Loading...

Panduan Budi Daya Semangka

Panduan Budi Daya Semangka
Pak Junaedi (51 tahun) adalah seorang petani semangka. Ia tinggal di Desa Payung Kecamataan Weleri Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Junaedi bercerita bahwa penghasilannya lumayan tinggi dari hasil memanen semangka, bisa dapat dua kali lipat dari modal yang dikeluarkan. Bertani semangka mungkin bisa jadi pilihan bagus untuk para petani padi, kacang, dll yang ingin melakukan rotasi tanaman. Sebab selain menguntungkan secara ekonomi, umur panen semangka juga tidak terlalu lama. Semangka bisa dipanen ketika berumur 55-70 hari setelah tanam. Berikut langkah-langkah yang harus diketahui dan dilakukan dalam budi daya semangka. Syarat Tumbuh Tanaman semangka membutuhkan lingkungan dengan curah hujan 40-50 mm per bulan. Selain itu buah semangka akan tumbuh baik bila ditanam di daerah dengan suhu sekitar 25 derajat celcius ketika siang hari. Daerah yang cocok untuk budidaya semangka adalah daerah yang kering dan cenderung miskin dengan uap air. Oleh karena itu memilih daerah yang memenuhi kriteria ini akan membantu petani dalam memaksimalkan hasil budi daya tanaman semangka. Tanaman semangka cocok ditanam pada lahan yang tidak ada naungannya atau lahan terbuka yang terkena sinar matahari secara langsung. Selain itu kurangnya supply sinar matahari akan membuat proses pemanenan terhambat karena semangka membutuhkan waktu yang lama untuk matang sempurna. Sedangkan kondisi tanah atau lahan tanaman semangka cocok untuk daerah yang gembur memiliki unsur hara yang tinggi. pH tanah tanaman semangka cocok pada kisaran 6 sampai 6,7. Jika kondisi tanah belum memenuhi kriteria tersebut sebaiknya dilakukan proses pengapuran sampai pH tanah sesuai. Persiapan Lahan Lakukan pengolahan tanah dengan membajak atau mencangkul untuk penggemburan. Buat bedengan ganda dengan parit kecil ditengah, lebar 70-80 cm dengan tinggi disesuaikan kondisi lahan. Pada lahan landai bedengan tidak perlu tinggi, sedangkan pada lahan datar buat bedengan dengan tinggi minimal 30 cm (usahakan supaya tidak tergenang air terutama saat musim hujan). Jarak antar bedengan 3-4 meter. Sistem bedengan ganda memudahkan dalam pemeliharaan dan penyiraman dengan sistem leb. a. Pemupukan dasar Taburkan pupuk dolomit jika pH tanah dibawah 6. Biarkan selama 7-10 hari. Taburkan pupuk kandang sebanyak 1-1,5 kg/tanaman. Taburkan pupuk TSP/SP36 : KCl : ZA sebanyak 100 gr/tanaman (perbandingan 2 : 1 : 1). Aduk sampai pupuk tercampur rata dengan tanah, biarkan tersiram air hujan atau disiram sampai basah. Pemberian pupuk dasar dilakukan 7-15 hari sebelum tanam. b. Pemasangan mulsa Mulsa dipasang segera setelah bedengan tersiram hujan atau disiram. Buat lubang tanam dengan jarak 80-90 cm di tengah bedengan. Penyemaian Bibit Benih direndam dengan air hangat kuku yang sudah dilarutkan zpt zpt atau air bawang merah selama 3-5 jam (untuk mempercepat perkecambahan). Kemudian tiriskan dan dicambahkan dengan cara dibungkus kain basah atau kertas koran. Benih biasanya akan berkecambah setelah setelah 2-3 hari. Kemudian benih disemai pada media polybag kecil berukuran 3-5 cm. media yang dipakai pada penyemaian adalah campuran tanah dan kompos dengan perbandingan 2 : 1. Masukkan bibit pada pada kedalaman 0,5 cm lalu tutup dengan tanah. Untuk menghindari sinar matahari langsung, polibag persemaian ditutup dengan sungkup plastik bening. Sungkup dibuka hingga pukul 10 pagi setiap hari, lalu ditutup kembali pada siang hari. Jangan lupa untuk melakukan penyiraman setiap hari. Bibit siap dipindah tanam setelah usia 7-10 hari. Penanaman Bibit mulai dipindah ketika berumur 7-10 hari. Sebelum dipindah tanam, sebaiknya bedengan disiram air terlebih dahulu. Jika setelah pindah tanam terdapat bibit yang mati, maka segera lakukan penanaman bibit baru. Jarang paling lama untuk menanam bibit baru dilakukan maksimal 7 hari setelah proses pindah tanam agar masa panen semangka bisa seragam. Pemeliharaan dan Perawatan a. Penyiraman: Penyiraman dilakukan setiap 3 hari sekali atau disesuaikan dengan kondisi. Hentikan penyiraman pada saat awal pembentukan bunga. Penyiraman dilakukan kembali saat buah mulai terbentuk. Namun penyiraman kembali diturunkan intensitasnya ketika buah sudah mencapai