PANEN DAN PASCA PANEN KEGIATAN SEKOLAH LAPANG (SL) WKPP KRUENG KULU
Pada Pertemuan Kegiatan Sekolah Lapang (SL) Kegiatan Peningkatan Produksi Pangan Strategis Nasional, yang difasilitasi oleh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Seunagan Timur Kabupaten Nagan Raya sumber dana APBN PPSDMPTahun Anggaran 2017. Pertemuan Sekolah Lapang ini dilaksanakan di WKPP Krueng Kulu Kecamatan Seunagan Timur pada tanggal 12 Agustus 2017 di Gampong Krueng Kulu yang dihadiri oleh Koordinator BPP Seunagan Timur serta utusan kelompok tani dalam WKPP Krueng Kulu (Pula Meubanja, Harapan Maju, Ingin Jaya dan Makmue Beusare) berjumlah 20 org, pada kesempatan tersebut PPL Pendamping WKPP Krueng Kulu Usman memaparkan materi tentang panen dan pasca panen. Panen merupakan kegiatan akhir dari proses produksi padi dilapangan dan faktor penentu beras, baik kualitas maupun kuantitas. 1. Panen dilakukan pada saat tanaman matang fisiologis yang dapat diamati secara visual pada hamparan sawah, yaitu padi 90-95% bulir telah menguning atau kadar air gabah berkisar 22-27%. Padi yang dipanen pada kondisi tersebut menghasilkan gabah berkualitas dan rendemen giling yang tinggi. 2. Panen dilakukan menggunakan alat dan mesin panen. Untuk mengatasi keterbatasan tenaga kerja dipedesaan telah dikembangkan mesin pemanen seperti Stripper, reaper, combinne harvester. Atau dengn cara menggunakan pisau pemotong yang bergerigi agar gabah tidak rontok. 3. Gabah perlu dikemas untuk menghindari tercecernya gabah selama pengangkutan. 4. Pengeringan dapat dilakukan dibawah sinar matahari langsung atau menggunakan mesin pengering. Penjemuran sebaiknya beralas terpal, tebal lapisan gabah 5-7 cm dan dilakukan pembalikan setiap 2 jam sekali. Penjemuran dihentikan setelah gabah mencapai kadar air 14% 5. Pengemasan menggunakan karung plastik 6. Penyimpanan gabah yang telah dikemas disusun dan ditempatkan diatas palet kayu By. BPP Seunagan Timur Kabupaten Nagan Raya