Pemanenan adalah untuk mendapatkan gabah dari lapangan pada tingkat kematangan optimal, mencegah kerusakan dan kehilangan hasil seminimal mungkin. Pemanenan padi tidak akan menguntungkan dan memuaskan jika prosesnya dilakukan dengan cara yang kurang benar dan pada umur panen yang kurang tepat. Cara panen yang tidak baik akan menentukan kehilangan hasil yang kuantitatif sedang saat panen yang tepat akan kualitas gabah dan beras. Panen yang kurang tepat dapat menurunkan kualitas dari gabah maupun beras. Diwilayah poktan Terpadu kelurahan Mersi Kecamatan Purwokerto Timur pada kegiatan FFD Dem Area, melaksanakan panen dan ubinan bersama. Pada hari Kamis, tanggal 30 April 2020 yang dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas, Petugas pertanian kecamatan, Mantri Tani, Petugas POPT dan petani peserta kegiatan Dem Area. Dari hasil ubinan varitas Inpari 32 ada peningkatan dibandingkan dengan musim sebelumnya. Tujuan diadakan penanganan pasca panen bersama adalah mencegah susut bobot, memperlambat perubahan kimiawi yang tidak diinginkan, mencegah kontaminasi bahan asing dan mencegah kerusakan fisik. Penyimpanan pasca panen berperan penting dalam mempertahankan kwalitas hasil pertanaman. Penanganan pasca panen padi meliputu beberapa tahap kegiatan yaitu penentuan saat panen, pemanenan, penumpukan sementara di lahan sawah, pengumpulan padi ditempat perontokan, pemindahan perontokan, perontokan, pengangkutan gabah, pengemasan dan penyimpanan gabah, penggilingan, pengemasan dan penyimpanan beras. Penentuan saat panen merupakan tahap awal dan penengganan pasca panen padi ketidak tepatan dalam penentuan saat panen dapat mengakibatkan kehilangan hasil yang tinggi dan mutu gabah/beras yang rendah. Penentuan saat panen dapat dilakukan berdasarkan pengamatan visual dan pengamatan teoritis. Pengamatan Visual Pengamatan visual dilakukan dengan cara melihat kenampakan padi pada hamparan lahan sawah. Berdasarkan kenampakan visual, umur panen optimal padi dicapai apabila 90- 95% butir gabah pada malai sudah berwarna kuning keemasan. Padi yang dipanen pada kondisi tersebut akan menghasilkan gabah berkualitas baik sehingga menghasilkan rendemen giling yang tinggi. Pengamatan teoritis dilakukan dengan melihat diskripsi varietas padi dan mengukur kadar air Moistur Tester. Berdasarkan diskripsi varietas padi umumnya panen yang tepat adalah 30 samapi 35 hari setelah erbunga merata atau antara 135 sampai 145 hari setelah tanam. Pemanenan Pemanenan padi harus dilakukan pada umur panen yang tepat menggunakan alat dan mesin panen yang memenuhi persyaratan teknis, kesehatan, ekonomis serta menetapkan sistem panen yang tepat. Ketidak tepatan dalam melakukan pemanenan dapat mengakibatkan kehilangan hasil yang tinggi dan mutu hasil yang rendah. Kehilangan hasil dapat mencapat 9,52%. Umur panen padi. Pemanenan harus dilakukan pada umur panen yang memenuhi persyaratan sebagai berikut : 90 - 95% gabah dan malai nam pak kuning. Malai berumur 30 - 35 hari setelah berbunga merata. Kadar air gabah 22 - 25% yang diukur moistur tester Alat dan mesin pemanenan padi. Pemanenan padi harus menggunakan alat dan mesin yang memenuhi persyaratan teknis, kesehatan, ekonomis dan agronomis serta sesuai dengan varietas padi yang akan dipanen. c. Penumpukan dan pengumpulan Penumpukan dan pengumpulan merupakan tahap penanganan pasca panen setelah padi dipanen. Ketidak tepatan dalam penumpukan dan pengumpulan padi dapat mengakibatkan kehilanganhasil yang cukup tinggi. Untuk menghindari dan mengurangi terjadinya kehilangan hasil sebaiknya pada waktu penumpukan dan pengangkutan padi menggunakan alas. Penggunaan alas dan wadah pada saat penumpukan dapat menekan kehilangan hasil antara 0,94 - 2,36%. d. Perontokan Perontokan merupakan tahap penanganan pasca panen setelah pemotongan, penumpukan dan pengumpulan padi,pada tahapan ini kehilangan hasil akibat ketidak tepatan dalam melakukan perontokan dapat mencapai lebih dari 5%. Cara perontokan padi telah mengalami perkembangan dari cara di gebat, mengayuh menggunakan pedal thresher dan power thesher. e. Pengeringan Pengeringan merupakan proses penurunan kadar air gabah sampai mencapai nilai tertentu sehingga siap untuk diolah atau digiling atau aman untuk disimpan dalam waktu yang lama. Kehilangan hasil akibat ketidak tepatan dalam melakukan proses pengeringan dapat mencapai 2,13%. Pada saat ini cara pengeringan padi telah berkembang dari cara penjemuran menjadi pengeringan buatan. f. Penyimpanan Penyimpanan merupakan tindakan untuk mendapatkan gabah/beras agar tetap dalam keadaan baik dalam jangka waktu tertentu. Kesalahan dalam melakukan penyimpanan gabah/beras dapat mengakibatkan terjadinya respirasi, tumbuhnya jamur dan serangan serangga, binatang pengerat dan kutu beras yang dapat menurunkan mutu gabah/beras. g. Penggilingan Penggilingan merupakan proses untuk mengubah gabah menjadi beras. Proses penggilingan gabah meliputi pengupasan sekam, pemisahan gabah, penyosohan, pengemasan dan penyimpanan. Disusun oleh : HARTATI, S.ST (PPL Kecamatan Purwokerto Timur)