa memperhatikan kualitas pakan. Ayam mencari pakan sendiri seperti serangga, cacing, dan dedaunan yang terdapat di sekitar lingkungan hidupnya. Kebiasaan seperti di atas harus diubah dengan memberikan pakan ayam dalam bentuk complete feed. Complete feed dapat didefinisikan sebagai kumpulan berbagai bahan pakan yang sengaja dibuat dengan ukuran atau kandungan gizi tertentu yang diberikan pada ternak. Sebelum memulai pemeliharaan ayam, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu sistem pemeliharaan, kualitas bahan pakan yang diberikan, ketersediaan pakan, harga bahan pakan, dan tingkat umur ayam. PENYUSUNAN RANSUM Bahan pakan untuk ayam yang utama biasanya berasal dari biji-bijian dan hasil ikutannya, ditambah bahan-bahan nabati lain dan hewani sebagai pelengkapnya. Zat makanan (nutrisi) yang terkandung dalam bahan pakan terdiri dari air, karbohidrat, lemak, protein, asam amino, lemak, mineral, dan vitamin (Sarwono, 2004). Prinsip penyusunan ransum ayam buras adalah membuat ransum dengan kandungan gizi yang sesuai dengan kebutuhan ayam pada fase fisiologis tertentu. Pemberian ransum untuk ayam pedaging atau petelur harus disesuaikan dengan tujuan dari fase perkembangannya. Selain itu ransum yang akan diberikan harus cukup murah dan lengkap kandungan gizinya. Hal ini perlu ditekankan karena usaha pemeliharaan ayam buras bertujuan untuk mencari keuntungan optimal. Berikut tabel yang dapat dijadikan pedoman untuk menentukan gizi dalam ransum ayam buras dari beberapa tingkatan umur. Tabel : Pedoman Kebutuhan Nutrisi pada Berbagai Level Umur Ayam Buras Nutrisi Umur (minggu) <22 12 – 22 >22 Energi metabolis (kkal/kg) 2.600 2.400 2.400-2.640 Protein kasar (%) 15-17 14 14 Kalsium/ Ca (%) 0,90 1,00 3,40 Fosfor tersedia (%) 0,45 0,45 0,34 Metionin (%) 0,37 0,21 0,22-0,3 Lisin (%) 0,87 0,45 0,68 Sumber : Mulyono (2004). TATA CARA PEMBUATAN RANSUM UNTUK AYAM BURAS Bahan pakan untuk Ransum Agar diperoleh pakan ternak yang bermutu dan tersedia setiap saat , perlu dicarikan bahan makanan yang baik dari sumber nabati, hewani dan limbah pertanian, seperti : Jagung, dedak halus, ampas kelapa, ubi kayu dan beras mentah/gabah (sumber nabati); Kacang hijau, kedelai, bungkil kelapa, bungkil kedelai, ampas tahu (sumber protein nabati); Tepung ikan, bekicot, cacing tanah, ulat, kumbang (sumber protein hewani); Tepung tulang, tepung kerang (sumber mineral), Daun lamtoro, daun turi, daun kangkung, rumput alam, daun singkong, daun bayam (asal hijauan). Beberapa formula untuk pakan ayam buras Formula pakan ayam buras Tepung Gamal Jagung : 35% Kedelai : 20% Bekatul : 30% Tepung ikan : 10% Tepung gamal : 3% Kapur : 1% Minyak kelapa : 1% Cara pengolahan : Daun gamal dikeringkan, dihancurkan, digiling, dicampur dengan bahan ransum sesuai komposisi. Formula pakan ayam buras Ampas Sagu jagung : 65% bungkil kedelai : 24% tepung ikan : 5% ampas sagu : 5% kapur : 0,5% minyak kelapa : 0,5% Cara pengolahan : Limbah sagu dikeringkan, dihancurkan, digiling, dicampur dengan bahan ransum sesuai komposisi. CARA PEMBERIAN PAKAN Pemberian pakan ayam buras yang perlu diperhatikan adalah menghindari pakan berhamburan dari wadahnya, dengan cara mengisinya hanya ½ - 2/3 bagian tempat pakan. Dapat juga pakan dicampur sedikit air hingga membentuk bubur. Pakan diberikan minimal 2 kali/hari, pada pagi hari dan sore hari, serta air minum harus selalu tersedia. KESIMPULAN Biaya pakan diperlukan antara 40 – 60% dari total biaya produksi. Untuk menekan biaya produksi diperlukan kreatifitas dan inovasi dari peternak agar diperoleh keuntungan yang maksimal. Di sekitar kita sangat banyak sumber pakan yang dapat diolah menjadi pakan yang bermutu tinggi seperti : daun gamal, dedak, bekatul, ampas sagu, dan lain-lain. Dengan perlakuan yang sederhana mudah dan murah akan dihasilkan pakan ayam buras yang sesuai dengan kebutuhan, sehingga usaha ayam buras dapat berjalan efektif, efisien dan menguntungkan peternak.