FERMENTASI PAKAN TERNAK DOMBA I. PENDAHULUANBudidaya ternak domba di Kabupaten Banjarnegara masih diusahakan sebagai usaha sampingan dengan sistim pengelolaan yang sangat sederhana yaitu dengan kandang sistim liter / kandang lemprak, pakan hanya dari hijauan / rumput, pemeliharaan kesehatan belum optimal, misalnya pemberian obat cacing dan vitamin belum diberikan secara rutin, permodalan masih sangat kurang, belum ada perhitungan untung dan rugi.Dalam rangka meningkatkan pendapatan peternak domba, maka perlu adanya perubahan manajement pemeliharaan kearah yang lebih baik dengan perbaikan kandang, perbaikan mutu dan jumlah pakan, pemeliharaan kesehatan, penambahan modal dan pencatatan usaha.Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan peternakan domba adalah pakan yaitu cara pemberian pakan dengan jumlah yang cukup dan mutu yang baik, dapat dilakukan dengan pemberian pakan ternak hasil fermentasi. II. PENGERTIAN PAKAN HASIL FERMENTASIPakan ternak fermentasi adalah pakan ternak yang telah mengalami proses fermentasi dengan penambahan bahan-bahan pakan yang lain seperti molase, bekatul, garam, bungkil dan lain-lain.Sehingga meningkatkan jumlah dan mutu nutrisi yang terkandung dalam pakan tersebut. III. KEUNGGULAN PAKAN TERNAK FERMENTASI1. Jumlah dan mutu nutrisi yang terkandung lebih besar dari pada pakan rumput.2. Dapat disimpan dalam jangka waktu yang cukup lama (+ 6 bulan)3. Dapat memanfaatkan limbah pertanian dalam jumlah yang besar sebagai cadangan pakan pada musim kemarau.Contoh : jerami padi, jerami jagung, gedebog pisang, ubi jalar, dll4. Mengurangi tenaga kerja dan mempermudah pemberian / dapat dilakukan oleh tenaga kerja wanita / ibu rumah tangga.5. Sebagai usaha komersial / bisnis pakan ternak. IV. PEMBUATAN PAKAN TERNAK FERMENTASIA. Bahan / KomposisiContoh untuk 100 kg pakan- Serat : 35 - 50 %- Karbohidrat : 5 – 10 %- Prokin : 30 %- Garam : 0,5 %- Bekatul : 5 %- Molase : 1 – 2 %- Air : 5 – 15 %- Fermentor : 100 cc B. Contoh Bahan PakanSerat : Jerami, rumput gajah, rumput lapangan, gedebog pisang, kulit singkong, bekatul, dllKarbohidrat : Ketela, ubi jalar, bonggol pisang, ampas ketela, ampas tahu, tetes tebu (molase) dllProkin : Ampas tahu, bungkil kacang, lamtoro, air leri (air beras), air limbah tahu /tempe (air godogan kedele) C. Cara Membuat1. Siapkan StaterYaitu : campurkan fermentor, air, garam, molase, aduk hingga rata dan diamkan selama + 10 menit.2. Cacah gedebog pisang dan bahan-bahan lain hingga menjadi 3-5 cm.3. Siapkan terpal untuk mengaduk bahan.4. Tempatkan gedebog pisang dan bahan lain yang sudah dicacah diatas terpal kemudian taburkan bahan-bahan lain diatasnya sambil diaduk hingga rata.5. Masukan dalam kantong plastik atau ember kemudian ditutup rapat.6. Simpan salama + 24 jam. (proses fermentasi an aerob) V. CARA PEMBERIANPakan fermentasi diberikan 2x dalam satu hari, yaitu pada pagi dan sore hari dengan dosis/jumlah 10% dari berat badan ternak.Contoh : Berat badan ternak 30 kg, maka jumlah kebutuhan pakan 3kg/hari, diberiikan pagi : 1½ kg dan sore 1½ kg.