Betapa tidak, …. kali ini petani kacang tanah tersenyum gembira karena saat panen kacang tanah mereka tepat pada posisi harga jual tinggi yaitu 100 ribu rupiah/blek kacang tanah segar konsumsi. Petani kacang tanah (panggilan Bapak Rustam) ini tinggal di Desa Awang Kecamatan Batang Alai Utara anggota kelompok tani Usaha Maju Awang tatah menanam kacang tanah tahun ini sekitar 25 borong telah panen dengan hasil sekitar 200 blek. Awal tanam dilaksanakan pada minggu pertama bulan September 2019 dan dipanen pada awal bulan Desember yang lalu tepatnya tanggal 7, 14, dan 15 Desember yang lalu dengan lama pemeliharaan sekitar 3 bulan. Penjualan dilaksanakan 3 tahapan, tahap pertama hasil panen dijual dengan harga 70 ribu rupiah/blek, panen kedua dijual dengan harga 72.500 rupiah/blek, dan panen ketiga dijual dengan haga 100 ribu rupiah/blek. Sebenanya produktivitas kacang tanah milik Bapak Rustam masih dibawah bila dibanding potensi produksi kacang tanah didesa tersebut, karena tahun yang lalu ada petani yang menanam kacag tanah diwilayah desa Awang tersebut dengan hasil sekitar 45 blek dengan luas lahan tanam sekitar 3 borong, ini berarti produktivitasnya mencapai 15 blek/borong. Sementara luas tanam kacang tanah milik Bapak Rustam sekitar 25 borong dengan prodiksi 200 blek, ini peroduktivitasnya hanya mencapai 8 blek/borong. Walaupun demikian…… yang sangat menggembirakan Bapak Rustam adalah harga jual yang produknya, karena selama menanam kacang tanah baru kali ini menemui harga jual yang sangat tinggi sampai harga jual 100 ribu rupiah/blek , katanya. Jika kita hitung analisa ekonomi usaha kacang tanah ini dalam 1 (satu) borong adalah sebagai berikut : I.Biaya Beli benih (paung) kacang tanah 2kg Rp. 32.500,- = Rp. 65.000,- Beli herbisida + upah semprot ( 1 tangki) = Rp. 15.000,- Pembersihan lahan = Rp. 10.000,- Upah tanam = Rp. 40.000,- Pemupukan + upah = Rp. 15.000,- Panen . = Rp. 10.000,- Jumlah = Rp. 155.000,- II.Panen dan penjualan . Produksi kacang tanah = 8 blek. Harga jual rata-rata = Rp. 80.833,- = Rp. 81.000,- III.Pendapatan kotor. Pendapatan kotor = 8 blek x Rp. 81.000,- = Rp. 000,- III.Keuntungan bersih. Keuntungan bersih = Rp. 648.000,- - 155.000,- = Rp. 493.000,- Berdasarkan hasil analisa usaha diatas maka usaha kacang tanah yang digeluti Bapak Rustam yang luas tanamnya 25 borong mendapatkan keuntungan bersih adalah 25 borng x Rp. 493.000,- = Rp. 12.325.000,- Bertanam kacang tanah milik Bapak Rustam ini diusahakan dilahan lebak watun II. Sistem olah tanah tidaak dilaksanakan karena tanahnya relatif gembur hanya dengan pembersihan lahan dari rumput untuk menghindari kemungkinan tempat bersarangnya hama tikus. Jarak tanam yang digunakan 20 x 30 cm, dengan keperluan benih 2 kg perborong. Sungguh sangat menjanjikan keuntungan bertanam kacang tanah dilahan lebak …..ujar Bapak Rustam. Bertanam kacang tanah dilahan lebak memang sangat menjanjikan keuntungan karena biaya dapat ditekan. Misalnya tanah tidak perlu ditraktor, pemberian pupuk dapat dikurangi atau ditiadakan. Cuma menggunakan pupuk perangsang. Seperti Bapak Rustam ini…”pupuk yang diberikan hanya pupuk cair “Gandasil B” dengan dosis 30 gram/tangki dengan cara disemprotkan pada tanaman ketika umur tanaman mencapai 3 minggu, cukup satu kali pemberian PPC selama pertanaman….variabel costnya sangat kecil, Oky silahkan coba …… Insya Allah akan terbukti untungnya!!! Penulis : H. Hairul Safii.S.Pt PP Programer BP Ilung