Dinas Pertanian Kota selalu berupaya untuk mengembangkan komoditas-komoditas berpeluang meningkatkan pendapatan petani. Hal ini mengingat luas lahan pertanian yang semakin berkurang karena beralih fungsi ke non pertanian. Salah satu komoditas yang mulai diperkenalkan ke petani adalah jagung ketan hitam. Jagung ketan hitam ini didemplotkan di lahan Subak Umadesa, Kelurahan Penatih, Kecamatan Denpasar Timur. Luas demplot 11 are dengan petani pelaksana dua orang. Panen hasil dari demplot ini dilaksanakan hari Jumat (18/9) pagi. Acara panen bersama dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, Ambara Putra, beserta Kepala Bidang dan Kepala Seksi terkait. Koordinator BPP Denpasar Timur beserta Penyuluh dan Petugas Pengamat Hama pun turut hadir dalam acara ini. Produktivitas jagung ketan hitam tersebut ternyata cukup menjanjikan untuk dikembangkan. Hanya dengan pupuk urea, NPK, dan pupuk pelengkap cair, produktivitas mencapai 17,5 ton per ha. Waktu panen yang singkat, hanya 2,5 bulan dengan perawatan yang relatif mudah, serta harga yang mencapai Rp 1.500 – Rp 2.000, tentunya jagung ketan hitam akan menjadi salah satu komoditas yang dapat dibudidayakan oleh petani, selain padi yang masih menjadi komoditas utama di Kecamatan Denpasar Timur. Kelebihan dari jagung ketan hitam ini dibandingkan dengan jagung jenis lainnya adalah kandungan anti oksidan yang tinggi. Selain itu, kandungan antosianin yang tinggi dapat mengurangi resiko kanker usus. Kandungan proteinnya lebih tinggi 20 persen dibandingkan jagung kuning dan kandungan gulanya yang rendah, menjadikan jagung ketan hitam dapat dipilih sebagai bagian dari menu diet bagi yang ingin memperoleh berat badan ideal maupun penderita diabetes. Ditulis oleh : Marcella Wayan Kartika Rini, SP (PP Muda)