Salah satu usaha yang bisa ditempuh oleh petani untuk meningkatkan produksi padi adalah dengan cara tanam padi dengan sistem jajar legowo, yaitu meningkatkan populasi tanaman dengan cara mengatur jarak tanam dan memanipulasi lokasi seolah-olah tanaman lebih banyak berada di pinggir.Pada tahun 2016, kegiatan penerapan jajar legowo dilaksanakan di beberapa kelompok tani di wilayah Kabupaten Solok. Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan dari Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Solok. Dalam kegiatan ini fasilitas yang didapat bantuan benih sebanyak 750 kg untuk 30 Ha. Penanaman dilakukan oleh anggota kelompok tani bersama-sama, meskipun masih banyak yang belum terampil bertanam dengan sistem jajar legowo. Penanaman dilaksanakan hari Senin tanggal 5 Desember 2016 di salah satu lahan anggota kelompok tani Duri Berbunga, Jorong Kapalo Koto Nagari Saok Laweh Kecamatan Kubung, seluas 0,15 Ha. Varietas yang digunakan adalah Cisokan dengan menggunakan sistem jajar legowo tipe 4:1, jarak tanam 30 x 15 x 60 cm dan jumlah penanaman 3 batang per lubang. Pada saat pemeliharaan, tanaman sempat mengalami kekurangan air dan serangan blast tapi masih bisa diatasi.Panen dilaksanakan pada saat tanaman padi berumur 98 HST. Panen dilaksanakan bersama-sama, dihadiri oleh anggota kelompok tani Duri Berbunga (20 orang), PHP Kecamatan Kubung (H. Sabar, SP) dan Penyuluh Pertanian Nagari Saok Laweh (Rina Elfita, S.TP). Pada saat panen juga dilaksanakan pengambilan ubinan dengan mengambil petakan ubinan 4 m x 3,95 m. Rata-rata anakan adalah 25 batang per rumpun. Hasil ubinan yang didapat 6,3 ton/ha. Dengan hasil sebanyak itu sudah melebihi dari hasil biasanya yang menggunakan sistem tanam konvensional atau tanam tegel. Penulis: Rina Elfita, S.TP [Penyuluh Pertanian Muda] Sumber Tulisan dan Gambar : Liputan Langsung