Pada hari Rabu Tanggal 16 September 2020 bersama dengan Penyuluh WKPP Farida Adriani, SP ketua kelompok tani Usaha Baru Ds. Rantau Karau Raya (Bapak Samsudin), ketua kelompok tani Tunas Baru Ds. Rantau Rantau Karau Raya(Bapak Husaini), Mantri Tani Kec. Sungai Pandan (Ni’matun Munatifah, SP., MP), Kasi Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Utara, (Ahmad Marfuan, SP) beserta Arif, SP, KSK Sungai Pandan (Abu Hurairah), serta beberapa mahasiswa Program Studi Agroteknologi STIPER Amuntai yang melakukan kegiatan ubinan di dua kelompok tani. Pengambilan sampel ubinan adalah salah satu cara untuk meprediksi produksi padi yang ada di lahan melalui sampel ubinan. Ubinan adalah cara untuk melihat perkiraan hasil panen tanaman padi melalui titik sampel dengan cara diukur dengan ukuran 2,5 x 2,5 m² yang kemudian hasilnya diukur dan ditimbang. Hasil inilah dapat dijadikan dasar dalam penentuan produksi dalam 1 Ha. Tujuan dari pengambilan sampel ubinan ini adalah untuk mengetahui perkiraan hasil produksi tanaman dalam luasan 1 Ha. Lalu, bagaimanakah metode pengumpulan data ? Metode pengumpulan data produktivitas ini menerapkan pengukuran langsung pada plot ubinan (2,5 x 2,5 m) dan metode wawancara langsung dengan petani sampel (ketua kelompok tani). Informasi yang dikumpulkan antara lain adalah varietas, luas lahan, system tanam, jenis kegiatan, sumber kegiatan, keadaan Alsintan, keadan lahan, keadaan OPT, luas plot ubinan, penggunaan pupuk, penggunaan pestisida, jumlah rumpun, jumlah anakan, dan berat ubinan. Dari hasil ubinan padi varietas Mekongga di dapatkan hasil ubinan pada luasan 2,5 x 2,5 Ha sebanyak 4,60 kg (untuk poktan Usaha Baru), jika dikonversikan dalam 1 Ha dikalikan 1600 didapatkan hasil 7.360 ton/Ha produksinya, dan 3,215 kg (untuk poktan Tunas Baru) atau setara dengan 5.144 ton/Ha produksinya.Diharapkan dengan adanya ubinan ini memberikan kemudahan petani dalam memprediksi hasil panennya. (Farida Adriani, SP)