Loading...

Panen Jagung Di Poktan Ngadiluwih Desa Sepanyol Kec. Gudo

Panen Jagung Di Poktan Ngadiluwih Desa Sepanyol Kec. Gudo
Pada hari Rabu Tanggal 6 November poktan Ngadiluwih Desa Sepanyol Kec. Gudo melakukan panen jagung diwilayahnya. Luas lahan panen jagung sekitar 4 ha. Petani melakukan panen sendiri karena harga tebasan jagung rendah. Dimana produktivitas rata-rata sekitar 1 ton per ratus. Sedangkan harga rata-rata tebasan jagung sekitar Rp.2.500.000 sd Rp. 3.200.000 per 100 ru. Sehingga bila ditebas petani mengalami kerugian yang lebih tinggi. Petani berharap agar harga jula panen jagung bisa lebih tinggi, hal ini dikarenakan pada musim tanam jagung ini biaya input produksi jagung lebih tinggi dibanding musim-musim sebelumnya.Sepertibiaya pembelian pupuk, biaya pengendalian OPT, dan biaya diesel air yang lebih banyak karena musim kemarau panjang. Eviyanti, selaku PPL setempat menjelaskan bahwa panen jagung harus tepat waktu, yaitu ketika sudah masak secara fisiologis. Untuk mengatasi harga panen jagung yang rendah karena produksi yang melimpah, seyognyanya dipanen sendiri tanpa ditebaskan ke tengkulak, dimana hasil panen disimpan digudang sampai beberapa waktu hingga harga beli jagung meningkat baru dijual.