Apakah Anda termasuk seorang penggemar jus alpukat? Dengan campuran susu kental manis dan es batu, sungguh nikmat rasanya. Apalagi sebagai campuran es buah. Manfaatnya bagi kesehatan pun banyak, seperti menjaga kesehatan mata, rambut, dan kulit. Mengkonsumsi alpukat tanpa campuran pemanis juga baik untuk mencegah dan mengatasi berbagai penyakit. Buah alpukat juga sangat disarankan untuk diberikan kepada bayi, anak-anak, dan ibu hamil karena baik untuk pencernaan dan kaya akan asam folat yang berpengaruh pada kecerdasan. Alpukat (Persea Americana) atau apukat atau avokad sebenarnya berasal dari Amerika Tengah. Konon dibawa ke Indonesia oleh bangsa Belanda dan sejak saat itu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kuliner Indonesia. Dari banyak jenis alpukat yang dibudidayakan, alpukat mentega yang paling banyak disukai karena tekstur dagingnya yang lembut seperti mentega. Daging buahnya tebal dan tidak berserat. Ada 5 hal yang harus diperhatikan dalam budidaya alpukat, antara lain: Syarat tumbuhnya Memilih varietas unggul Persiapan bibit bermutu Teknis Penanaman Teknis Perawatan Syarat Tumbuh Tanaman ini memerlukan intensitas cahaya matahari yang cukup selama 6-10 jam per hari A. Memilih Varietas Unggul Pilihlah varietas yang bersertifikat yang dikeluarkan kementrian pertanian B. Persiapan Bibit Ada 2 kriteria bibit layak tanam antara lain : tinggi bibit minimal 1 meter dan diameter bibit 1 cm. Jadi jika mendapatkan bibit belum sesuai kriteria diatas maka disarankan untuk merawat bibit dalam polibag hingga kriteria tercapai. Karena biasanya bibit yang masih muda jika ditanam biasanya belum tahan terhadap cuaca ekstrem dan hama penyakit yang menyerang akar. Sehingga, resiko pertumbuhan terganggu cukup besar, bibit tumbuh dengan lambat, sakit bahkan mati. C. Teknis Penanaman Teknis penanaman bibit alpukat ke lahan terbagi 2 tahap, yaitu : tahap pengolahan lubang tanam dan tanam bibit kedalam lubang tanam Teknis Membuat Lubang Tanam Menggali lubang Buat lubang berukuran 50x50x50 cm untuk tanah yang gembur atau 75x75x75 untuk tife tanah keras ata usemakin besar lubang tanam maka semakin baik dalam menunjang pertumbuhan tanaman. Tanah hasil galian dipisahkan 2 bagian tanah galian atas dan tanah galian bawah Memberikan pupuk dasar Dalam lubang galian berikan pupuk kandang (kotoran sapi/kambing) sebanyak 25 kg aduk hingga rata. Ingat pupuk kandang yang dipakai yang sudah lama. kering anginkan selama 2 minggu supaya gas beracun dalam tanah menguap dan bibit serta hama penyakit dalam lubang mati terpapar sinar matahari. 1 minggu sebelum tanam tanah galian dimasukan kembali ke dalam lubang dengan posisi seperti semula. Artinya tanah yang bawah dimasukan dahulu dan yang atas terakhir. Setelah itu taburkan pupuk NPK mutiara sebanyak 100 gram merata diatas permukaan tanah aduk dengan cangkul hingga rata sampai pupuk terbenam. Bila PH tanah ditempat kita masam maka tambahkan KAPUR DOlomit sebanyak 0.5 sd 1 kg dengan cara ditabur diatas permukaan tanah. Penanaman Bibit Setelah pengolahan lubang tanam selesai, bibit segera tanam. Sebaiknya ditanam sore hari ketika udara sejuk. Jika perlu pasang pagar untuk mencegah dari hewan . Usahakan tanam bibit , titik sambung (bibit okulasi atau sambung) jangan sampai tertimbun tanah. Beri jarak antara titik sambung dengan tanah. Semakin jauh jarak titik sambung dengan permukaan tanah, maka akan semakin aman dari resiko tumbuhnya akar dari batang atas. Perawatan Tanaman Pengairan Untuk tanaman muda kurang dari 2 tahun, kita perlu siram rutin 1-3 hari sekali agar pertumbuhan tidak terganggu. Jika kita tidak bisa menyiram tiap hari, maka tutupi permukaan tanah dengan mulsa atau jerami atau sekam padi setebal 10 cm agar kadar air tidak mudah menguap dan kelembaban tanah terjaga. 3. Pemupukan Alpukat hanya perlu dipupuk 6 bulan sekali. Pemupukan dilakukan pada pase vegetative (6 bulan sd 4 tahun) karena terjadi proses pertumbuhan. Jenis pupuk dan dosis yang digunakan: Pupuk Kandang sebanyak 15 kg (sapi/kambing/ayam) kapur dolomite 0.5 sd 1 kg Pupuk NPK sebanyak 150 gram dan setiap 6 bulan tingkatkan dosisnya menjadi 50 gram sehingga dari 150 menjadi 200, kemudian 250, 300, 350 dst sampai 4 tahun. Sedangkan pemupukan pada fase generative yaitu diatas 4 tahun dimana pohon mulai berbuah hingga 20 tahun maka pupuk dan dosis yang digunakan : Pupuk kandang 30 kg kapur dolomite 1 kg Urea 2,5 - 3,5 kg TSP 3,5 kg KCl 4 kg ( ini harus diberikan agar buah lebat dan banyak)..ingat !!! cara pemupukan yang benar bukan ditabur ya, tetapi buat paritan sedalam 20-30 cm mengelilingi tanaman sejauh 75-100 cm dari batang kemudian tutupi lagi dengan tanah. Sedangkan untuk kapur boleh ditabur diatas permukaan tanah disekitar tanaman. Pemangkasan Pemangkasan dilakukan saat usia 1 tahun dilahan. Pangkas ranting dan cabang yang terlalu rapat, rusak dan mati. Jarak cabang bawah dengan tanah minimal 1 meter.Pertahankan tinggi tanaman 4-5 meter dari tanah. Pangkas pucuk agar pohon tetap pendek dan minimalis. Akhirnya kita tahu cara menanam alpukat sangat mudah serta merawat sederhana insya allah jika diikuti petunjuk panduan diatas hasilnya LUAR BIASA. Insya Allah Alpukat Berbuah Lebat dan Enak.. Semoga Bermanfaat…ayo bertanam alpukat Wassalam Novita Sari, SP THL-TBPP _Natar Lampung Selatan Sumber: Majalah Samudra bibit.com