Leatherleaf merupakan tanaman paku-pakuan foliage yang tumbuh di dataran tinggi tropis yang berfotensi untuk dikembangkan. Tanaman pakis leather leaf kini banyak dikenal sebagai tanaman hias untuk dekorasi ruangan dan pelengkap karangan bunga. Peluang usaha ini ternyata masih bisa dikembangkan yaitu dengan mengejar sektor bisnis export pakis leather leaf. Ciri – ciri pakis leather leaf yang akan di panen berupa daun majemuk 1 tangkai terdiri dari susunan daun kecil sejajar dan mulus tanpa ada noda bekas serangan hama dan penyakit berwarna hijau mengkilap (struktur tangkai daun rata , bebas hama dan penyakit serta tekstur daun hijau mengkilap). Biasanya tamanan ini dipanen berupa helaian daun majemuk. Helaian daun yang dipotong bisa mencapai dengan lembaran daun panjang dan lebar kurang lebih 45 – 50 cm. Leatherleaf merupakan salah satu tanaman hias unggulan Indonesia,tanaman hias ini keperuntukannya untuk diekspor ke negara-negara tujuan. Produk yang dihasildiharapkan dapat mendukung program ekspor ke negara-negara tujuan dalam memproduksi tanaman leather leaf dituntut hasilnya untuk bermutu sesuai dengan permintaan negara tujuan. Setiap komoditas yang akan diekspor diminta untuk memenuhi tuntutan yang dipersyaratkan Pasar Internasional. Salah satu tuntutan persyaratan yang telah ditetapkan oleh Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization) adalah Sanitary and Phytosanitary – World Trade Organization (SPS-WTO) yang berkaitan dengan kesehatan tanaman, dimana Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) merupakan suatu hambatan non tarif. Pada saat akan memanen pakis leather leaf, diperlukan persiapan alat bantu panen seperti : gunting untuk memotong daun leather leaf yang sudah siap panen, buket/keranjang untuk meletakkan daun yang dipanen, air untuk mempertahankan kesegaran daun, Panduan/poster tingkat warna daun untuk penentuan panen, catatan pemesanan untuk mengatur saat pemotongan, karet untuk mengikat tangkai daun, dan plastik serta kardus/ doos. Panen dilakukan dengan cara memotong/menggunting pangkal tangkai daun pada ketinggian 1-2 cm dari permukaan tanah. Kemudian pemanenan harus dilakukan secara hati-hati agar daun-daun yang akan dipotong agar tidak melukai daun-daun lainnya maupun rhizome. Panen dilakukan setiap 2 minggu. Panen terutama ditujukan pada daun yang sudah tua dengan ukuran panjang minimum 45 m (menggukan mal panen), daun berwarna hijau tua, tidak cacat dan tidak mengandung spora. Daun yang sudah dipotong/digunting disusun dan diikat setiap 20 tangkai kemudian dikumpulkan dalam wadah yang ditempatkan di pinggir bedengan yang terlindung. Selanjutnya hasil panenan segera diangkut ke prosessing dan disusun berdiri dalam bak air untuk proses pencucian dan perendaman. Pascapanen bertujuan untuk memperoleh daun potong leatherleaf sesuai standar mutu yang ditetapkan baik dari warna daun, ukuran dan kesegarannya. Selain itu penanganan pasca panen daun pakis yang baik untuk dapat meningkatkan nilai jual daun potong leather leaf, serta menjaga kualitas daun potong leather leaf sesuai standar yang ditetapkan hingga sampai ke tangan konsumen. Tahapan dari panen dan penanganan pasca panen leather leaf meliputi kegiatan seperti: penentuan saat panen, pelaksanaan panen, sortasi, grading, dan pengemasan, serta penanganan leather leaf selama transportasi. Diharapkan leather leaf pada akhirnya diterima di tangan konsumen dalam keadaan segar sehingga mempunyai nilai jual tinggi. Pasca Panen Hasil panen leather leaf segera dicelupkan ke dalam air selama 3 - 4 jam, kemudian dicelupkan ke dalam larutan air dan benamil (konsentrasi0,5 gram/liter) selama 20 - 30 menit, kemudian diangkat, namun bagian batang leatherleaf tetap berada dalam air. Kemudian memilih dan memisahkan daun potong leather leaf sesuai klasifikasi mutu untuk mendapatkan berbagai kelas produk sesuai segmen konsumennya. Selanjutnya hasil sortasi dan grading disimpan dalam cold storage / boks pendingin pada temperature antara 2 - 4°C. Pengemasan dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah dan melindungi daun potong dari gangguan lingkungan yang kurang menguntungkan. Langkah terakhir seperti distribusi harus menggunakan kendaraan yang dilengkapi fasilitas pendingin dengan temperature 2,2°C dan kelembaban / Relative Humidity sekitar 90 - 95 persen. Kriteria daun yang bermutu baik antara lain daun kaku, kekar dan tampak seperti plastik ; tangkai daun kuat dan lentur. Adapun kriteria dau yang bermutu dapat dikategorikan sebagai berikut ; kategori ukuran S ( small ) dengan panjang tangkai 20 cm x lebar tangkai 20 cm, ukuran M ( Medium ) dengan ukuran panjang 30 cm x 30 cm,ukuran L dengan ukuran 40 cm x 40 cm danukuran XL ( 45 cm x 45 cm ). Ditulis Oleh: Dalmadi BBP2TP Bogor Sumber: Bacaan Ditjen Horti dan SOP lainnya dari Google Sumber gambar : Foto: Purwanti/Sri