Loading...

Panen Dan Pasca Panen Padi

Panen Dan Pasca Panen Padi
PANEN DAN PASCA PANEN TANAMAN PADI Panen Padi merupakan kegiatan akhir dari setiap budidaya dan permulaan dilakukan penanganan pascapanen.Bertujuan mendapatkan hasil gabah pada tingkat kematangan optimal,mencegah kerusakan dan kehilangan hasil seminimal mungkin. Penentuan waktu dan cara panen padi yang tepat akan memberikan keuntungan dengan hasil gabah memuaskan,dalam menghasilkan gabah dan beras berkualitas baik serta meminimalisir kehilangan hasil gabah. Kehilangan hasil pada usahatani padi secara umum masih tinggi, oleh karena itu, penanganan pasca panen sangat penting untuk mengurangi hasil sehingga produksi dan pendapatan petani dapat meningkat. Pascapanen padi adalah tahapan kegiatan yang dimulai sejak pemanenan sampai siap dikomsumsi atau siap di pasarkan.Teknologi penanganan pascapanen membantu meningkatkan mutu gabah dan beras,agar mempunyai daya simpan dan daya guna lebih tinggi. Penanganan pascapanen padi meliputi semua kegiatan perlakuan dan pengolahan yang meliputi: Padi harus dipanen pada waktu yang tepat dan ditentukan oleh kadar air gabah, umur padi, dihitung sejak padi berbunga, biasanya panen dilakukan pada 30 – 35 hari setelah padi berbunga. Tanda-tandanya ialah 95% malai tampak kuning dan kadar air gabah berkisar 21 - 26% maka padi siap di panen. Perontokan secara manual yaitu dengan cara menginjak sambil melintir padi dengan kaki atau dengan cara di gepyok.Cara ini kurang efisien karena membutuhkan waktu lama dan gabah yang tertinggal pada malai masih banyak sehingga akan memperbesar tingkat kehilangan hasil. Penggunaan alat perontok (pedal thresher maupun power thresher) sudah banyak digunakan petani untuk merontokkan padi yang dipanen dengan sistem potong atas atau potong tengah. Penggunaan mesin perontok akan mempercepat proses perontokan dan dengan cara ini tingkat kehilangan hasil pada saat panen dapat ditekan. Pengeringan dengan cara melewatkan udara panas dan kering ke dalam tumpukan gabah. Dapat pula pengeringan dilakukan dengan cara penjemuran menggunakan sinar matahari. Pengeringan juga dapat dilakukan dengan mesin pengering buatan (artficial dryer) Penjemuran Gabah dengan menggunakan sinar matahari sebaiknya : Alas penjemuran berupa terpal atau plastik dan Lantai jemur berupa beton atau lantai semen. Lantai jemur harus bersih dari kotoran jerami dan gabah varietas lain serta benda asng seperti tanah,pasir, kerikil dan logam. Penghamparan Gabah Setelah embun pagi hilang dan lntai jemur sudah kering, maka gabah segera dihampar dan diratakan. Ketebalan penjemuran antara 5 – 7 cm agar laju pengeringan gabah tidak terlalu cepat. Agar dihindari tebal penjemuran terlalu tipis karena menghasilkan panas yang tinggi sehingga gabah sangat cepat kering, mengakibatkan keretakan pada beras yang nantinya menjadi pecah saat digiling. Pembalikan gabah Selama penjemuran gabah perlu di bulak balik setiap satu – dua jam sekali. Pembalikan gabah perlu dilakukan agar kadar air gabah seragam. Alat pembalikan gabah sangat sederhana yang dibuat dari kayu dengan bentu seperti garu. Pengemasan Penjemuran dihentikan setelah kadar air gabah mencapai sekitar 14%, Gabah kering kemudian dikemas dengan karung plastik dan diangkut kegudang atau pabrik penggilingan padi. Gabah kering seelah dikemas perlu diistirahatkan lebih dulu satu sampai dua malam. Penyimpanan dan Penggilingan Pada masa penyimpanan gabah faktor lingkungan yang paling berpengaruh adalah suhu, kelembaban udara. Sedangkan faktor biologis yang berpengaruh yaitu hama gudang dan mikro organisme perusak biji. Hama gudang atau serangga mengakibatkan susut bobot dan mutu. Petani umumnya menyimpan gabah pada kadar air sekitar 16% dan kadar kotoran seitar 6%. Hal ini masih cukup baik kalau waktu simpannya hanya untuk 1 tahun di dalam lumbung. Gabah yang disimpan cukup lama akan mengalami perubahan kadar air ini di sebabkan oleh tingkat kelembaban ruang penyimpanan. Gabah yang sudah di simpan dalam penyimpanan jika akan di giling dikeringkan terlebih dahulu sampai kadar air mencapai 12 – 14% kemudian gabah yang baru dikeringkan tersebut di angin-anginkan terlebih dahulu untuk menghindari butir pecah. Penggilingan merupakan proses untuk mengubah gabah menjadi beras. Proses penggilingan gabah meliputi pengupasan sekam, pemisahan gabah, penyosohan, penyimpanan. Teknologi penggilingan sangat menentukan kuantitas dan kualitas beras yang baik. Sumber : https://tanipedia.co.id/siklus-panen-padi-oryza-sativa-secara-baik-dan-benar/ http://nad.litbang.pertanian.go.id/ind/images/dokumen/Rekomtek/17-pascapanen.pdf