Patimpeng. Pembangunan sektor peternakan tetap “move on” setiap hari diiringi tekad dan harapan agar tidak boleh berhenti meskipun di tengah kondisi pandemi global Covid-19. Karena pertanian khususnya sektor peternakan sudah menjadi ujung tombak kekuatan dalam menghadapi situasi serangan Covid-19. Petugas lapangan seperti penyuluh pertanian akan selalu menjadi contoh yang baik bagi pembudidaya ternak. Penyuluh perlu membuktikan diri untuk selalu hadir ditengah permasalahan yang dialami petani dengan ternaknya dan memecahkan persoalan petani sebagai pembudidaya ternak. Pelayanan kesehatan hewan (keswan) adalah salah satunya metode demonstrasi cara dan demonstrasi hasil suatu teknik/metode, inovasi dari teknologi pelayanan termasuk pula didalamya pelayanan inseminasi buatan dan sebagainya. Seperti halnya penyuluh pertanian Dinas Peternakan Kab. Bone yang bertugas di Kec. Patimpeng dan Kec.Bontocani yang memilih metode demonstrasi untuk menyuluhkan teknologi inseminasi buatan, cara injeksi vaksin dan injeksi obat-obatan ternak serta demplot pemeliharaan ternak sapi di kandang kelompok/kolektif milik warga Patimpeng. Dipilihnya metode demontrasi tersebut karena pembudidaya ternak khususnya peternak sapi akan lebih yakin jika suatu inovasi teknologi disaksikan langsung keberhasilannya di tingkat lapangan. Yusran A. Yahya, penyuluh pertanian yang berlatar belakang peternakan menjelaskan untuk merubah pola pikir, sikap dan perilaku peternak tidak cukup hanya dengan penyuluhan berbentuk ceramah. Tetapi peternak menginginkan bukti dari penyuluh, sehingga dilaksanakanlah penyuluhan dengan metode demonstrasi agar peternak melihat dan akhirnya percaya dan mau mengikuti keberhasilan itu. Bersamaan dengan pelayanan keswan, juga dilakukan pembinaan kepada masyarakat peternak “Pelayanan kesehatan hewan yang dilakukan pemeriksaan performance ternak, pemberian vitamin dan obat cacing pada ternak, juga mengatasi keluhan petani seperti sapi terkena diare, kurang nafsu makan dan sebagainya dengan tetap mengedepankan tindakan preventif, jadi peternak dibmbing mengenai cara dan waktu pemberian pakan, pelayuan hijauan pakan, pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan, waktu dan interval pemberian obat cacing dan sebagainya” papar Yusran. Menurut Yusran, pelayanan tersebut dapat menyentuh semua keluarga peternak, sehinnga dapat meningkatkan pengetauan, ketrampilan dan sikapnya dalam membudidayakan ternaknya, karena ternak akan lebih produktif apabila mereka mempunyai semangat yang tinggi dan rasa memilikinya kuat. “Dengan harapan, masyarakat lebih semangat dalam mengembangkan usaha ternak, sehingga ekonomi para pembudidaya dapat meningkat.” jelasnya. Yusran A. Yahya NS (Penyuluh Pertanian Disnak Kab. Bone)