Petani Jagung di Kabupaten Garut boleh berbangga hati karena pada musim panen kali ini, dapat menghasilkan jagung berlimpah. Dari 5 desa di Kabupaten Garut dengan luasan garapan 3.500 ha didapat produksi sebanyak 42.000 ton. 23 Maret 2016, Garut – Menteri Pertanian Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman mengintruksikan agar Pemerintah Kabupaten Garut terus meningkatkan produksi jagung hibrida dan meminta para petani untuk tidak khawatir, dan beliau mengatakan bahwa Kementerian Pertanian siap mendorong produksi jagung dengan memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh para petani. Jagung yang ditanam adalah Jagung Hibrida, yakni jenis jagung yang diperoleh dari persilangan antara 2 atau lebih yang sifatnya adalah heterozygot danhomogen. Jenis jagung hibrida biasanya dikirim ke industri untuk digunakan/diolah sebagai pakan ternak atau kebutuhan industri lainnya.Selain Menteri Pertanian, Panen Raya Jagung Hibrida ini dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Wakil Bupati Kabupaten Garut, Dan Perwakilan dari OPD Rumpun Pertanian Provinsi Jawa Barat termasuk perwakilan dari Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Provinsi Jawa Barat.Perhatian pemerintahan pusat sangat besar terhadap bidang pertanian, diluar subsidi pupuk yang mencapai 28-an trilyun rupiah tiap tahun, anggaran pertanian tahun 2015 meningkat 200 % dari tahun 2014, untuk produksi penyediaan pangan. Jumlah bantuan alat mesin pertanian tahun 2015 kepada kelompok tani dan gapoktan berupa traktor, pompa, combain harvester, rice transplanter, power trhesher, corn sheller, RMU dan lain-lain juga meningkat ribuan persen dari tahun 2014, sebanyak 80-an ribu unit. Selain itu, tahun 2015 kita telah menyelesaian jaringan irigasi tersier lebih dari 2,6 juta ha serta berbagai kegiatan dengan bantuan saprodi berupa benih dan pupuk seluas 4 juta ha lebih.Menteri Pertanian, pada kesempatan ini memberikan bantuan kepada kelompok tani di Kabupaten Garut tahun 2015 antara lain benih padi sawah 20.000 ha, jagung hibrida 10.000 ha, kedelai 4.500 ha, jaringan irigasi tersier 9.000 ha, optimasi lahan 1.000 ha dan alsintan; berupa traktor 133 unit, pompa air 46 unit, combain harvester 21 unit, corn seller 20 unit, power trhesher 15 unit, vertical dryer jagung 3 unit, serta RMU dan bangunannya 7 unit. Program bantuan kepada petani dan gapoktan sebagai upaya meningkatkan produksi padi dan jagung akan terus dilanjutkan untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Penghargaan Untuk Penyuluh THL-TBHasil panen Jagung Hibrida yang melimpah di Kabupaten Garut tidak bisa lepas dari adanya peran para penyuluh pertanian, yang secara langsung memberikan pengawalan dan pendampingan terhadap petani jagung, dan juga adanya dukungan langsung unsur masyarakat dan perangkat desa. "Saya disini ingin mengucapkan terimakasih pada GAPOKTAN dan Bapak Lurah, Beliau adalah orang-orang yang telah memperjuangkan penambahan perluasan tanah, yang awalnya desa kami hanya memiliki 800 hektar luas tanah hingga sekarang menjadi 1800 hektar.", ucap salah seorang penyuluh THL yang di berikan kesempatan berbicara oleh Bapak Mentan, "Dan saya menagih janji bapak, karena saat di Tangerang bapak bilang PPL yang dapat memperluas luas tanah maka akan di angkat otomatis, dan hari ini saya menagih itu".Ketika ditagih terkait pengangkatan tersebut Pak Mentan pun mengatakan "Kami tidak berani mengeluarkan statement otomatis terangkat bila memperluas tanah, Tapi sekarang memang ada test, Dan kalau PPL ada yang bisa mengumpulkan 5000 ton gabah, hubungi saja saya, dari pada ujian tulis lebih baik ujian di lapangan." Ucap Pak Mentan sambil menginformasikan kembali terkait penghargaan untuk penyuluh THL-TB yang akan di angkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan jika melebihi 2000 ton akan diberikan bonus berupa Sepeda Motor.SET. BAKORLUH PROV. JABAR dalam hal ini siap untuk membantu para penyuluh THL-TB dalam program Serapan Gabah sebanyak 5000 ton tersebut, petani dan penyuluh, kedua pion terdepan pertanian tersebut harus di sejahterakan. (N. M. Arief - SET. BAKORLUH PROV. JABAR)