Dalam rangka menghasilkan teh yang bermutu tinggi, penanganan pucuk teh yang di panen sebagai bahan baku perlu ditangani sebaik mungkin sebelum di proses dari kebun sampai pabrik. Saat ini pucuk teh sesuai dengan pasaran ada yang di buat teh hitam, teh hijau, teh oolong, dan teh wangi. Selain itu cita rasa teh juga disajikan dalam berbagai produk kemasan dan minuman langsung di dalam restauran dengan cara mencampur dengan bahan yang membuat rasa teh bertambah enak. Kegiatan pengelolaan dan pemeliharaan tanaman semuanya bertujuan untuk menghasilkan kualitas catechin dan caffein yang tinggi karena senyawa ini berperan dalam rasa, warna, dan aroma. Sebagai ilustrasi hasil penelitian PPTK Gambung dalam bagian pucuk teh mengandung catechin 11,7 – 26,5 % dan caffein 2,5 – 4,7 %.Beberapa tahapan yang perlu diperhatikan dalam penanganan dan perawatan pucuk :1. Pemetikan pucuk dilakukan secara taruk2. Pucuk di tangan jangan terlalu banyak3. Jumlah pucuk usahakan jangan terlalu padat di keranjang4. Pucuk jangan di siram air5. Pucuk yang telah di simpan dalam keranjang jangan di tumpuk Perawatan pucuk dalam pengumpulan dan penyimpanan adalah sebagai berikut :1. Isi waring penyimpanan pucuk jangan lebih 20 kg, jika terlalu berat mudah rusak.2. Pengangkatan waring dari kebun ke dalam truk pengangkut di taruh di atas kepala dan saat diturunkan jangan di banting.3. Jika waring banyak, di buat rak-rak dalam bak angkutan agar tidak tumpang tindih.4. Kalau pucuk di angkat dalam waring bambu tidak perlu di buat rak.5. Penurunan keranjang harus hati-hati jangan terbongkar.6. Keranjang dalam truk tidak boleh di tindih dengan barang lain termasuk orang yang menumpang.7. Pucuk yang di angkut setengah dari bak truk dan hati-hati menjalankan truknya. Setelah melalui perawatan pucuk, pucuk teh kemudian akan di olah menjadi produk teh. Setelah pemanenan, dilanjutkn dengan proses penimbangan. Biasanya penimbangan dilakukan 3 - 4 kali sehari. Lokasi penimbangan sebaiknya dekat dengan pabrik. Pengangkutan dari lokasi penimbangan ke pabrik diupayakan sesegera mungkin dan pucuk harus segera di bongkar dan dimasukkan ke dalam bak pelayuan sete;ah sampai di pabrik. Teh di olah menjadi berbagai jenis olahan seperti teh hijau, teh hitam, dan teh wangi. Ditulis Kembali Oleh : Harnati Rafiastuti, SP (Penyuluh BBP2TP)Sumber Bacaan :1. Dedi Soleh E, dkk. 2010. Budidaya dan Pascapanen Teh. Eska Media Bekerjasama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan. Kementerian Pertanian. Bogor.2. Gambar berasal dari Google tentang tanaman teh.