Loading...

Panen pada Tanaman Karet

Panen pada Tanaman Karet
Panen pada tanaman karet dilakukan dengan cara menyadap, yaitu suatu tindakan pembukaan pembuluh lateks, agar lateks yang terdapat dalam tanaman karet keluar. Cara penyadapan yang telah dikenal luas yaitu dengan mengiris sebagian dari kulit batang dengan aturan dan norma yang benar.a. Penentuan matang sadap: Penyadapan dimulai setelah kebun karet memenuhi kriteria matang sadap kebun, yaitu 60% tanaman sudah matang sadap. Tanaman sudah dapat disadap apabila ukuran lilit batang sudah 45 cm atau lebih pada ketinggian 100 cm dari pertautan okulasi (dpo). b. Persiapan buka sadap: Dilakukan dengan penggambaran bidang sadap pada tanaman yang matang sadap. Alat penggambaran bidang sadap adalah mal sadap dan pisau mal. Mal sadap berupa sepotong kayu sepanjang 130 cm yang pada ujungnya dilengkapi plat seng selebar 6 cm dengan panjang 50-60 cm. Plat seng dipakukan pada ujung kayu dengan posisi membentuk sudut 120°-135°. Pisau mal terbuat dari besi berujung runcing dan bertangkai yang digunakan untuk menorah kulit pada bidang sadap. Dalam penggambaran bidang sadap akan menentukan: letak bidang sadap, tinggi bukaan sadap, arah dan sudut kemiringan irisan sadap serta panjang irisan sadap. Bidang sadap diletakkan searah dengan pergerakan penyadap waktu menyadap, sehingga diletakkan dalam barisan tanaman dengan jarak antar tanaman yang pendek. Tinggi bukaan sadap adalah 130 cm di atas pertautan okulasi. Irisan sadap diharapkan dapat memotong pembuluh lateks sebanyak mungkin agar lateks yang keluar maksimal. Posisi pembuluh lateks tidak sejajar dengan tanaman tetapi agak miring dari kanan atas kekiri bawah membentuk sudut sebesar c. Pelaksanaan Penyadapan: Tanaman karet dapat produktif hingga 25 - 30 tahun, sehingga kerusakan kambium karena penyadapan harus dihindari agar kulit pulihan dapat disadap pada periode selanjutnya. Kedalaman irisan sadap 1,5 mm dari kambium dengan ketebalan irisan antara 1,5 - 2 mm setiap penyadapan. Frequensi penyadapan tergantung pada panjang irisan dan intensitas penyadapan. Dengan panjang irisan setengah spiral (S/2), frequensi penyadapan yang dianjurkan secara konvensional untuk karet rakyat adalah satu kali dalam tiga hari (d3) untuk 2 tahun pertama penyadapan, dan kemudian diubah menjadi satu kali dalam 2 hari (d2) untuk tahun selanjutnya. Menjelang peremajaan tanaman, panjang irisan dan frequensi penyadapan dilakukan secara bebas. Penyadapan sebaiknya dilakukan sepagi mungkin setelah penyadap dapat melihat tanaman dengan jelas yaitu jam 05.00 – 07.30).d. Sistem PanenSistem konvensionalSistem panen yang dianjurkan untuk rakyat yaitu sistem eksploitasi konvensional. Penyadapan dimulai pada tahun ke enam dengan sistem sadap sebagai berikut: Sistem sadap S2 d3 selama 2 tahun, S/2 d2 selama 15 tahun. Selanjutnya irisan sadap dilakukan kearah atas selama 4 tahun (S2 U d2), dan pada empat tahun terakhir, penyadapan dilakukan secara bebas.Spesifik DeskriminatifBerdasarkan metabolismenya, klon-klon dapat dibedakan menjadi dua, yaitu metabolisme tinggi dan metabolisme rendah. Kelompok klon dengan metabolisme sedang dan rendah dikelompokkan pada klon dengan pola produksi slow starter, sedangkan kelompok klon dengan metabolisme tinggi dikelompokkan pada klon dengan produksi quick starter. Untuk mendapatkan produksi yang optimal, masing-masing kelompok klon tersebut disadap dengan sistem panen yang berbeda atau dikenal dengan sistem panen yang spesifik-diskrimonatif.Klon-klon n termasuk metabolism rendah dan sedang dengan pola produksi slow starter antara lain GT1, BPM 1, BPM 24, PR 255. PR 261, PR 300, PB 330, RRIC 100, RRIM 717, AVROS 2037,BPM 107, BPM 109, PB 217, PR 303, RRIC 102, TM 2, TM 6, TM 8 dan TM 9. Klon-klon yang termasuk quick starter yaitu PB 235, PB 260, PB 280, PB 340, RRIM 712, IRR193, IRR 104, IRR 105, IRR 106, IRR 107, IRR 109, IRR 119, IRR 111, IRR 112, IRR 117, IRR 118, IRR 119, IRR 120. e. Penanganan Lateks Kebun dan Bahan Penggumpal.Lateks kebun yang baik merupakan syarat untuk menghasilkan bokar yang baik. Penurunan mutu biasanya disebabkan karena terjadi prakoagulasi yang merupakan masalah dalam proses pengolahan sit asap, lateks pekat, dan SIR 3 L. Prakoagukasi tidak masalah untuk pengolahan SIR 20.Dalam rangka perbaikan mutu Bokar, pemerintah telah menetapkan SNI-Bokar No.06-2047-2002 tanggal 17 Oktober 2002, dengan kriteria nilai KKK, kebersihan, ketebalan, dan jenis koagulan.Persyaratan mutu teknis Bokar: 1) tidak ditambahkan bahan-bahan bukan karet; b) dibekukan dengan bahan penggumpal yang dianjurkan dengan dosis yang tepat; c) segera digiling dalam keadaan segar; d) disimpan di tempat yang teduh dan terlindung; e) tidak direndam dalam air. Bahan penggumpal yang dianjurkan adalah asam format, asap cair antara lain Deorub murni dan formulanya. (Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian pada Pusluhtan).Sumber:1. Anonymous. 2014. Pedoman Budidaya Karet (Hevea brasiliensis) yang Baik. Jakarta: Direktorat Jenderal Perkebunan. Kementerian Pertanian.2. http://s.kaskus.id/images/2013/11/21/5158860_20131121034749.jpg