Daun tembakau yang akan diolah menjadi kerosok maupun rajangan sebaiknya dipetik tepat masak agar mendapatkan mutu yang baik. Daun tembakau yang tepat masak akan berwarna hijau kekuningan merata dan terkesan tidak segar lagi. Secara fisiologis ditandai dengan kandungan khlorofil yang rendah dan pati yang tinggi. Munculnya warna kuning dari karotenoid (santofil dan karotin) adalah indikasi menurunnya kandungan klorofil.Pengaruh kemasakan daun terhadap penananganan pasca panen dan mutu tembakau.Kadar air tembakau sangat dipengaruhi oleh iklim, kesuburan tanaman, ketersediaan air tanah dan tingkat kemasakan daun. Pada awalnya kandungan air daun tembakau berkisar antara 80-90%. Kandungan air tersebut menjadi faktor penting untuk membantu kelancaran penanganan pasca panen karena merupakan media berlangsungnya reaksi-reaksi biokimia dalam proses pembentukan mutu. Akan tetapi kandungan air yang terlalu tinggi dapat memperlambat waktu proses penguningan pengikatan warna dan pengeringan sehingga memerlukan bahan bakar lebih banyak dan waktu yang lebih lama. Mutu kerosok maupun rajangan juga ditentukan oleh tingkat kemasakan daun pada saat dipetik. Tingkat kemasakan daunTingkat kemasakan daun tembakau dibagi menjadi tiga kelas yaitu kurang masak, tepat masak dan kelewat masak. Daun yang kurang masak mempunyai kekurangan- kekurangan antara lain: 1) kandungan klorofil masih terlalu tinggi sehingga pada fase penguningan sulit menjadi kuning (warna kerosok kurang cerah); 2) Fase penguningan membutuhkan waktu lebih lama sehingga boros bahan bakar, 3) Mutu kerosok lebih rendah karena komponen-komponen kimia pembentuk mutu belum terbentuk secara maksimal. Daun tembakau yang dipetik tepat masak mengandung komponen kimia penyusun mutu yang tinggi dan hanya sedikit mengandung komponen kimia yang berpengaruh negatif terhadap mutu. Sedangkan daun tembakau yang kelewat masak memiliki beberapa kekurangan, diantaranya adalah: 1) Warna kerosok tidak rata karena sudah ada bagian daun yang mongering terutama bagian tepi dan ujung daun; 2) Kerosok rapuh /kurang elastis sehingga bermutu rendah; 3) Bobot kerosok /rajangan lebih rendah, karena banyak komponen kimia yang sudah berubah terutama pati menjadi energi.Secara umum, posisi daun pada daun pada batang dibagi menjadi lima kelompok, yaitu daun tanah.daun pasir/koseran; daun khaki, daun tengah/daun madya pertama, daun atas/daun madya atas, dan daun pucuk. Daun bawah berbentuk bulat telur, makin ke atas makin lancip, daun tengah ukuran paling besar dengan ujung agak lancip. Posisi daun pada batang yang letaknya makin makin ke atas, kandungan nikotonnya makin meningkat. Kandungan karbohidrat dan gula tertinggi terdapat pada daun tengah, makin ke atas dan kebawahkandungan karbohidrat semakin rendah, sedangkan kandungan khlorofil makin ke atas makin tinggi dan makin stabil. Kemasakan daun dalam satu tanaman dimulai dari daun bawah, dan secara berurutan terus ke daun lebih atas.Panen dan pengangkutan: Panen dapat dilakukan pagi hari maupun sore hari. Pada pagi hari, sebaiknya dilakukan sekitar pukul 8, saat embun pagi telah hilang dari daun, sampai sebelum tengah hari (pukul 11). Sedangkan pada sore hari sebaiknya antara pukul 14.30-16,30. Panen pertama dilakukan hanya pada daun yang sudah masak yaitu berwarna hijau kekunigan. Bila iklim normal pemetikan pertama dimulai pada 60-70 hari setelah tanam. Lama masa panen 40-50 hari sebanyak 5-7 kali pemetikan dengan selang waktu pemetikan 3-7 hari tergantung keadaan tanaman dan kondisi lingkungan selama pertumbuhan. Jumlah daun yang dipetik pada daun bawah sekitar 2-3 lembar dan pada pada daun atas antara 4-6 lembar setiap pemetikan. Daun yang dipetik segera dimasukkan ke dalam keranjang dengan pangkal daun di bawah dan segera dibawa ke tempat teduh. Kemudian digulung menggunakan karung agar tidak memar atau sobek selama pengangkutan sampai ke gudang. Cara pengangkutan: 1) Daun yang baru dipanen masih cukup getas sehingga bila tidak terpaksa tidak perlu diikat; 2) Waktu pengangkutan tidak terlalu lama dan jarak tidak terlalu jauh; 3) Daun tembakau dihindarkan dari tumpukan dan goncangan agar tidak robeh. 4)Diusahakan agar terhindar dari sinar matahari secara langsung. (Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian Pusluhtan, BPPSDMP, Kementan).Sumber: Pedoman Teknis Penanganan Pascapanen Tembakau. Direktorat Pasca Panen dan Pembinaan Usaha. Direktorat Jenderal Perkebunan. Kementerian Pertanian. 2012.