Para petani di Kelurahan Banturung Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka Raya, sudah tidak asing lagi dengan budidaya bawang merah, mereka sudah mahir berusaha tani komoditi ini. Keberadaan dua orang petani penangkar bawang merah di Banturung, Peneliti dan Penyuluh Pertanian setempat diakui oleh para petani khususnya petani bawang merah, punya andil terhadap keberhasilan mereka, Seperti panen bawang merah Varietas Bima Brebes baru-baru ini di Kelompok Tani Karya Muda, dengan hasil produksi 21,9 ton per hektar kering. " Ini sangat luar biasa karena bisa melampaui produksi nasional yang rata-rata 10 ton per hektar", komentar bapak Kadis Distanak Provinsi Kalteng. Menurut Peneliti dari BPTP Kalimantan Tengah, Dr. M. Anang Firmansyah, "Varietas Bima Brebes termasuk sangat cocok untuk dikembangkan di dataran rendah seperi di Kota Palangka Raya. Varietas yang anakannya bisa mencapai 7-12 umbi per rumpun ini cukup tahan terhadap busuk umbi ( Botrytis alli ), walaupun agak peka terhadap busuk ujung daun ( Phytophtora porri). Bawang merah yang berumbi merah muda dan agak besar ini berbentuk lonjong bercincin kecil pada leher cakramnya, adalah termasuk varietas yang disukai petani karena keunggulannya". Beliau menambahkan,"dahulu ada anggapan Kalimantan Tengah tidak potensial untuk pengembangan tanaman khususnya Hortikultura, sekarang anggapan itu terpatahkan karena kini kita punya teknologi, punya kemampuan, tanah yang tidak subur dan marjinal dapat diolah, digunakan, dikelola sebaik mungkin seperti untuk pengembangan bawang merah saat ini", tandasnya. Kepala Dinas Pertanian dan Perternakan Provinsi Kalimantan Tengah, Ir. Tute Lelo, MM yang menghadiri panen pada tanggal 5 Februari 2016 lalu tentu sangat gembira dan optimis dalam waktu dekat Kalimantan Tengah sudah dapat berswasembada bawang merah. Usaha kearah itu sudah dimulai diantaranya beberapa waktu yang lalu telah dilaksanakan pelatihan bagi petani-petani calon penangkar bawang merah se Kalimantan Tengah tujuannya agar penangkar mampu memenuhi kebutuhan benih untuk pengembangan di kabupaten-kabupaten yang harapannya kedepan tidak kesulitan lagi mencari benih. Sampai sekarang Distanak Provinsi terus gencar melakukan pembenihan dan pengembangan bawang merah di Kalimantan tengah sehingga diharapkan target dapat segera tercapai.Ir. Vinolia Tantri, MM Kepala bidang Pengembangan Produksi Hortikultura Distanak Provinsi Kalimantan Tengah yang turut serta pada acara panen kemaren, menuturkan," panen kali ini adalah hasil pemurnian, yang tujuannya agar ketersediaan benih berlabel oleh para penangkar terpenuhi untuk musim tanam berikutnya. Benih-benih itu dibutuhkan di beberapa kabupaten yang akan mengembangkan tanaman bawang merah seperti Kabupaten Pulang Pisau, Kotim, Seruyan, Barito Selatan, Murung Raya, Barito Utara dan Kota Palangka Raya, yang belum tercukupi." Untuk sekarang ini," lanjutnya," Kalimantan Tengah baru memiliki lima orang penangkar benih yang aktif, semuanya berkedudukan di Kota Palangka Raya. Kerjasama dengan instansi terkait juga sangat diperlukan khususnya dalam budidayanya karena tidak semua petani mampu menanam bawang merah. Tidak hanya sampai disitu penanganan panen dan pasca panen juga harus mendapat perhatian misalnya tempat gudang penyimpanan dan pengeringan." PPL Banturung gembira turut panen dan Wijianto Ade salah seorang penangkar bawang di Kalteng, tersenyum bangga dengan keberhasilannya. Ketua Kelompok Tani Karya Muda Wijianto Ade turut mengomentari kesuksesannya panen bawang yang fantastis. Keberhasilnnya mencapai produksi yang sangat memuaskan ini tidak lepas dari peran yang sangat penting dari instansi terkait, peneliti dari BPTP Kalimantan Tengah dan kesungguhannya sendiri dalam mengelola dengan maximal. Penulis : Wiwik Rahayu, SP (Penyuluh Pertanian Kota Palangka Raya) Sumber Informasi : 1. DR. M. Anang Firmansyah. Peneliti dari BPTP Kalteng. 2. Ir. Tute Lelo, MM. Kepala Dinas Pertanian dan Perternakan Provinsi Kalteng. 3. Ir. Vinolia Tantri, MM. Kabid Pengembangan Produksi Hortikultura 4. Wijianto Ade. Penangkar Benih Bawang Merah. Provinsi Kalteng.