Loading...

PANEN DAN PASCA PANEN KEGIATAN SEKOLAH LAPANG (SL) WKPP SAPENG

PANEN DAN PASCA PANEN KEGIATAN SEKOLAH LAPANG  (SL) WKPP SAPENG
Pada Pertemuan Kegiatan Sekolah Lapang (SL) Kegiatan Peningkatan Produksi Pangan Strategis Nasional, yang difasilitasi oleh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Seunagan Timur Kabupaten Nagan Raya sumber dana APBN PPSDMPTahun Anggaran 2017. Pertemuan Sekolah Lapang ini dilaksanakan di WKPP Sapeng Kecamatan Seunagan Timur pada tanggal 5 Agustus 2017 di Gampong Sapeng yang dihadiri oleh Koordinator BPP Seunagan Timur serta utusan kelompok tani dalam WKPP Sapeng (Mangat Beusare A, Mangat Beusare B, Ubah Nasib dan Ingin Mandiri) berjumlah 20 org, pada kesempatan tersebut PPL Pendamping WKPP Sapeng Marzuki, SP memaparkan materi tentang panen dan pasca panen. Panen merupakan kegiatan akhir dari proses produksi padi dilapangan dan faktor penentu beras, baik kualitas maupun kuantitas. 1. Panen dilakukan pada saat tanaman matang fisiologis yang dapat diamati secara visual pada hamparan sawah, yaitu padi 90-95% bulir telah menguning atau kadar air gabah berkisar 22-27%. Padi yang dipanen pada kondisi tersebut menghasilkan gabah berkualitas dan rendemen giling yang tinggi. 2. Panen dilakukan menggunakan alat dan mesin panen. Untuk mengatasi keterbatasan tenaga kerja dipedesaan telah dikembangkan mesin pemanen seperti Stripper, reaper, combinne harvester. Atau dengn cara menggunakan pisau pemotong yang bergerigi agar gabah tidak rontok. 3. Gabah perlu dikemas untuk menghindari tercecernya gabah selama pengangkutan. 4. Pengeringan dapat dilakukan dibawah sinar matahari langsung atau menggunakan mesin pengering. Penjemuran sebaiknya beralas terpal, tebal lapisan gabah 5-7 cm dan dilakukan pembalikan setiap 2 jam sekali. Penjemuran dihentikan setelah gabah mencapai kadar air 14% 5. Pengemasan menggunakan karung plastik 6. Penyimpanan gabah yang telah dikemas disusun dan ditempatkan diatas palet kayu By. BPP Seunagan Timur Kabupaten Nagan Raya