bentuk maksimal agar kadar gula dalam buah terjaga. b. Mengatur posisi ranting: Atur batang utama dan ranting pada sisi bedengan supaya rapi dan mudah dalam pemeliharaan. c. Perempelan: Pemankasan cabang perlu dilakukan agar produksi buah bisa maksimal. Caranya adalah lakukan pemangkasan cabang utama setelah ruas ke lima. Selanjutnya, pelihara tiga cabang samping saja. Lakukan pemangkasan tunas samping yang baru tumbuh, selama pemeliharaan tanaman agar penyerapan unsur hara terfokus pada cabang yang dipelihara saja. d. Pemupukan susulan: Pemupukan susulan dilakukan sebanyak lima kali, Pemupukan susulan I: diberikan pada tanaman berumur 7 hst. Berikan pupuk NPK sebanyak 4,5 gr per tanaman, dan pupuk KNO3 sebanyak 2,5 gr per tanaman. Pemupukan susulan II: diberikan pada tanaman berumur 14 hst. Berikan pupuk NPK sebanyak 8,5 gr per tanaman, dan pupuk KNO3 sebanyak 2,5 gr per tanaman. Pemupukan susulan III: diberikan pada tanaman berumur 21 hst. Berikan pupuk NPK dengan dosis 12,5 gr per tanaman, dan pupuk KCl dengan dosis 15 gr per tanaman. Pemupukan susulan IV: diberikan pada tanaman berumur 35 hst. Berikan pupuk NPK dengan dosis 12,5 gr per tanaman, dan pupuk ZA dengan dosis 8,5 gr per tanaman. Pemupukan susulan V: diberikan pada tanaman berumur 45-50 hst. Berikan pupuk ZA dengan dosis 10 gr per tanaman. e. Penyiangan: Penyiangan dilakukan jika tumbuh gulma yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. f. Perempelan Buah: Buah yang tidak normal dan buah pada daun pertama sampai daun ke 13 dibuang. Buah yang dipelihara adalah buah pada daun ke 14 keatas. Untuk menghasilkan buah yang maksimal, sisakan 2-3 buah saja per tanaman. g. Pengendalian hama dan penyakit: Hama tanaman semangka Penggerek Daun: Penggerek daun memakan dan merusak daun, terutama pada tanaman muda. Pencegahan dapat dilakukan dengan penyemprotan insektisida. Kutu Daun (Aphids): Menghisap cairan pada daun muda dan menyebabkan keriting daun. Penanggulangan dapat dilakukan penyemprotan insektisida berbahan aktif abamektin. Thrips: Hama trhips menyerang daun muda dan menyebabkan keriting daun. Dapat ditanggulangi dengan penyemprotan insektisida berbahan aktif abamektin. Lalat Buah: Lalat buah menyerang buah muda dan menyebabkan buah busuk dan rontok. Pencegahan dapat dilakukan dengan perangkap lalat buah atau penyemprotan insektisida yang berbau tajam. Ulat Grayak: Ulat grayak merusak dan memakan daun, juga merusak bakal buah. Dapat dikendalikan dengan penyemprotan insektisida. Ulat Tanah: Ulat tanah aktif pada malam hari, merusak tunas muda dan tanaman muda. Dapat dikendalikan dengan penyemprotan insektisida. Penyakit tanaman semangka Rebah Semai: Penyakit rebah semai atau dumping-off disebabkan oleh cendawan, dapat dicegah dengan penyemprotan fungisida. Layu Fusarium: Tanaman yang terserang kelihatan segar pada pagi hari, layu pada siang hari dan kembali segar pada sore hari. Kemudian mati. Dapat dicegah dengan perlakuan trichoderma, PGPR dan penyemprotan fungisida. Bercak Daun/Antraknosa: Ditandai dengan adanya bercak-bercak hitam kecoklatan berbentuk bulat dan menyebar hingga daun mengering. Dikendalikan dengan penyemprotan fungisida. Busuk Buah: Busuk buah disebabkan oleh baktri, cendawan dan lalat buah. Dapat dikendalikan dengan penyemprotan bakterisida dan fungisida. Pemanenan Pada budidaya didataran rendah buah semangka dapat dipanen pada usia 55-60 HST. Sedangkan pada dataran tinggi buah semangka dipanen pada usia 65-70 HST. Ketika buah sudah mulai muncul, buah perlu dialasi dengan jerami atau bambu agar buah tidak mudah busuk. Selain itu perlu juga dilakukan pembalikan buah secara berkala agar warna buah seragam saat dipanen. Buah yang masak dapat dilihat dengan ciri-ciri warna kulit buah memudar dan sulur yang ada dipangkal tangkai buah mengering. Pemanenan sebaiknya dilakukan setelah embun kering, yaitu pada jam 9 pagi dan cuaca cerah (tidak turun hujan) agar kulit buah tidak basah dan mudah busuk. Buah semangka dipetik berserta tangkai buahnya, agar dapat disimpan dalam waktu yang lebih lama. Referensi: http://caratanam.com/cara-menanam-semangka/#Syarat_Tumbuh_Tanaman_Semangka http://mitalom.com/cara-menanam-semangka-berbiji/ RE POST - MIRDIAN ANDREAS, SP PENYULUH PERTANIAN BPP KECAMATAN WELERI