PENDAHULUAN - Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia dan menempati prioritas yang tinggi dalam pembangunan ekonomi suatu bangsa- Berbicara masalah pangan tidak terlepas dari peranan beras sebagai bahan pangan pokok rakyat Indonesia (90%) dan merupakan komoditi strategis- Beras memberi sumbangan kalori sebesar 56% dan protein 49%- Kebutuhan beras yang sangat besar di dalam negeri memaksa Indonesia untuk mengimpor dari luar negeri- Untuk menekan impor beras, pemerintah mencanangkan program Swasembada Beras Berkelanjutan dan program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) dengan mentargetkan produksi beras nasional sejumlah 10 juta ton di tahun 2014 Rendahnya produksi padi disebabkan karena:• Penurunan luas tanam dan luas panen yang disebabkan oleh perubahan fungsi lahan karena belum optimalnya sistem pengairan.• Belum optimalnya aplikasi teknologi budidaya hingga pasca panen yang disebabkan oleh tidak meratanya kualitas sumber daya manusia bidang pertanian, terutama penggunaan benih unggul dan pemupukan serta kehilangan hasil.Tingkat kehilangan hasil pada panen dan pasca panen masih cukup tinggi yaitu 15%: - Pada saat proses panen : 4%- Perontokan : 4%- Pengangkutan : 1%- Pembersihan : 1%- Pengeringan : 1%- Penggilingan : 2%- Penyimpanan. : 2% TEKNOLOGI PANEN Panen harus dilakukan bila buah padi sudah cukup masak. Panen yang tidak tepat dapat menurunkan kualitas gabah maupun beras. Pengetahuan teknologi panen padi yang perlu diketahui oleh petani diantaranya:1. Fase Pemasakan Bulir2. Menetukan Saat Panen3. Alat Panen 1. Fase Pemasakan Bulir Ada 4 stadia masak dalam proses pemasakan bulir- Stadia masak susu : gabah bila dipijit dengan kuku keluar cairan seperti susu.- Stadia masak kuning : gabah sudah keras, tetapi masih mudah pecah bila ditekan dengan kuku - Stadia masak penuh : gabah tidak dapat/sukar dipecahkan.- Stadia masak mati : gabah keras dan kering 2. Menentukan Saat Panen• Berdasarkan umur ini, panen dapat dilakukan pada umur + 120 hari setelah tanam atau 30-35 hari setelah berbunga merata• Ciri fisik padi yang siap panen adalah daun menguning, 95 % bulir padi menguning dan terlihat penuh.• Saat panen yang tepat, dapat dilakukan bila kadar air gabah/padi berkisar antara 23%--7%. 3. Cara panen- Alat untuk memanen secara manual adalah menggunakan sabit. Usahakan menggunakan sabit yang tajam untuk memotong batang bagian tengah sehingga menghindari banyaknya bulir yang rontok- Padi yang sudah dipotong dikumpulkan di atas terpal. Terpal ditempatkan di beberapa tempat yang tidak jauh dari padi yang dipanen untuk menghindari tercecernya bulir padi ke tanah - Setelah disabit, padi dirontokan dengan alat perontok (power thresher)- Pemanenan padi dapat pula dilakukan dengan mesin panen (Reaper binder atau reaper harvester) yang lebih menghemat waktu dan tenaga. Hasil panen menggunakan mesin ini adalah berupa gabah yang sudah siap dikeringkan. TEKNOLOGI PASCA PANEN Gabah perlu segera dikeringkan. Tujuannya adalah:- Menurunkan kadar air gabah dari 23%-27% menjadi 13%-14% agar dapat disimpan lama- Untuk meningkatkan kualitas gabah/padi.- Menyiapkan gabah/padi untuk pengolahan selanjutnya- Memperkecil biaya transport (gabah yang sudah kering menjadi lebih ringan) Pengeringan hasil panen harus cukup kering :- Pengeringan kurang merata akan menyebabkan keretakan gabah- Jika terlalu kering kurang baik untuk digiling, beras mudah pecah- Jika masih terlalu lembab kurang baik untuk disimpan- Pengeringan dapat dilakukan secara alami amupun secara buatan. PENYIMPANAN PADI/GABAH Setelah gabah dikeringkan, maka diperlukan tempat menyimpan untuk menunggu saat yang baik untuk dijual/digiling Faktor yang perlu diperhatikan dalam penyimpanan adalah:1. Cara dan tempat2. Gabah harus bersih, sehat dan kering (kadar air relatif rendah 13%-14%)Cara penyimpanan hasil panen antara lain :1. Gabah di simpan di tempat yang kering/ tidak lembab2. Tidak dekat dengan pupuk dan pestisida3. Tertutup rapat tapi masih memungkinkan sirkulasi udara keluar masuk4. Ada alas untuk tumpukan5. Gabah bisa di simpan di karung goni, gentong kering. Bila masih berupa padi beserta tangkainya, dapat diikat kemudian disimpan di atas para-para Penyimpanan dalam karung goni Faktor yang perlu diperhatikan adalah:- Karung harus bersih- Jangan menggunakan karung bekas karena kemungkinan adanya infeksi dari karung tersebutCara penyimpanan yang tepat :o Gabah kering dimasukkan ke dalam karung kemudian bagian karung yang terbuka karung dijahit dengan tali rafia sehingga tertutup rapato Karung yang berisi gabah disusun dalam tumpukan yang teratur dan dalam ukuran yang sama untuk mempermudah pengawasan dan penghitungano Karung disusun sedemikian rupa hingga yang lama di atas dan yang baru di bawaho Tumpukan karung jangan menyentuh tanah, melainkan perlu dialasi dengan palet kayu untuk mencegah kerusakan oleh binatang pengerat seperti tikuso Letak karung dalam tumpukan diselang-seling satu membujur lalu diatasnya melintang, untuk memperkokoh tumpukan sekaligus memberi sirkulasi udara MUTU GABAH Mutu hasil suatu komoditas pertanian pada dasarnya dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu: varietas, agroekologi, tempat tumbuh, budidaya dan pasca panen. Tujuan penanganan pasca panen adalah mempertahankan mutu hasil panen. Sebaik apapun mutu hasil yang diperoleh dari pra panen, bila penanganan pasca panen tidak baik juga akan diperoleh mutu hasil yang tidak baik. PENUTUP Penanganan panen dan pasca panen penting untuk dilakukan dengan baik karena kesalahan dalam penanganan panen dan pasca panen akan mengurangi hasil sekitar 15%. Kalau diasumsikan produksi padi 7ton/ha, maka kehilangan hasil dapat mencapai lebih dari 1 ton (sekitar 1.050 kg) Penulis : Dameydra Jaya, SST