Selalu bersyukur, kerja keras, tidak mengeluh, iklas dan selalu belajar, demikian pesan Wakil Bupati Gunungkidul Dr.Drs.Imawan Wahyudi MS yang disampaikan kepada para pemuda tani pada saat Saresehan dalam kegiatan Panen Jagung Hybrida dan Gerakan Tanam Kedelai yang diselenggarakan oleh Poktan Hutan Lestari Dusun Sawahan I, Desa Bleberan, Kecamatan Playen pada tanggal 16 Januari 2018 yang lalu.Selanjutnya Wabub mengharapkan agar kegiatan pertanian dapat disinergiskan dengan pariwisata selaras dengan visi Gunungkidul yang ingin " Mewujudkan Gunungkidul sebagai Daerah Tujuan Wisata yang Terkemuka dan Berbudaya menuju masyarakat yang berdaya saing, maju, mandiri, dan sejahtera Tahun 2021".Kegiatan Panen Jagung dan Gerakan Tanam Kedelai tersebut dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, BPTP DIY, Muspika Playen, Kepala BDH Playen, Kepala Desa Bleberan, Penyuluh Pertanian dan diikuti oleh seluruh anggota Poktan, KWT, Pemuda Tani serta Persatuan Penyuluh Pertanian Swadaya Gunungkidul ( PPSG). Lokasi kegiatan panen jagung dan tanam kedelai pada lahan kawasan Hutan Kemasyarakatan Kayu Putih di wilayah BDH Playen Petak 80,yang merupakan lahan milik kehutanan yang pengelolaannya diserahkan kepada petani disekitar hutan dengan cara kerjasama dimana petani diperbolehkan menanam tanaman semusim yang hasilnya sepenuhnya milik petani tetapi petani sebagai penyanggem diwajibkan memelihara dan dilarang merusak tanaman kayu putih sebagai tanaman utamanya demikian dikatakan oleh Ir. Taufiq Kepala BDH Playen. Sedangkan benih kedelai yang digunakan untuk Gertam Kedelai berasal dari bantuan dan hasil penangkaran dari BPTP DIY yang berupa Benih Dasar ( BD ) varietas Anjasmoro seluas 10 ha untuk kegiatan Penangkaran Benih Kedelai guna memenuhi kebutuhan benih kedelai pada Musim Kemarau di wilayah DIY dan sekitarnya. Pada MH II 2018 ini BPTP DIY mengalokasikan kegiatan penangkaran benih seluas 17 hektar di wilayah Kabupaten Gunungkidul yang terbagi menjadi 2 unit yakni di Bleberan Playen 10 hektar dan di Kecamatan Semin seluas 7 hektar. Sebagaimana kata sambutan yang disampaikan oleh Ir.Mulyadi MSi mewakili Kepala BPTP DIY, kegiatan penangkaran benih kedelai ini bertujuan untuk membantu ketersediaan benih kedelai di wilayah dan untuk mendukung pemberdayaan penangkar benih kedelai serta mendukung program upsus kedelai yang tengah dilaksanakan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian. Kegiatan Panen Jagung Hybrida dan Gertam Kedelai ini merupakan wujud kerjasama yang nyata dari pemerintah dan masyarakat untuk mendukung program Upsus Pajale yang telah dicanangkan oleh pemerintah Pusat, demikian dilaporkan oleh Ketua Poktan Hutan Lestari Sumari CW. Disamping itu Sumari CW yang juga sebagai Ketua KTNA DIY dan juga sebagai Penyuluh Pertanian Swadaya Desa Bleberan melaporkan bahwa saat ini para petani baru mulai panen jagung dan padi sehingga Sumari CW mengusulkan kepada pemerintah untuk tidak melakukan Import beras, karena import beras hanya akan merugikan petani. Selanjutnya Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul Ir.Bambang Wisnu Broto dalam kata sambutannya mengatakan bahwa target luas tanam jagung untuk Kabupaten Gunungkidul pada tahun 2018 seluas 50.400 hektar akan tetapi sampai saat ini masih kurang ± 5.000 ha, sedang target tanaman kedelai seluas 4.641 hektar baru tercapai 692 hektar dan kekurangan luas tanam dari kedua komoditas tersebut mudah-mudahan dapat dipenuhi pada MH II dan MK yang akan datang.Oleh karena itu dukungan dari semua pihak sangat diharapkan, lebih-lebih keikut sertaan para pemuda tani sebagai generasi penerus yang akan melanjutkan pembangunan khususnya di sektor pertanian. Ir.Bambang Wisnu Broto berkali-kali mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak karena telah meringankan tugasnya, lebih-lebih kepada Dinas Kehutanan DIY yang telah menyediakan lahan untuk kegiatan pengembangan tanaman semusim khususnya jagung dan kedelai yang ternyata masih memberikan produktivitas yang cukup tinggi yakni dari hasil ubinan jagung menghasilkan 6,27 – 7,16 ton per hektar jagung pipilan kering ( Trimulad DSw,2018 ).