Kegiatan Mapag SRI atau Panen Perdana Padi di desa Dukuh Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon pada hari Sabtu tanggal 25 April 2015 yang lalu telah membuktikan bahwa dengan gerakan pengangawalan dan pendampingan penyuluhan yang dapat kita lakukan pada usaha tani padi bagi para pelaku utama atau para petani di desa akan menghasilkan produksi dan produktivitas optimal. Seperti contohnya pada desa Dukuh Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon panen perdana yang dilakukan pada sawah milik Kuwu Dana yang pengukuran ubinannya ditetapkan dan dilakukan oleh petugas Statistik (Mantis), hasil ubinan menunjukkan rata-rata 9,3 kg hingga petugas mantis jadi geleng-geleng, dan berulang-kali melakukan penimbangan, sekira bukan dia sendiri yang melakukan pengubinan, menetapkan lokasi, mengukur petak, menghitung rumpunnya dan lain sebagainya, tentu akan sulit mempercayainya, karena pada lokasi-lokasi lain yang tidak dilakukan Pengawalan dan Pendampingan tidak seperti ini hasilnya. Sistem dan perlakuan budidaya tanaman padi yang dilakukan Pengawalan dan pendampingan secara ketat dalam berusaha tani padi ini varietas yang digunakan adalah Cilmaya Muncul, dilakukan bersama pengawalan dan pendampingan bersama antara Penyuluh, Babinsa, UPTD, PSDA dan masyarakat dengan istilah Kemanunggalan TNI dan Masyarakat dalam mendukung dalam meraih cita-cita bersama yakni terwujudnya Swasembada Pangan secara nasional di tahun 2015-2017. Secara simbolis panen perdana di desa Dukuh ini dilakukan oleh Kepala BKP5K Kabupaten Cirebon, H. Sukma Nugraha, SH.,MM, didampingi Kepala Distanbunnakhut, Kepala BKPPD dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon serta dihadiri Camat Kapetakan, Suranenggala, Camat Gegesik dan para Kuwu Kec. Kapetakan, tokoh masyarakat, Penyuluh, Babinsa dan para petani.Kepala BKP5K Kabupaten Cirebon pada acara tersebut menjelaskan bahwa petani di sini menggunakan pola tanam system SITI PATIMAH ( Sistem Teknologi Pladter Perangkap Tikus dan Hama). Dengan system ini petani dapat menghasilkan panen yang optimal dan bisa mengurangi kehilangan hasil terutama karena adanya gangguan hama tikusH. Sukma berharap sistem tanam seperti ini agar bisa diikuti oleh petani lainnya dan tradisi budaya Mapag Sri seperti ini cukup baik untuk itu agar supaya bisa dilestarikan.Dalam kesempatan ini pula H. Imam Ustadi, S.Si. selaku Camat Kapetakan mengungkapkan dengan program penangkapan tikus secara maksimal dan bersama-sama maka hasil panen di Desa Dukuh akan meningkat. Untuk itu diharapkan agar desa-desa lain yang ada di Kecamatan Kapetakan dapat mengikuti kegiatan seperti ini, sehingga kita semua dapat mempertahankan salah satu daerah lumbung padi yang ada di Kabupaten Cirebon dan pada akhirnya bisa meningkatkan taraf hidup petani dan keluarganya.Sedangkan Kuwu Dukuh dalam sambutannya mengatakan bahwa masyarakat tani di Desa Dukuh pada tahun ini mendapatkan hasil yang maksimal dan ini kita perlu syukuri bersama sehingga kita dapat mempertahankan hasil panen yang baik seperti ini pada masa yang akan datang.Kuwu Dukuh juga mengharapkan bantuan Pemerintah Kabupaten Cirebon terus dapat ditingkatkan terutama dalam pembagunan jalur transportasi yang menghubungkan antara Kecamatan Kapetakan, Kecamatan Panguragan dan Kecamatan Gegesik karena jalur tersebut hingga saat ini keadaannya kurang memadai dan kondisi tanahnya masih labil.Hal-hal yang baik yang dapat diperoleh dalam usaha tani padi di Desa .Dukuh Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon kiranya dapat dicontoh dan diterapkan pada desa-desa lain, sehingga seluruh desa di Kabupaten Cirebon dapat meningkat produktivitas padinya paling tidak seperti di Desa Dukuh ini. Aamiien. *** (admin kab cirebon)