Budidaya tanaman hortikultura merupakan budidaya tanaman yang harus dilakaukan secara intensif baik perawatan dan penanganannya,banyak faktor yang sangat berpengaruh antara lain faktor cuaca dan memerlukan modal yang tinggi, tidak sedikit petani yang mengalami kerugian yang tinggi. Akan tetapi budidaya tanaman hortikultura banyak diminati karna penghasilan yang didapat dibandingkan dengan budidaya tanaman pangan sangat berbeda jauh hal itulah yang menyebabkan petani milenial Kabaupaten Situbondo tetap melakukan usaha budidaya tanaman hortikultura terutama di komoditi melon. Banyak cara yang beliau lakukan untuk menekan biaya modal yang dikeluarkan salah satunya dalam penekananan penggunaan Pestisida dan pupuk, selain itu beliau juga ingin membuang sudut pandang masyarakat tentang kandungan melon yang memiliki kandungan kimia yang tinggi dengan menggunakan pemupukan ala SAS. Keberhasilan budidaya yang dilakukan oleh Supri petani muda Situbondo di apresiai melalui Temu lapang yang dihadiri oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebuanan Kabupaten Situbondo pada hari sabtu tanggal 5 September 2020 di Desa Tanjung Kamal Kecamatan Mangaran, kegiatan tersebut di sponsori leh PT Pertiwi, lokasi temu lapang dilakukan di tengah- tengah tanaman melon yang dia usahakan, tampak kondisi tanaman melon yang berumur 65 hari masih dalam kondisi daun yang masih hijau.Temu lapang ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada petani untuk tidak takut dalam melakukan budidaya tanaman melon dan tidak ketergantungannya petani dalam penggunaan pupuk kimia dimana sekarang jumlah pupuk subisdi yang diperoleh dibatasi pemerintah. By.Desi Komalasari,Situbondo