Para petani di Kecamatan Rantau Panjang, khusus di Desa Jagaraja kini bisa menerapkan percepatan tanam padi sistem gogo rancah dengan indeks pertanaman (IP) 200. Hal itu, dibuktikan dengan panen perdana padi Gora Seluas 28 Ha, di Desa Jagaraja Kecamatan Rantau panjang, Selasa (19/02/2019). yang di hadiri oleh Kadis Pertanian Kabupaten Ogan Ilir,UPTD, Koorluh,Babinsa,PPL, Poktan dan petani. Dalam Sambutannya Kepala Dinas Pertanian Kab.Ogan Ilir, Bapak H. Hasnandar Setiawan, SE, MM., mengemukakan saat ini petani di Desa Jagaraja Sudah merasakan dampak kegiatan upaya khusus (UPSUS) PAJALE yang dilaksanakan di Kabupaten Ogan Ilir dengan meningkatkan indeks pertanaman dari IP 100 meniadi IP 200. Namun, di luar itu masih perlu ditingkatkan karena masih banyak lahan yang ditanami hanya sekali setahun terutama di desa Jagaraja Kecamatan Rantau Panjang. Dinas Pertanian Kab Ogan Ilir berkomitmen dalam memajukan sektor pertanian dengan memperhatikan segala bentuk kebutuhan dan keluhan petani. Terutama yang terkait dengan masalah benih, pupuk dan penanganan pasca panen dan lainnya. Pada kesempatan itu, Ketua Kelompok Tani Bunga Mengharap Buah, Rohmat, mengatakan Semua keberhasilan ini disampaikan oleh petani berkat bantuan dari Dinas Pertanian,Serta Bimbingan BPP dan PPL. Desa Jagaraja memiliki luas lahan sawah pasang surut lebih Kurang 350 hektare, Kebanyakan lahan tersebut tadah hujan dengan IP 100, karena sumber air yang tersedia belum dapat dimanfaatkan karena kendala sarana dan prasarana. Melihat keberhasilan Kelompok Tani Bunga Mengharap Buah, maka pada tahun 2019 ini kelompok tani yang ada di desa jagaraja akan melakukan pertanaman IP 200, dengan catatan tanam harus serempak,dengan luas lahan 75 Ha. Sistem budidaya padi gora biasanya dilakukan pada tanah-tanah yang kering atau tanah tadah hujan. Kelebihan sistem tanam gora dibanding sistem sawah diantaranya adalah penghematan tenaga kerja tanam, penghematan tenaga kerja pemeliharaan dan tentunya lebih menghemat waktu. Adapun kendala budidaya padi gora adalah ketersediaan air karena intensitas curah hujan yang tak menentu. Penyiapan lahan: Tanah diolah pada kondisi kering sebelum musim hujan,dengan menggunakan TR4. untuk peningkatan Penggunaan pupuk merupakan salah satu program intensifikasi pertanian. Beberapa teknlogi pemupukan dilakukan sebagai usaha peningkatan produksi baik melalui pupuk anorganik maupun pupuk organik seperti pupuk kandang. Penanaman: waktu tanam secara tepat dengan memperhitungkan hujan karena akan menentukan keberhasilan padi gora, Penyiangan perlu dilakukan agar tanaman padi tidak terganggu oleh gulma dan rumput liar dan agar tanaman padi bisa tumbuh dengan baik. Penyiangan dilakukan dengan cara menggunakan arit atau mencabuti rumput. Jika ingin melakukan penyiangan dengan herbisida sebaiknya dilakukan dengan hati-hati agar tanaman padi tidak stres dan terganggu pertumbuhannya. Pemupukan susulan pertamakali dilakukan pada saat tanaman berusia 14 hari setelah tanam. Pupuk yang digunakan adalah pupuk urea, TSP/SP 36, KCL dengan dosis disesuaikan dengan kondisi tanaman dan kesuburan tanah. Pemupukan susulan dilakukan setelah penyiangan. Pupuk ditabur secara merata dan dilakukan pada sore hari dan saat kondisi tanah dalam keadaan lembab. Pemupukan selanjutnya dilakukan saat tanaman berusia 40 hari setelah tanam. Hama dan penyakit pada budidaya padi gora tidak jauh berbeda dengan tanaman padi sawah. Pengendalian bisa dilakukan dengan penyemprotan insektisida dan fungisida. Jenis insektisida maupun fungisida yang digunakan disesuaikan dengan hama dan penyakit yang menyerang tanaman. Penyakit yang menyerang tanaman padi darat antara lain penyakit blast, hawar daun dan bercak daun. Pengendalian dilakukan dengan menjaga sanitasi dan kebersihan di areal tanaman dan sekitar areal tanaman. Pengendalian secara kimiawi dilakukan dengan penyemprotan fungisida. Panen: Dilakukan sebaiknya pada fase masak panen dengan ciri bila 90% gabah sudah menguning, panen pada fase masak lewat panen, yaitu saat jerami mulai mengering, pangkal malai mulai patah, dapat mengakibatkan banyak gabah rontok saat panen.