Panen Bawang Merah di Poktan Harapan Umat, Desa Bulontala Timur Komoditi utama yang biasa menjadi sasaran Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bone Bolango adalah jagung dalam pengubinan, sesuai dengan potensi pertanian yang berada di Kecamatan Suwawa Selatan. Akan tetapi, di desa Bulontala Timur juga terdapat petani bawang merah yakni berada di Kelompok Tani Harapan Umat. Kelompok Harapan Umat itu diketuai oleh Kasim Daud yang sebagai pembina Kelompok Tani Al-Hidayah. "Semoga menjadi inspirasi dan dorongan bagi para kaum milenial agar menjadi petani untuk kedepannya bagi generasi muda di masa akan datang!" Dengan modal semangat, tekad, dan juga kemauan, Kelompok Tani Harapan Umat yang terdiri dari para kaum milenial, mereka membudidayakan bawang merah dengan varietas (bauji). Tanaman bawang merah tersebut juga ditumpangsarikan bersama tanaman cabe. Lahan bawang merah yang berada di daerah pegunungan serta difasilitasi dengan sebuah springkel yang berguna agar tanaman bawang merah selalu terjaga kelembaban tanahnya walaupun lahannya terdapat di daerah pugunungan. Di dekat lahan tersebut juga terdapat mata air yang berasal dari bebatuan dan mengalir menjadi sungai kecil. Air itulah yang mereka manfaatkan untuk menunjang kebutuhan tanaman bawang merah. Inilah yang menjadi tugas penyuluh pertanian, bps dan juga mantri tani dalam mendata untuk mendapatkan hasil berat panen bawang merah di Kelompok Tani Harapan Umat. Tanaman bawang merah yang sudah berumur tiga bulan itu, dikunjungi oleh Tim Bpp Kecamatan Suwawa Selatan, Bone Bolango. Niat yang tekad demi tugas dan tanggungjawab, pada hari kamis 6 februari 2020 tim Bpp yang terdiri dari Kepala Bpp, KCD/Mantri Tani dan juga seluruh PPL menulusuri lahan bawang merah yang berada di pegunungan tersebut. Perjalanan yang terjal dan mesti mendaki gunung dengan kemiringan 70derajat, melewati lembah hutan dan anak sungai di sepanjang jalan di tengah pegunungan. Perjalanan yang memakan waktu kurang lebih 20 menit. Dengan wajah sumringah, menghirup udara segar di tengah hutan pagi hari, selalu mendorong semangat crew Bpp walau perjalanan yang cukup jauh, dan hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki. Tim Bpp disambut oleh wajah sumringah para petani milenial Harapan Umat, dan juga beberapa petani Kelompok Tani Al-Hidayah yang sebagai pembina milenial Harapan Umat. Panen pun kami lakukan di pagi hari. Dengan teknik ubinan sampel tanaman 1 x 1 meter terdiri dari 25 rumpun/populasi dan juga 2 x 2 meter terdiri dari 140 rumpun/populasi. Satu rumpun memiliki 8 - 10 umbi. Hasil pengubinan bawang merah yang kami peroleh dengan hasil data primer adalah 205,5 ton/ha. Namun apa yang pernah diungkapkan oleh petugas BPS di wilayah Suwawa Selatan, baru kali ini BPS Bone Bolango melakukan pengubinan bawang merah di Bone Bolango. Sehingga, BPS belum bisa mendapatkan data hasil pengubinan bawang merah. Untuk mendapatkan data produksi ubinan, sementara masih diupayakan oleh BPS. "Tanahnya sangat bagus dan gembur, dan sangat cocok pula dibudidayakan tanaman kacang tanah," kepala Bpp Rosnawaty Towalu, Sp. memberi saran kepada petani bawang merah. "Hasil panennya sangat banyak, umbi bawangnya sangat besar. Kebetulan di bulan ini harga bawang merah sangat mahal. Harganya mecapai lima puluh lima ribu per kilogram," Yusran Ibrahim mengungkapkan pada waktu kegiatan pemanenan berlangsung................................................................................................................Rabu, 12 februari 2020, panen bawang merah dilakukan kembali di Poktan Al-Hidayah. Dihadiri oleh kepala Dinas Pertanian & Peternakan Bone Bolango, (Roswaty Agus), Kepala Bidang Penyuluhan, Kepala Bidang Tanaman Pangan, Kelompok Jabatan Fungsional, Kepala Bpp Suwawa Selatan, PPL, Camat, Kepala Desa Bulontala Timur dan Aparat, Bhabinkantibmas, anggota kelompok Tani Al-Hidayah dan Harapan Umat, Siswa & Siwsi PKL, serta beberapa masyarakat Bulontala Timur. Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan kembali pengubinan bawang merah dengan hasil 166.4 ton/ha. Berbeda lagi dengan hasil realita panen dari petani sendiri, yakni 450 kilogram hasil panen keseluruhannya pada tanggal 6 dan 12 februari. Penulis; Yusran Ibrahim, SpPPL & KCD/Mantri Tani