Loading...

PANEN DAN PASCA PANEN TANAMAN BAWANG MERAH

PANEN DAN PASCA PANEN TANAMAN BAWANG MERAH
1. PemanenanPemanenan dilakukan dalam keadaan cuaca cerah dan kering. Seluruh tanaman dicabut dengan tangan secara hati-hati. 2. Curing (Pelayuan)Setelah dipanen, bawang merah diikat dan diangkut ke tempat penjemuran atau tempat dilakukan curing atau pelayuan daun. Proses pelayuan daun ini bertujuan untuk mendapatkan warna kulit umbi bawang merah yang lebih merah dan mengkilat, mempersingkat waktu pengeringan dan membatasi terjadinya penguapan air dari umbi yang berlebihan pada waktu proses pengeringan dengan terjadinya penyempitan leher umbi selama proses pelayuan daun. Selain itu dengan pemberian suhu yang cukup tinggi selama proses pelayuan tersebut akan terbentuk lapisan epidermis (calus) yang menutupi luka-luka pada umbi yang terjadi selama penanaman dan pengangkutan. Pada umumnya pelayuan daun dilakukan dengan penjemuran selama 2–3 hari pertama setelah panen. Penjemuran dilaksanakan dalam barisan yang berjumlah 4 – 5 baris dan disusun sedemikian rupa sehingga ujung daun dari umbi dari baris yang satu akan menutupi umbi dari baris yang lain, dengan demikian dapat terhindar dari sengatan matahari secara langsung. Sengatan matahari yang langsung selama proses pelayuan dapat mengakibatkan terjadinya keriput dan rusaknya jaringan pelindung pada umbi, sehingga akan menyebabkan pemudaran warna kulit umbi. Kelanjutan proses pelayuan daun adalah proses pengeringan. Proses pengeringan ini dilakukan dengan penjemuran umbi selama 7 – 14 hari, tergantung pada kondisi cuaca. Penjemuran dilakukan langsung setelah curing, untuk konsumsi selama sekitar 7 – 8 hari, penjemuran untuk bibit 12 – 15 hari, pada malam hari ditutup memakai plastik. Penggedengan 4 ikatan roji dijadikan 1, kemudian dilakukan penjemuran dengan membalik bagian umbi ke atas sekitar 3 jam.Proses penjemuran yang dilakukan dengan posisi umbi terletak di atas jangan terlalu lama untuk menghindari terjadinya umbi matang. Penjemuran untuk konsumsi dianggap cukup bila kulit paling luar umbi sudah mengelupas dan bunyinya mengeresek (susut sekitar 15 – 20%) dan untuk keperluan bibit warna umbi merah cerah dan melekat pada umbinya (penyusutan berkisar 17 – 22%).3. Proses PengeringanProses pengeringan secara mekanis dapat dilakukan dengan beberapa macam alat pengering, misalnya cabinet dryer. Proses pengeringan dihentikan pada saat umbi mencapai susut berat 25 – 40% dan kadar air umbi mencapai 80 – 84%.Umbi bawang merah dapat mengalami kerusakan selama penyimpanan. Jenis kerusakan umbi yang sering terjadi berupa pelunakan umbi, keriput, hampa, berjamur, busuk, pertunasan dan pertumbuhan akar. Untuk mengurangi kerusakan ini diperlukan metode penyimpanan yang baik yaitu umbi yang baik, tingkat ketuaan yang tepat, suhu 30 - 33'C, kelembaban nisbi 65 – 75%.Klasifikasi kualitas bawang merah berdasarkan penampilan dan ukuran untuk kualitas ekspor adalah kering, cerah, bulat dan bebas penyakit dengan ukuran > 2,5 cm. Sedangkan untuk pasar domestik yaitu kering/segar, cerah, merah tua dan bebas penyakit dengan ukuran 1,5 - 2,5 cm. Menurut SNI (1992), bawang merah digolongkan dalam dua jenis mutu yaitu Mutu I dan Mutu II. 4. Proses PengemasanWadah kemasan bawang merah dapat berupa keranjang bambu berbentuk silinder, karung goni, karung plastik, karung jaring plastik atau peti kayu. Keranjang bambu yang dipakai untuk perdagangan lokal bergaris tengah 50 cm, tinggi 75 cm, kapasitas 65 – 95 kg. Untuk keperluan ekspor digunakan keranjang bambu pula dengan di bagian tengahnya diberi lubang anyaman bambu untuk sirkulasi udara. Kapasitas keranjang ini 70 – 80 kg. Pengemasan bawang merah untuk pasar lokal biasanya menggunakan karung plastik yang berlubang – lubang atau keranjang plastik/keranjang bambu dengan kapasitas 25 – 30 kg. Pengemasan bawang merah untuk pemasaran luar daerah biasanya menggunakan kardus yang sudah dilubangi untuk ventilasi udara. Untuk pemasaran swalayan dikemas dengan tray dan ditutup plastic wrapping atau kemasan dengan plastik transparan yang dilubangi dengan berat 0,25 – 0,50 kg. Untuk pasokan restoran/rumah bawang merah dikemas dengan kantong plastik yang dilubangi ukuran 5 kg. Lubang kantong plastik berfungsi mencegah terjadinya pengembunan udara dalam plastik yang dapat membusukkan bawang merah. Pengemasan bawang merah untuk ekspor dikemas dengan kardus khusus dari eksportir lengkap dengan nama dagang dan tanggal panen. Kardus diberi lubang kecil dengan ukuran kardus untuk kapasitas 15 – 20 kg.Cara penyimpanan bawang merah adalah digantungkan di gudang pengeringan selama 6 – 8 minggu sampai kering mati dan setelah itu daun-daun keringnya dipotong, kemudian umbi-umbi bawang dimasukkan ke dalam karung dan disimpan di ruang penyimpanan yang kering. Gudang pengeringan dapat berupa gudang tanpa dinding.Penyimpanan di dalam gudang/ruang yang teduh atap sebaiknya dari seng agar ada penerangan atau dapat digunakan atap dari fiber glass dan tertutup, ventilasi ruangan cukup baik, suhu 25- 30o C dan kelembaban 70 - 75 %. Gudang penyimpanan dan rak-rak yang akan digunakan harus bersih. Penyimpanan bawang merah untuk konsumsi maksimal 2 bulan, sedangkan untuk benih 2 – 3 bulan. (Ria Asnita, SP/ PPL WIBI Sungai Penuh)