Loading...

PAKAN AYAM KAMPUNG DARI BAHAN LOKAL

PAKAN AYAM KAMPUNG DARI BAHAN LOKAL
Usahatani ternak ayam kampung banyak dilakukan oleh masyarakat Tana Toraja, baik yang bersifat sambilan ataupun yang benar-benar ditekuni sebagai mata pencaharian. Produktivitas lahan pekarangan dapat dicapai secara maksimal, karena meskipun lahan sempit tetapi bisa beternak dengan populasi tinggi. Hal ini dimungkinkan dengan penggunaan kandang baterai (bertingkat) dan pemberian pakan yang memadai. Permasalahan yang tengah dihadapi oleh petani peternak atau masyarakat pedesaan dalam usaha beternak ayam buras pada saat ini adalah tingginya harga pakan, dikarenakan bahan baku dari pakan jadi masih didatangkan dari luar (impor). Untuk menghindari ketergantungan pakan ayam terhadap bahan baku impor tersebut, maka perlu adanya usaha untuk menggali dan meningkatkan potensi sumber-sumber pakan ternak, termasuk di dalamnya sumber-sumber protein hewan lokal seperti keong mas, bekicot, tepung darah dan sebagainva. Bahan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan untuk ternak yang mempunyai nilai gizi yang baik. Bahan : Jagung giling 4 kg Dedak halus 3 kg Tepung darah 1 kg Keong mas 1 kg Hijauan (daun singkong, setaria, daun pepaya, dll) ½ kg Bungkil kelapa 1 kg Air dan garam secukupnya Alat : Baskom / ember besar Parang/pisau Penggiling daging (perajang/lesung) Cara Pembuatan : Hijauan diiris tipis menggunakan parang/pisau Sebelum keong mas dihaluskan dengan menggunakan penggiling daging/lesung, terlebih dahulu di rendam kedalam air garam selama 10 menit lalu dibersihkan dengan air tawar. Campur semua bahan yang sudah halus sampai rata. Pakan siap diberikan Untuk dijadikan pakan butiran, campuran bahan yang sudah halus tadi ditambah air secukupnya sampai lembab. Kemudian dimasukkan kedalam mesin penggiling daging untuk dicetak. Setelah dijemur sampai kering lalu diremas-remas hingga agak hancur seperti butiran. Penulis : Ir. Kristian Deny