Dengan menurunnya lahan pertanian di Kota Malang tentu akan berimbas pada pasokan pangan yang makin menyusut. Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Kota Malang untuk menjamin stok pangan beras dan jagung aman, walaupun dalam kondisi was-was dengan pandemi Virus Covid-19. Kota Malang tetap akan mendukung program program swasembada pangan yang telah dicanangkan oleh pemerintah serta untuk mencapai target yang diharapkan dan untuk mengetahui hasil produktifitas lahan serta pengelolaan selama tanam. Sekecil apapun tetap Kota Malang ingin memberikan kontribusi untuk mewujudkan kedaulatan pangan. Terbukti, Ir. Diah Ayu Kusumadewi, MT selaku Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang, beserta jajarannya termasuk Koordinator Penyuluh BPP (Balai Penyuluhan Pertanian) Kecamatan Kedungkandang : Zuhair Djauhari, S Pt dan Penyuluh pendamping : Gatut Hidayat, STP, ikut mendampingi panen di Kelompok Tani Sejahtera Kelurahan Arjowinangun Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. Kegiatan panen di kelompok tani Tani Sejahtera dengan luasan 5 Ha tersebut menggunakan varietas Inpari 42. Pengambilan sampel ubinan (2,5 m x 2,5 m) didapat hasil ubinan 5,5 kg, dengan produktivitas hasil 88 kwintal/ha GKP (Gabah Kering Panen). Hasil ini cukup baik produksinya disebabkan penggunaan bibit unggul bersertifikat, penggunaan pupuk berimbang, pengairan cukup karena irigasi teknis serta pengendalian HPT. Hal ini sejalan dengan yang diserukan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) tanggung jawab penyediaan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia merupakan spirit bagi keluarga besar Kementerian Pertanian dan semua pelaku pembangunan pertanian. Hal ini sejalan dengan yang diserukan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) tanggung jawab penyediaan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia merupakan spirit bagi keluarga besar kementerian Pertanian dan semua pelaku pembangunan pertanian.