Mutu dan produksi kedelai sangat dipengaruhi oleh penanganan panen dan pasca panen. Penanganan panen dan pasca panen yang tidak tepat atau tidak memenuhi syarat mengakibatkan mutu yang rendah dan kehilangan hasil, sehingga produksi berkurang. Jenis alat dan cara penggunaan alat juga mempengaruhi mutu dan tingkat kehilangan hasil panen. Disamping itu keterampilan dan kompetensi SDM (operator) juga sangat mempengaruhi kualitas dan tingkat kehilangan hasil dalam penanganan panen dan pasca panen kedelai. Khusus untuk kegiatan panen kedelai di Indonesia umumnya masih dilakukan secara manual dengan mempergunakan sabit. Untuk memperoleh hasil yang optimal serta menekan tingkat kehilangan hasil dalam pelaksanaan panen kedelai, petani perlu dibekali dengan tata cara mempergunakan sabit sebagai alat panen secara tepat dan benar.